Hal-hal Ini Terjadi di 2018

Tiga hari menjelang pergantian tahun 2019.

Saya keluar kosan. Mengenakan kaos, celana, serta sandal berwarna hitam. Angin bertiup kencang.
Saya menumpang Transjakarta ke arah Thamrin.
Di tahun-tahun awal kuliah, saya selalu bermimpi untuk tinggal dan bekerja di Jakarta.

Alasannya cuma satu, saya suka gedung-gedung tinggi.

Saya selalu tidak habis pikir kenapa orang-orang bisa membangun peradaban seperti ini?
Daripada merepotkan, ada baiknya kita mengabaikan pertanyaan ini dan melihat hal-hal apa saja yang telah terjadi setahun belakangan.
2018 bagi saya adalah hari-hari penuh kejutan.

Januari

Tepat tanggal 20 Desember 2017 saya pindah ke kantor baru. Sebenarnya ini adalah waktu yang tidak tepat.

Beberapa hari setelah masuk, kantor lebih sepi dan kerjaan tidak begitu berarti.

Bertemu dengan orang-orang dan budaya baru. Selama Januari, saya lebih banyak terpekur. Bekerja di bidang ini adalah hal yang telah lama saya impikan.

Saya menghabiskan banyak waktu untuk otodidak dan hampir tidak berarti.

Jika tidak belajar langsung kepada ahlinya, tentu tidak akan mudah.
Oiya, di bulan ini saya menerima hadiah lomba blog yang pertama kali saya menangi.

Februari

Sedari Januari, musim hujan sebenarnya telah tiba. Saya melalui hari-hari dengan curah hujan yang lebih tinggi.

Untuk menghindari kebosanan di kantor, saya lebih banyak berjalan. Mengunjungi tempat-tempat baru di Jakarta.
Sejak telur saya di lomba blog pecah, saya memutuskan untuk ikut lagi.

Aktivitas ini jelas membuat saya dapat terus belajar dan berpikir. Memerhatikan hal-hal kecil yang biasa saja, bisa jadi ide segar.

Maret

Bulan ini mengejutkan saya! Untuk pertama kalinya saya ke luar negeri.

Meskipun di kantor status saya masih percobaan, saya tetap diikutkan jalan-jalan ke Bangkok.

Kalau kata ibu HRD saya yang baik hati, “Ikut dong.”

Tiga hari sebelum keberangkatan, saya merayakan ulang tahun ke 26.
Hal ini juga membuat saya tidak habis pikir. Empat tahun lagi saya akan berumur 30 tahun. Oh, saya merasa tidak siap menghadapi umur-umur ini.

Beruntung, saya menemukan aktivitas baru untuk menguatkan hati saya yang kadang-kadang lemah dan suka tidak percaya diri.

Mendengarkan podcast!

Beda dari membaca, aktivitas ini memberikan saya sudut pandang baru terhadap bagaimana kita sebaiknya menyikapi hidup langsung dari orang lain.

Faktanya, hidup setiap manusia sama saja.

Tidak hanya itu, cakrawala berpikir juga lebih lebar.

Baca juga: 4 Podcast yang Belakangan Saya Dengarkan

April

Eh, di bulan ini lomba blog menunjukkan hasil yang cemerlang. Walaupun saya mengerjakannya tepat di menit-menit akhir, saya berhasil menduduki peringkat ketiga lomba yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan.

Jelas, hasil ini di luar ekspektasi saya.
Selain itu, saya mengerjakan hal-hal seperti biasanya. Datang ke kantor jam 9 dan pulang jam 6. Begitu setiap Senin hingga Jumat.
Di akhir pekan, saya menumpang Transjakarta pagi-pagi, menuju ke tempat-tempat baru, dan mencicipi makanan-makanan. 

Mei

Ketika mengerjakan hal yang itu-itu saja setiap hari, maka kamu akan merasa bosan. Saya percaya dan merasakannya.

Untuk mengimbangi aktivitas sehari-hari selama 2018, saya membaca buku-buku. Beberapa selesai, beberapa tidak.

Baca juga: Buku-buku yang Saya Baca

Oiya, Mei juga menjadi bulan produktif saya ngeblog. Ada 6 postingan yang saya kerjakan. Aktivitas ngeblog ini sebenarnya saya niatkan sejak pertengahan 2017.

Senin hingga Jumat akan saya habiskan dengan beraktivitas. Akhir pekan, untuk mencatatkan semua aktivitas-aktivitas tersebut.

Bukan hal yang muluk-muluk kan ketika saya berencana membuat minimal satu postingan di tiap akhir pekan?

Jadi, selama sebulan akan ada 4 postingan 😅

Juni

Tepat tanggal 22 Juni 2018, tempat saya bekerja pindah lokasi ke daerah Blok M.

Duh, saya pertama kali ke kawasan ini di akhir 2016 bersama Ade dan langsung jatuh cinta.

Bagi saya, Blok M ibarat seorang tua yang ditinggal oleh anak-anaknya.

Bangunan-bangunan yang pernah jaya di masanya masih tampak kokoh. Orang-orangnyalah yang pergi entah kemana.

Juni juga menjadi berkesan karena bertepatan dengan ramadan. Saya pun merasakan kesenangan dalam menjelajah tiap sudut tempat ini. Apalagi menjelang jadwal buka puasa.

Menjelang lebaran, kantor libur.

Meski tiket pesawat Jakarta-Makassar bikin tabungan saya yang tidak seberapa itu bocor, saya tetap ngotot untuk pulang.

Alasannya sederhana, ini barangkali akan jadi Idul Fitri terakhir saya bersama mama dan bapak di Sengkang.

Juli

Duh, jika ada pagelaran Month of The Year 2018 bagi setiap orang, maka bulan ini akan jadi pemenangnya!

