Thursday, 21 November 2013

Rendezvous di Bolak Balik

“Wah, serunyami itu di’? Kayak jamannya kakek-nenekku,” Noni.

Berhentilah berpikiran bahwa fotografi adalah kamera dslr terbaru, lensa panjang, dan foto model. Lebih dari itu, jauh sebelum adanya kamera dslr, orang-orang mengabadikan momen menggunakan kamera analog, kamera yang menuntut sebuah proses panjang dan materi yang tidak sedikit untuk melihat hasilnya.

Bolak balik. Adalah sebuah pameran foto analog yang dilakukan oleh enam anak muda yang menyimpang dari update fotografi terkini. Mereka telah berhasil mengajak orang-orang yang singgah di pameran ini untuk kencan kenangan. Tepat seperti zaman kakek-nenek mereka masih muda, tepat seperti zaman ayah-ibu mereka saat mengabadikan momen indah pernikahannya.

Merupakan hal yang menarik dari pameran ini ketika saya dan kekasih mengambil bagian. Sebab, kami telah ber-analog tepat setahun. Puluhan roll telah dihabiskan, jutaan uang telah kami keluarkan untuk mengadopsi dan memperbaiki kamera-kamera besi dan plastik. Tak jarang kami harus kecewa melihat hasil po+scan yang fotonya kami buru dengan bersemangat. But, this a process, we love it and this is our first exhibition that makes us proud.

Kamera-kamera yang kami gunakan memang mungkin nyeleneh, tapi dengan begini kami dapat terus menunjukkan eksistensi kami. Dunia ini memang telah kami bolak balik, saat di era modern semua orang menggunakan kamera dslr untuk memotret, maka kami rela melihat dunia modern tetap berada dalam grain. Sebab terkadang cara lama adalah hal terbaik dan ini membuat kami lebih hidup.

more photos : dokumentasi bolakbalik