Infografis Tipis-Tipis untuk Blogger

belajar-infografis


Jika kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah!

Adagium di atas tentu tidak asing bagi para penulis. Profesi bloger yang kini banyak digeluti orang-orang dari berbagai kalangan pun akan tertohok dengan pecut semangat yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali ini.
Sayangnya, dunia blogging ternyata tidak semudah itu, Ferguso! 😚
Kecanggihan teknologi dan perkembangan internet menuntut para bloger untuk terus belajar dan mengasah diri.

Kemampuan menulis nyatanya tidak cukup. Kini kita telah tiba di mana banjir informasi tidak lagi terelakkan sehingga semua orang mampu menghasilkan konten.

belajar-infografis-untuk-pemula

Meski sempat kuliah desain, saya tidak pernah kepikiran memanfaatkan grafis untuk membuat tulisan di dalam blog lebih menarik. Saya baru menyadari hal ini ketika mengikuti lomba blog yang ketiga kalinya pada akhir 2017 lalu.

Ya, walaupun saya melakukan kesalahan besar dengan membuat infografis dalam bentuk landscape yang ternyata tdak efektif pembacaannya di handphone.

Untungnya, saya keluar sebagai juara ketiga! 😅

Pengertian Infografis

belajar-infografis-untuk-blogger

Beralih ke topik utama, jadi, pengertian infografis adalah istilah yang berasal dari dua kata: information dan graphic.

Informasi ini dapat berupa apa saja, baik pemberitahuan umum atau paparan data.

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa visual lebih efektif menyampaikan pesan jika dibandingkan dengan tulisan. Namun, saya sangsi melihat visual berdiri sendiri tanpa adanya teks yang menyertainya.

Beragam fakta daring menjelaskan orang-orang kini tidak lagi membaca di gadgetnya melainkan memindai. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat distraksi oleh konten-konten lain yang beredar di jagat maya.

Ada beberapa kelebihan infografis yang menurut saya krusial, yakni:

  1. Menarik perhatian pembaca
  2. Memudahkan pembacaan artikel
  3. Memperindah tampilan blog

Itu hanya beberapa menurut saya. Jika kamu ingin tambahkan, silakan ke kolom komentar, ya 😊

Jenis-jenis Infografis

belajar-infografis-untuk-pemula

Pada dasarnya infografis terdiri dari berbagai macam jenis dan semuanya tergantung dari penggunaannya serta kebutuhanmu sebagai bloger.

Namun jika dilihat dari bentuknya, infografis terbagi ke dalam tiga macam: infografis statis, infografis animasi, dan infografis interaktif.

Untuk contoh yang terakhir kamu bisa berkunjung ke Visual Interaktif Kompas.

Nah, selama ini saya hanya membuat infografis statis yang terbagi ke dalam 4 jenis. Apa saja? Berikut ulasannya!

  • Informasi

Gaya infografis yang satu ini merupakan jenis yang paling gampang dibuat. Soalnya, yang perlu kamu lakukan adalah mengumpulkan kata kunci-kata kunci terkait informasi yang ingin ditampilkan, masukkan ke aplikasi pembuat grafis, dan jadi deh!

  • Visualisasi Data

Sementara untuk gaya ini cenderung bikin mumet. Keseharian kita yang berjarak dengan data sebenarnya adalah alasan kenapa infografis visualisasi data terlihat sulit.

Untuk membuat infografis jenis ini, kita perlu memberi perhatian lebih terhadap angka-angka yang muncul.

Beberapa di antaranya sering kali memiliki hubungan. Kumpul angka-angka yang menurutmu penting, beri sedikit penjelasan perihal setiap angka yang muncul, dan susun mereka dalam grafis.

Ada banyak cara menyajikan data, kamu bisa membuatnya dalam bentuk chart atau menampilkan angka saja serta icon atau gambar terkait sebagai pemanis.

  • Perbandingan

Infografis perbandingan tidak seribet visualisasi data. Jenis ini hampir sama dengan informasi. Perbedaannya terletak pada adanya dua informasi yang ditampilkan dalam satu infografis.

Yang jelas, pastikan kedua unsur yang dibandingkan adalah apple to apple. Menariknya gaya ini karena tampilan visual keduanya cenderung kontras sehingga mata akan lebih fokus.

  • Garis Waktu

Duh, infografis jenis ini yang paling berkesan bagi saya.

Tips buat kamu yang ingin membuat infografis garis waktu adalah perhatikan dengan baik penanda waktu yang ada di sebuah tulisan.

Setelah itu, susun manis mereka di dalam aplikasi pembuat infografismu. Terakhir, jangan lupa untuk memberikan sedikit penjelasan (yang penting-penting saja).

Garis waktu ini hampir mirip dengan visualisasi data.

Elemen Infografis

belajar-infografis-untuk-pemula

Lantas, apa saja sih elemen-elemen yang harus ada di dalam sebuah infografis?

Sebenarnya sama dengan sebuah blog post yang terdiri dari judul, pengantar, dan isi, sebuah infografis juga memuat ketiga hal tersebut.

Hanya saja infografis membutuhkan sumber data; dari mana sebuah data tersebut di ambil.

Hal ini untuk memastikan bahwa infografis yang kita buat bukan kaleng-kaleng atau pemanis kehidupan rumah tangga kita.

  • Judul

Bagian ini dibutuhkan sebagai penanda sebuah infografis. Tipsnya, pilihlah judul yang eye-catching serta berbeda dengan judul artikel yang kamu buat.

Oiya, untuk yang satu ini kita juga butuh ilmu Copywriting.

Jangan boros dengan menuliskan kembali judul artikel sebagai judul infografis. Judul ini akan membantu infografis agar bisa berdiri sendiri; misalnya jika dibagikan di akun-akun media sosial kita.

  • Pengantar

Mbok ya, tanpa bagian ini kita akan kehilangan arah. Pembaca butuh sedikit penjelasan tentang masalah apa yang dibahas pada infografis yang kita buat. Semacam kesimpulan tulisan, namun diletakkan di bagian bawah judul.

  • Isi

Berhasil atau tidaknya sebuah infografis dalam menyampaikan pesannya terletak pada bagian ini. Jangan sampai kamu menghabiskan banyak waktu, tapi pembaca tidak menangkap apa-apa dari karyamu.

Di sinilah dibutuhkan kemampuan untuk memilih dan memilah data atau informasi apa yang hendak dimasukkan.

Penggunaan elemen grafis juga memegang peranan penting. Soalnya, jangan sampai isinya sudah bagus tapi grafisnya merusak.

Kalau kata seorang kawan, “Infografis juga butuh rasa dan seni.”

  • Sumber

Nah, apa yang membuat sebuah infografis powerful salah satunya adalah sumbernya. Tanpa sumber yang jelas, pembaca akan ragu terhadap apa yang kita bikin.

Info-info yang kita sajikan serta data-data yang kita paparkan membutuhkan keterangan yang membenarkan bahwa apa yang kita tampilkan adalah benar-benar sesuatu yang valid.

Tampilkan sumber di bagian bawah dengan ukuran huruf yang kecil-kecil saja.

Aturan Pembuatan Infografis

belajar-infografis-untuk-blogger

Untuk memberikan panduan tentang bagaimana cara pembuatan infografis yang benar, saya mencoba menyusun 3 hal penting. Ketiganya bisa kamu terapkan, ubah, bahkan modifikasi.

  • Latar

Tidak sedikit orang yang kesulitan dalam mendesain sebuah grafis. Hal pertama yang dilakukan sering kali adalah dengan membuka aplikasi dan boom! bingung menentukan latar yang akan dipakai.

Tips saya yang selama ini saya gunakan adalah dengan memakai latar berwarna putih terlebih dahulu, jangan pakai warna atau gambar yang terlalu menarik perhatian mata, dan jangan sampai latar grafis lebih menarik sehingga menyulitkan pembaca melihat isi.

  • Warna

Tren warna yang sedang hit akhir-akhir ini adalah warna-warna pastel atau soft. Ada baiknya jika infografis yang kita rancang juga menggunakan warna-warna jenis ini.

Give Customers What They Want!