Tahukah kamu kalau tepat tanggal 8-7-2018 saya menikah?! Rasanya tak terperi.

Sedih karena saya akan memasuki fase hidup yang baru, saya akan sah menjadi seorang dewasa. Senang karena saya akhirnya akan bisa benar-benar hidup bersama Ade.

Kami telah menjalin hubungan yang sangat lama, tentu saja ini tidak mudah.

Di sisi lain, saya juga mengalami banyak kebingungan tentang apa-apa saja yang harus saya kerjakan sebagai seorang suami, duh.

Baca juga: Menjawab Pertanyaan

Kamu harus tahu. Di malam pertama saya menikah, saya tidak percaya bahwa saya tidur di kamar Ade.

Bangun-bangun saya melakukan perenungan yang panjang seorang diri di tempat tidur ketika Ade masih lelap 😆

Agustus

Memasuki Agustus saya ngos-ngosan. Pekerjaan kantor menumpuk ditinggal cuti. Apa daya, agar hidup harus terus berputar saya kembali bekerja.

Bulan madu dijalani sambil bekerja.

Saya ke Bali selama 3 hari 2 malam untuk menemani Ade. Niatnya untuk konferensi keperawatan.

Di sela-selanya, kami menyewa motor dan berkeliling di daerah Kuta dan Nusa Dua.

Baca juga: 3 Hari 2 Malam di Bali

Saya kepincut, andai hidup bisa terus seperti ini.

September

Saya kepikiran. Apa iya kehidupan seorang dewasa seperti ini? Bekerja, beristirahat, bekerja, dan beristirahat lagi. Apa iya hidup tidak akan berjalan jika kita tidak memiliki uang?

Semembosankannya inikah menjadi orang dewasa? Jika sudah seperti ini, maka orang-orang benar.

Kehidupan anak-anak adalah fase hidup paling menyenangkan.

Saya kemudian diselamatkan oleh pengumuman Danone Blogger Academy 2018. Saya terpilih sebagai salah satu dari 20 blogger untuk mengikuti kelas menulis yang digelar Danone-AQUA.

Baca juga: Kenapa Saya Bisa Lolos Danone Blogger Academy 2018?

Oktober

Oiya, Danone Blogger Academy dilaksanakan selama 3 bulan di setiap akhir pekannya. Ada berbagai kelas yang digelar dengan mendatangkan para pakar di bidangnya.

Di akhir kelas, kami berkunjung ke Yogyakarta dan Klaten. Hal ini tentu saja seperti sebuah pelarian terhadap kebosanan menjalani hari-hari kerja.

Saya pun menamatkan buku Tiba Sebelum Berangkat dari Faisal Oddang dan berhasil membawa saya bernostalgia terhadap masa kecil.

November

Jika selama ini saya hanya berkeliling di kitaran Jakarta. Bulan ini saya keluyuran ke BSD, Tangerang Selatan.

Di tempat ini saya menemukan pasar, saya menurut Ade, “Pasar terbaik yang pernah saya datangi seumur hidup!”

Haha. Bagian ini bisa jadi norak.

Satu lagi kenorakan yang saya lakukan secara tidak sengaja adalah bertemu dengan Ben Laksana dan Rara Sekar. What a Life!

Saya suka menguntit kedua pasangan ini di Instagram. Bahkan ketika profil proyek foto mereka dimuat di DestinAsian, saya membeli majalahnya.

Dan saya sangat dekat secara nyata dengan mereka, juga mengobrol langsung.

Baca juga: Ruang Hampa Literasi

Oiya, saya lolos di Workshop Fotografi Taman Ismail Marzuki yang bekerja sama dengan Arkademy Project.

Selain Ben dan Rara, ada juga Yoppy Pieter yang jadi mentor di kelas ini.

Kami menghabiskan dua hari, Sabtu dan Minggu untuk proses pembelajaran. Di akhir, kami mempresentasikan foto yang telah dikerjakan.

Satu lagi yang saya kerjakan di bulan ini adalah proyek akhir dari Danone Blogger Academy 2018 dan diakhiri dengan wisuda.

Baca juga: Bukan Hanya Kita, Pengemudi Ojol Juga Butuh Air Putih

Desember

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Saya tahu, penggunaan kata sangat di kalimat sebelumnya adalah pemborosan.

Tapi, memasuki Desember benar-benar membuat saya tercengang.

Saya hanya berkantor selama 3 minggu. Kami libur tepat tanggal 21 Desember 2018. Belum pernah saya bekerja dan mendapat liburan sepanjang ini. Akhir tahun pula.
Di pertengahan Desember, Danone Blogger Academy merilis buku dari kumpulan-kumpulan tulisan para pesertanya.

Saya pun kini punya 3 buku hasil kolaborasi.

Tidak hanya itu, oleh Danone-AQUA saya berkesempatan untuk mengikuti Circularity Tour 2018 bersama Trinity Traveler. Saya akan cerita tentang ini besok-besok.
Saya sebenarnya bukan orang yang suka membuat rencana dan pengharapan-pengharapan.

Yang jelas, saya seorang yang mengalir saja. Hehe

Namun Ade, teman hidup saya, punya rencana yang sayangnya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkannya.

Atau kamu juga mengalami hal yang sama?

Tidak ada salahnya jika kamu bercerita di kolom komentar agar kita bisa saling menguatkan 😌
Terakhir, terima kasih 2018 untuk hidup yang penuh kejutan. Cheers!
***

Author: Ardan

Hi! Ardan seorang Lifestyle Blogger di Jakarta. Untuk kolaborasi atau sekadar bertanya, Ardan dengan sangat senang dihubungi di email jumardanmuhammad(at)gmail.com 😎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *