5 Nasihat Content Creator Berpengalaman Kepada Mereka yang Baru Akan Mulai

September 18, 2018


"Mas, berikan saya saran sebagai bocah ingusan yang ingin mengarungi dunia ini!"

"Ha? Apaan sih?" balas Dani datar.

"Saya mau jadi content creator sepertimu, punya karya dimana-mana,"  Randi meletakkan gelasnya seraya memperbaiki posisi duduknya.

"Untuk apa sih? sambil terus memijit layar hapenya.

"Tujuannya jelas, mas. Konten negatif di dunia maya semakin banyak berseliweran. Internet butuh konten positif yang disajikan dengan gaya anak muda. Tapi kalau gak tau caranya kan, jadi bingung sendiri."

'Trus content creator seperti apa? Soalnya content creator tuh banyak."

"Bloger mas. Saya bisa nulis, motret, bikin video, desain grafis sedikit-sedikit. Satu-satunya tempat yang bisa menampung itu semua kan, ya blog. Bayangkan mas, dalam satu postingan saya bisa punya macam-macam bahan untuk menarik perhatian pembaca," raut wajah Randi berubah serius.
jadi Content Creator dengan Asus X555
Tak ada balasan, suasana hening. Dani masih menatap layar hapenya sambil sesekali tersenyum. Hapenya riuh oleh notifikasi yang masuk, baik like dan comment dari Instagramnya. Setelahnya dua tiga kali notifikasi email menjeda. Ada komentar di blognya.

Yang Harus Dipunya Sebelum Menjadi Content Creator

jadi Content Creator dengan Asus X555

"Untuk jadi content creator setidaknya kamu butuh 5 cara untuk melakukan semua ini, Ran. Hal-hal inilah yang saya pegang secara terus menerus dalam ngeblog sehingga kemudian dikenal sebagai content creator. Ingat loh, yang ngasih gelar itu bukan saya, tapi orang lain," Dani mematikan handphonenya dan menyambungkannya ke power bank.

"Apaan aja tuh, mas?

Pertama, kehadiran seseorang di media sosial dengan keahlian khusus sebenarnya bukan persoalan bakat, tapi usaha. Bakat itu cuma 1% dari total usaha yang kamu lakukan.

"Saya adalah orang yang selalu percaya sama istilah usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, Ran," tegas Dani.

"Saya pernah baca data, Ran. Hari ini, dalam setiap satu menit ada 1.388 blog post yang diposting. Ada 2,5 juta konten yang disebarkan di Facebook. Trus, di Youtube setidaknya ada banyak sekali video baru yang diupload dan kalau di nonton akan menghabiskan 72 jam. Belum lagi twit di Twitter yang mencapai 300.000. Terakhir nih, ada lebih dari 220.000 foto yang diupload di Instagram. Ingat ya, semua itu per-menit!" jelasnya.

Nah, ini yang jadi masalah. Apa yang membedakanmu dari orang lain?

Sebuah konten akan bisa menarik perhatian orang karena pesan di dalamnya. Ada pula keunikan, cara penyajian yang tidak biasa, dan karena konten itu punya nyawa. Dia seolah berbicara kepada kita.

"Cara bikin seperti itu, mas?"

"Hmm.. Banyak orang, termasuk saya sih, mau melihat diri si pembuat di konten tersebut."

Sebagai contoh nih, tahu Casey Neistat kan? Kita tuh suka dia bukan hanya karena videonya keren, tapi kita juga seolah mengenal Casey, personalitasnya, kehidupannya dia, caranya memang dunia, dan pendapatnya terhadap sesuatu. "Ya, semuanyalah."

Ketiga, selalu berpikiran terbuka.

"Ingat Randi, selalu ada orang yang lebih keren, lebih hebat, dan lebih berpengalaman. Jangan pernah menutup diri dari hal-hal seperti ini, lihat apa yang belum kita punya?"


Ketika mulai melihat pencapaian orang lain. Kamu bisa jadi akan mengalami insecurity di mana kamu merasa tidak percaya diri dan tidak akan bisa menyamai prestasi orang lain yang telah sukses sebelumnya. Sebaliknya, kamu juga tidak boleh merasa berpuas diri terhadap sesuatu yang telah dicapai.

Berpuas diri adalah pangkal dari kejatuhan, begitu kira-kira yang ingin disampaikan oleh Dani namun harus disela oleh waitress yang mengantarkan segelas air putih.
Apabila kamu terus menerus membuka pikiran untuk belajar hal-hal baru, menggali potensi diri, maka akan ada sudut-sudut pandang lain yang terlihat sehingga banyak karya yang bisa diproduksi.
"Jadi begitu, mas? Dasar banget ya," tanggap Randi.

Dani tak langsung menanggapi. Diraihnya kopi yang telah mulai dingin dan diseruputnya sedikit demi sedikit. "Iya, hal pertama yang harus dipunyai ya itu tadi."

"Trus apa lagi?"

Konsistensi adalah kunci.

"Saya hampir lupa kapan tepatnya saya memulai semua ini. Jika dihitung-hitung barangkali sudah lebih dari sepuluh tahun. Apa yang membuat saya seperti sekarang? Ya, bikin karya secara terus menerus."

Untuk bisa terus konsisten, kamu butuh dua hal, yakni percaya diri sendiri dan tahan banting.

Mungkin like di Instagram tidak sesuai harapan, jarang ada yang komentar, video yang dibuat viewnya sedikit, dan blog post yang kamu tulis tidak ada yang baca. Padahal kamu yakin kontenmu berkualitas. Tidak masalah, evaluasi diri, rajin-rajin melihat karya orang lain, dan tetaplah menghasilkan karya.

"Oiya, saya teringat kalimat Mark Manson, seorang bloger Amerika, yang pernah bilang begini;
jadi Content Creator dengan Asus X555

"Jadi yang gak enak-enak itu juga harus dihadapi?"

"Iyalah! Enak aja mau yang enak-enak doang," tegas Dani yang disambut oleh tawa Randi.

"Eh, masih ada Ran! Ini yang tidak kalah penting."

"Apaan, mas?" tanya Randi tiba-tiba mengernyitkan dahinya.

Notebook Sebagai Sebuah Dapur

"Jika mau bertempur, kamu harus punya senjata! Nah, karena kamu mau jadi content creator, kamu harus punya peralatan. Apa itu?" Dani berhenti. Pria ceking ini meraih gelas kopi dan meneguk isinya.

"Apa, mas?" Randi semakin penasaran.

"Nasihat terakhir nih. Bagi seorang content creator, modal utamanya adalah laptop," Dani terbahak-bahak.


Untuk menghasilkan berbagai macam karya, semuanya bermula dari laptop. Sama seperti dapur yang merupakan tempat untuk mengolah beragam jenis masakan lezat, laptop pun menjadi tempat memasak konten-konten yang akan dihasilkan mulai dari berburu dan mengonsep ide, menuliskan konsep tersebut satu per satu, merancang konten, mengolah, mengedit, sampai dengan memostingnya di dunia maya. Satu lagi—merevisi 😂

"Kamu bisa mencoba ini," Dani mengambil Zenfonennya dan memamerkan sebuah gambar. "Banyak teman merekomendasikannya."

"Ha? Asus X555?" Randi keheranan.

GIF
Asus sebagai Brand Notebook Nomor 1 di Indonesia telah berhasil merebut perhatian para konsumen dengan berbagai terobosan dan produk terbarunya. Hingga Desember 2017, jumlah total konsumennya mencapai 39,8 persen.

Spesifikasi Notebook untuk Aktivitas Produktif

"Sebentar," Dani meminum meneguk habis kopinya lalu mencuci tenggorokannya dengan sedikit air putih yang tersaji.

"Pola kerja sekarang telah berubah Randi. Kamu sering lihat kan orang-orang kini lebih nyaman bekerja di kafe?" bisiknya sambil melirik di sekeliling.

"Iya, mas."

"Nah, di kafe-kafe itu jarang loh yang menyediakan colokan. Yang ini, baterainya jenis Li-Polimer yang tahan hingga 2,5 dibandingkan notebook biasa."

"Hm.. Maksud, mas?

"Simpelnya begini, kamu kalau nongkrong di kafe, kamu tidak usah lagi capek-capek cari colokan listrik. Baterai Asus X555 tahan hingga seharian. Yang perlu kamu lakukan hanyalah mengisi daya baterai notebook ini hingga penuh sebelum berangkat. Setelah itu, kamu bebas deh seharian memakainya di luar rumah tanpa harus menenteng chargernya."
Asus memang paling mengerti kalau notebook itu, lebih simpel daripada laptop.
Dibawa kemana-mana pun tidak akan membuat kamu kerepotan. Bayangkan saja, jika bateraimu habis Asus punya fitur Fast Charging. Kurang 49 menit, baterainya akan terisi sebanyak 60%.

Asus X555 memberikan optimalisasi daya yang bervariasi sehingga kamu dapat menikmati kualitas baterai yang maksimal. Bahkan notebook ini bisa tahan selama 2 minggu dalam mode standby. Asus X555 juga mempunyai kemampuan menyimpan data secara otomatis sehingga tidak perlu lagi khawati akan kehilangan data selama mode standby.
"Mesinnya kuat gak mas dipake ngeblog, dengerin musik, bikin desain grafis, edit video dalam satu waktu?" Randi penasaran.
"Eh bentar, kita lanjut dulu ke tampilannya. Nih, sambil kamu nongkrong di kafe, notebook ini bisa sambil bergaya. Secara umum, tampilannya memang Asus banget; desain slim, mewah, fantastis, dan selalu simpel. Alur yang melingkar di logonya ini bikin enak dan menarik dipandang. Kece deh!"

Mata Dani pun seolah bersinar. Sementara kening Randi masih mengernyit.

jadi Content Creator dengan Asus X555

Performa prosesornya Asus X555 ini memang dikhususkan untuk bekerja dan hiburan. Di dalamnya terdapat Processor AMD Quadcore A10 untuk performa yang halus dan responsif. Memorinya sendiri adalah 4GB hingga 8 GB DDR4.

"Masalah prosesor dan grafis, Asus X555 memang tidak usah dipertanyakan. Isinya sudah canggih, kamu bisa kok mengedit video, mendesain, menonton, dan lain-lain dalam waktu yang bersamaan tanpa takut Not Responding, masalah klasik," ujar Dani.

Semua aktivitas tersebut dilakukan di layar berukuran 15,6 inci.

"Wah, bisa jadi produktif dong ya! Tapi, memangnya aman dan gak panas, mas?"

"Tenang saja, selain memang dirancang untuk tujuan itu. Notebook ini juga teknologi IceCool. Sebelum panas muncul, notebook ini sudah menjaga temperaturnya agar tetap berada di antara 28 derajat sampai 35 derajat."
Panas yang dihasilkan Asus X555 lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu tubuh manusia.
"Oh, yang ini nih! Karena nanti kamu akan bekerja dengan kamera dan memori yang membutuhkan banyak penghubung ke notebook, Asus X555 punya konektivitas yang lengkap. Mulai dari port USB 3.0, VGA Port, Port HDMI, Card Reader, hingga DVD-RW."

"Sepertinya menarik, mas!" tanggap Randi tersenyum sambil menggosok-gosok dagunya.

Seluruh port USB 3.0 Asus X555 mengusung Ultra-Fast Data Transfer. Kecepatan transfer datanya telah mencapai 10 kali lipat kecepatan USB 2.0, sehingga memungkinkan kamu untuk menyimpan dan mengirim dokumen, foto, musik, video dengan ukuran besar dalam waktu yang singkat.

"Bayangkan saja, film kualitas Blu-Ray 25GB hanya membutuhkan waktu 70 detik untuk ditransfer," tukas Dani.

"Drama Korea punya pacarku bisa dicopy dengan cepat dong, mas!" sambung Randi tiba-tiba yang disambut tawa oleh Dani 😁

"Kamu pun bisa nonton bareng di notebook ini dengan kualitas suara yang jernih."
Untuk audio, Asus X555 hadir dalam perpaduan antara hardware, software, dan proses tuning bernama teknologi SonicMaster. Tujuannya jelas, untuk memberikan performa audio, amplifier yang dioptimalisasi untuk volume suara yang lebih besar.
"Pasalnya nih, speaker dan ruang resonansi yang lebih besar dari notebook ini memberikan output audio yang lebih kuat dan bass yang lebih dalam. Trus, tambahan proses pengiriman signal membantu proses tuning hardware, menyaring kebisingan, dan meningkatkan kejernihan audio sehingga kamu dan pacar pun bisa menikmat audio di X series yang gak ada duanya!" papar Dani.

Jika notebook lain hanya memiliki speaker kecil sehingga suaranya kadang berasal dari satu sumber saja, maka notebook Asus X Series ini memberikan kualitas audio dengan kecepatan tinggi.

I made it through the darkest part of the night. And now I see the sunrise. Now I feel glorious, glorious. I feel glorious, glorious.
Lagu Glorious dari Macklamore yang menghentak dari speaker kafe siang itu menjadi jeda di antara percakapan mereka.

"Asus ini Ran, hampir sama dengan smartphone."

"Kok bisa mas?"

"Soalnya, Asus X Series memang memiliki 2 fitur-second Instant Resume. Jadi, saat pindah dari sleep mode, kamu bisa langsung mengakses internet atau bekerja dengan aplikasi yang tadi dibuka sebelumnya dalam sekejap."

Sementara untuk touchpad, Asus X555 juga lebih intuitif. Notebook ini memanfaatkan teknologi ekslusif yang dipakai di layar sentuh smartphone untuk memberikan respon touchpad yang lebih sensitif serta akurasi yang lebih baik.
"Belum lagi Smart Gesture Multi Touch memungkinkanmu untuk mendukung berbagai sentuhan perintah mulai dari Right Edge Swipe, Left Edge Swipe, Up and Down, hingga Two-Finger Pinch untuk zoom in-zoom out."
Seluruh fitur, teknologi, dan kemudahan Asus X555 dikemas di dalam sistem operasi Windows 10 yang 100% Original.

Notebook Murah dengan Kualitas Tertinggi di Kelasnya

"Mas, semuanya itu bisa mendukung cita-cita saya untuk jadi content creator?" raut wajah Randi berubah.

"Iya, asal kamu melakukan apa-apa yang saya katakan tadi."

"Notebook ini beli di mana dong?"

Randi merapatkan badannya sambil terus memasang wajah penasaran. Pandangannya kembali ke layar Zenfone Dani.

"Selain di toko komputer, Asus X555 juga dijual di Tokopedia."

"Oh, Asus punya Official Store juga di Tokopedia, mas? Wah, mantap nih! Gak perlu lagi capek-capek ke toko-toko komputer, nanya sana sini. Tinggal order aja berarti."
jadi Content Creator dengan Asus X555

"Iya, nih! Ada 2 seri. Asus Notebook X555QA harga Rp. 5.599.000 dan Asus Notebook QG harga Rp. 7.099.000. Tinggal menyesuaikan dengan budgetmu. Eh, kamu harus tetap waspada! Asus bisa saja ngasih diskon tiba-tiba ke produknya."
"Menarik banget, mas. Ini sih notebook murah dengan kualitas tiada lawan," Randi terkekeh-kekeh.

"Ya sudah, sudah cukup terinspirasi kan? Sekarang waktunya eksekusi!"


Randi tersenyum lalu berdiri dan menepuk pundak Dani. "Terima kasih mas, ini biar saya yang bayar!"

Dia berlalu. Siang kini beranjak sore dan obrolan tadi menjadi pelajaran berharga untuk Randi, seorang anak muda yang baru akan memulai perjalanan sebagai content creator dengan Asus X555.

***

You Might Also Like

6 komentar

  1. Kalah ka memang kalau sama anak2 desain grafis. Ampuuun.

    ReplyDelete
  2. menjaga konsistensi itu emang minta ampun deh. Kadang lelah lebih sering jadi ga gawe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi dengan alasan; ntar aja deh 😁

      Delete
  3. Berarti blogger itu udah disebut content creator ya Mas? Allhamdulillah semua tips di atas udah dicoba. Sekarang lagi belajar bagaimana meningkatkan kualitas konten dan konten kitsa sampai kepada orang2 yang membutuhkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hari ini boleh dibilang seperti itu, mbak. Soalnya untuk membuat tulisan menarik dibaca, tidak cukup hanya dengan tulisan. Kita butuh ilustrasi agar pembaca tidak bosan.

      Delete

Hi! I'd greatly appreciate it if you kindly give me some thoughts on this post 😊