Tidak hanya itu, hindari penggunaan lebih dari 3 warna agar infografis kamu tidak norak dan membuat pembaca tetap fokus pada isi.

  • Huruf

Duh, saya paham di dunia ini ada banyak jenis dan macam-macam huruf. Namun sama seperti warna, kamu sebaiknya menggunakan maksimal 3 jenis huruf saja. Jika memungkinkan, 1 jenis huruf saja tidak masalah.

Kamu bisa memainkan pilihan bold, italic, atau ukuran sebuah jenis huruf untuk membedakan judul, pengantar, dan isi.

Beberapa rekomendasi huruf yang bisa kamu coba adalah Myrad Pro, Calibri, serta Coolvetica.

Tips Infografis

belajar-infografis-untuk-pemula

Sebagai tambahan, ada beberapa tips yang bisa kamu coba. Sekali lagi, hal-hal ini saya susun berdasarkan pengalaman selama ini.

  1. Gunakan format portrait saja karena mayoritas pembaca menggunakan handphone
  2. Mainkan kata kunci untuk memudahkan dalam memilih dan memilah informasi
  3. Selalu cantumkan sumber
Begitulah kura-kura. Yang pasti, perbanyak referensi infografismu karena ilmu yang satu ini akan terus berubah dan berkembang.

Salah satu tempat untuk mencari referensi dan berburu inspirasi adalah di Pinterest.

Jika kamu seorang bloger yang ingin membuat infografis namun terkendala dengan aplikasi Adobe Photoshop, Illustrator, atau InDesign, tidak ada salahnya jika memanfaatkan Canva.
Kita sudah cukup dibuat pusing dengan perancangan tulisan, jadi kenapa tidak kita menyerahkan urusan pembuatan infografis ke Canva?

Aplikasi daring ini menyediakan berbagai macam gaya dan pilihan template yang siap pakai.

Silakan oleh oprek sendiri karena Canva kini tersedia dalam Bahasa Indonesia. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengembangkan konten blogmu menjadi lebih menarik. Iya kan? 😉
***
Ulasan singkat materi belajar infografis untuk bloger bisa kamu unduh di sini.

Where To Rent a Motorbike in Kuta? Here is The Answer

Kuta Bali Bike Rental

Are you looking for a Kuta Bali bike rental? Well, we are on the same boat.

It was 8 am when we landed at Ngurah Rai International Airport, Bali. Ade and I were looking around and the spot we went directly was a toilet. We had an early flight from Jakarta to Bali and I thought you knew what happens in a human digestive system in the morning?

Landed at Ngurah Rai International we directly asked an officer where the shuttle bus was located. Having a Damri to the city center was the idea that came up before we went to. You know this the cheapest transportation in Kuta, aite? 😀

The fact is public transportation is not Damri as like as at Jakarta but Sarbagita dan there is no on-time-bus at the airport. So, if you are looking for public transportation at Ngurah Rai then you should not.

Kuta Bali Bike Rental
We spent an hour at the bus stop but they do not come. We had some conversations to some rent drivers and got offers to pay them 100.000 IDR to Sanur. It was so expensive compared to fees GrabCar. Hence, Ade asked me to walk to the airport’s gate and did it.

Renting a Motorbike in Bali

Kuta Bali Bike Rental
I found ads from my colleague’s feed on Instagram about renting a motorbike in Bali. It is called By Tripphoria located in Jalan Kubu Anyar, Badung, Bali. Find it on Instagram and I will share it why I recommend them. Or should I share first?
Arrived at the gate of Ngurah Rai International Airport, I directly sent a message to By Tripphoria of how to order their motorbike. They sent me T&C, I replied by sending them my personal data, hotel reservation, return flight ticket—and boom!
I waited just for 30 minutes, the motorbike came, paid the rent cost for 3 days, and we had already on the road of Bali. Easy peasy, aite?
Kuta Bali Bike Rental
Kuta Bali Bike Rental
You know that I paid just 180.000 IDR for 3 days and visited some places around Kuta, Sanur, Tanjung Benoa, and Nusa Dua. Compared to fees taxi or online car it would be more expensive. That was why we rent a motorbike. Most importantly, you will be able to go everywhere.
This is actually not a sponsored post, it is just the way I share you my unexpected experience found the By Tripphoria.

Of what I shock the most is how to return the motorbike. I sent a message of where I have to return the motorbike and got replied to put parking ticket along with motorbike lock in the baggage and parked it on the parking lot. So, I can go back to Jakarta 😆

It happened and there was no problem. If you need the contact of By Tripphoria just drop them message DM. Here is their Instagram account https://www.instagram.com/bytripphoria/ 

***

Tips Menulis Haruki Murakami

tips menulis

Apa tips menulis ala Haruki Murakami?

Dasar-dasar bagaimana cara menulis yang baik akan dengan mudah kamu temukan di What I Talk About When I Talk About Running. Tips ini juga berlaku bagi kamu yang bingung bagaimana cara menulis novel.


Di dalam buku ini, kita akan seolah face to face dengan penulis best-seller Jepang, Haruki Murakami.

Baca juga: Apa yang Haruki Murakami Tidak Ceritakan di Bukunya yang Lain, Diceriakan di Buku Ini.

Secara blak-blakan, dia akan memberi beberapa nasihat yang akan memacumu untuk menulis. Nah, di bawah ini ada tiga tips yang Haruki Murakami bagikan ke kamu:

Seorang penulis harus memiliki bakat.
Iya, hal ini merupakan penekanan pertama dari seorang penulis 1Q84 tentang bagaimana menjadi penulis yang baik. Tidak penting seberapa kuat usaha yang kamu lakukan serta seberapa besar semangat yang kamu punya.
Sebab ibarat kata; semewah apapun sebuah mobil jika tidak terisi bensin, maka tidak akan jalan. Bakat itu, katanya, akan bekerja dengan caranya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan istilah seberapa banyak kita menanam dan yang akan kita tuai.
Jadilah seorang yang fokus.

Setiap pagi, penulis yang telah menerbitkan lebih dari selusin novel ini berkonsentrasi menulis selama tiga hingga empat jam. Dia akan duduk di depan meja kemudian fokus terhadap apa yang ditulisnya.

Di buku ini, Haruki Murakami mengumpamakan bahwa seorang novelis berbakat dengan ide-ide hebat sekalipun kemungkinan besar tidak akan bisa menulis jika ia mengalami sakit gigi. Rasa sakit inilah yang menghalanginya untuk berkonsentrasi.

tips menulis novel

Fokus butuh daya tahan.
Untuk mengimbangi fokus yang dimiliki, kamu juga sebaiknya memiliki daya tahan. Sebagai seorang penulis yang memimpikan untuk punya buku, daya tahan dibutuhkan untuk bisa berkonsentrasi menulis selama misalnya, 3 bulan setiap hari atau malah 1 tahun.
Perumpaan lain yang digunakan Murakami adalah pernapasan.
“Jika konsentrasi hanyalah proses menahan napas, daya tahan merupakan seni untuk mengeluarkan napas dengan tenang dan pelan-pelan sekaligus sambil mengisi udara ke dalam paru-paru.” (hal.88)
Nah, di usia mudalah saat yang tepat untuk mulai mengerjakan ini semua. Sebab pekerjaan menulis bukan pekerjaan yang mudah yang seperti orang-orang pikirkan.

Seluruh proses menulis mulai dari duduk di depan meja,berkonsentrasi, membangun imajinasi dari kekosongan, mengarang cerita, memilih kata yang tepat, serta mempertahankan aktivitas ini untuk tetap sesuai jalur membutuhkan energi yang besar.
Orang-orang mungkin hanya melihatmu duduk dan tidak menggerakkan badan, namun sesungguhnya—papar Murakami “di dalam dirimu terdapat proses kerja yang dinamis dan sangat melelahkan.”

Bagaimana dengan orang yang tidak berbakat namun ingin menjadi penulis?

Kamu dan aku tentu tahu bahwa hanya ada sedikit orang yang benar-benar berbakat di dunia ini. Jika tetap ingin menjadi penulis dengan bakat seadanya bahkan tidak ada, jawaban satu-satunya yang Haruki Murakami punya adalah bangun kekuatan dengan menggunakan usaha yang berlebih. Berlatih secara rutin tanpa henti mampu menggantikan bakat.
Jadi, bagaimana? Kamu masih akan tetap menulis kan?

***

IWasHere: Destinasi Wisata 2018

Kantorkuu tepat di belakangku.
Dari total 100% kehidupan saya di 2017 ini, 55 persennya dihabiskan di kasur, 35 persennya di warung kopi, dan 10 persennya di jalanan. Meskipun saya mengunjungi banyak tempat, tetapkasur saya berikan porsi lebih besar. Karena selain untuk tidur dan membaca, kasur menjadi tempat terbaik bagi saya untuk mengkhayal dan berpikir untuk mengubah dunia.

I’ll start a revolution from my bed adalah lirik OASIS yang selalu saya pegang teguh.

Tapi minggu lalu, IWasHere yang beberapa bulan belakangan ini selalu saya untit media sosialnya hanya untuk membaca cerita-cerita perjalanan, mengumumkan akan mengadakan kumpul bareng akhir tahun 2017 bersama teman-teman pejalannya. Eh, jika kamu mencari referensi, panduan, dan cerita-cerita tak biasa dari sebuah tempat dimanapun di bumi yang bulat ini, maka kamu sebaiknya mengikuti iwashere.id atau unduh aplikasinya di hapemu.

Alamat Kantorkuu

Nah, kemarin sore, dibanding pulang ke kasur usai ngantor, saya memutuskan ke Kantorkuu. Saya sedang tidak typo untuk penulisan Kantorkku, gaes. Kantorkuu adalah co-working space yang mengusung tagar #bettertogether di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan yang jaraknya dekat dari kantorku.

Dibanding mengisi bucket list destinations 2018 karena memang money bucket saya hingga hari ini masih kosong, maka saya memilih untuk membuat 5 cara menentukan tujuan wisata 2018 sebagai berikut:

1. Kenali Dulu Daerahmu

Ini nasehat teman perjalanan yang tampil sebagai pembicara kelima, Faiz Jazuli. Pemuda berdomisili Semarang yang mendirikan Phinemo.com ini merekomendasikan Semarang sebagai tujuan wisatamu di 2018. Bukannya apa, jika sudah di Semarang, katanya, kamu bisa mengakses kota-kota lainnya di kitaran Semarang.
Sebut saja Yogyakarta dengan Pantai Parangtritisnya yang konon cantik di pagi hari sebelum jam 10 pagi, Lasem sebagai pusat peradaban pertama di Jawa Tengah, atau Ambarawa yang punya kereta uap yang lambat namun bisa naik gunung. Di Semarang, kamu bisa berjalan ke Lawang Sewu, melihat gunung-gunung tinggi Jawa di Candi Gedong Songo, atau menunggu dua jam untuk sebuah kuliner bernama Leker.

Baca juga: Ke Jakarta Creative Hub Kita Berangkat

Serupa dengan Faiz, Guri Ridola, pemilik akun @langkahjauh di media sosial juga merekomendasikan  daerahnya sendiri untuk didatangi, yakni Labuan Bajo. Lokasi wisata populer ini, katanya tidak cukup jika hanya didatangi sekali. Bukan tanpa sebab, Labuan Bajo punya dua musim dengan dua sensasi berbeda: musim kemarau yang kekuning-kuningan dan hijau untuk musim hujan. Faiz kiranya benar, kenali dulu daerahmu karena tanpa mengenali daerah sendiri, Guri barangkali tidak akan membuat kita ngeh bahwa Labuan Bajo yang punya laut dan daratan yang sama indahnya itu harus didatangi berulang kali.
2. Ubah Cara Pandangmu
Jika kamu punya rencana bepergian ke suatu tempat hanya untuk berburu isi feed instagram, sebaiknya batalkan. Ubah cara pandangmu terhadap travelling dengan tidak lagi hanya melihat pada first layer/first stop sebuah tempat. Hal ini disinggung oleh Fransiska Anggriani, editor-in-chief Majalah Panorama, yang jadi pejalan pertama yang bercerita tentang Udon Thani yang sangat cantik dengan bunganya, kamu harus googling lebih lanjut tentang ini! Arsya atau @socialjunkee mengelaborasinya dengan adagium Insightful Travelling. Orang-orang sebaiknya tidak lagi bertanya kemana? Tapi yang lebih penting adalah apa dan bagaimana.

Nah, untuk menjawab apa dan bagaimana tersebut, Arsya yang punya tujuan kemanapun ke UK di 2018, menerangkan bahwa yang kita butuhkan adalah tetap berjalan kemanapun itu, mendengarkan orang-orang di sekitar kita, dan berbincang dengan mereka. Gali lebih dalam dan dapatkan cerita-ceritayang akan memberikan kita sebuah sudut pandang baru dalam melihat sesuatu.
Eh, pada bagian ini, menurut saya agak klise. Hehe

Foto saya hanya ini coba?!
Bukannya apa, cerita-cerita yang dibagikan oleh teman-teman pejalan ini tidak mau saya lewatkan sedikitpun.
Sementara kemampuan saya mengambil gambar sambil menyimak orang bercerita belum bisa diseimbangkan.

3. Ambil dan Berikan

Setelah cara memaknai travelling kita berubah, selanjutnya kita akan digiring pada istilah take and give. Nisa dari noesa.co.id dan Jonathan dari travacello.com ada bukti dari pejalan yang tidak hanya mengambil dari tempat yang didatangi, namun juga memberi sesuatu.
Bermula dari kunjungannya ke Maumere, Nisa yang berlatar belakang pendidikan desain grafis ini jatuhnya cinta dengan tenun ikat di Watublapi. Filosofi tiap pola dan perwarna alam yang digunaka menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilik brand Noesa ini. Dia pun menghabiskan 4 bulan untuk tinggal dan belajar cara membuat kain tenun tersebut untuk dikembangkan menjadi produk-produk yang dapat digunakan oleh anak-anak muda.
Pun dengan Jonathan, yang karena keseringan melancong ke daerah Indonesia Timur kemudian terantuk pada masalah sarana dan prasarana anak-anak di sana dalam pendidikan—sepatu salah satunya. Founder Travacello ini pun menginisiasi #Shoes4Hope dengan rombongan wisatawan yang dibawanya. Jadi, selain mengunjungi spot-spot wisata eksotis, mereka akan disisihkan waktunya sehari dengan berbagi langsung kepada anak-anak di sekolah dasar.

Fix! Sampai di sini, saya terharu dengan tujuan mulia tadi. Barangkali Dayu Hatmanti yang bertindak sebagai host yang kocak malam itu juga terharu. Iya nggak, mbak? :’)
4. Melawat ke Timur
 “Kalau Anda punya waktu dan uang, datanglah ke Timor Barat,” Kelik Sumarahadi.
Kalimat ini berulang kali diulang oleh Kelik dari Spektakel.id. Saya menganga ketika mendengar cerita tentang Suku Boti di yang cinta damai. Orang yang mencuri di sana, anggaplah seekor ayam, jika tidak terbukti mencuri, maka akan diberikan 10 ekor ayam oleh para dewan adat. Listrik adalah fasilitas yang meskipun diberikan oleh pemerintah, tapi mereka menolak untuk menggunakannya.

Jika sudah begitu, saya rasa, kita bisa rehat dari dunia maya yang begitu bising. Istilah Guri, “Menjadi makhluk sosial tanpa media sosial.”
Dan, oh ya, dari total tujuh orang pejalan yang berbagi cerita, empat orang di antaranya merekomendasikan untuk melawat ke Timur Indonesia. Lanskap darat dan laut yang cantik serta orang-orang yang ramah dengan kebudayaan yang menarik untuk dipelajari adalah salah dua dari alasan kenapa 2018 sebaiknya kita menyisihkan waktu untuk berkunjung ke sana.

5. Jadilah Relawan

Apalah arti diskusi jika tidak ada tanya jawab. Dayu, diakhir diskusi menyilakan teman-teman untuk mengajukan pertanyaan. Sebuah pertanyaan tentang rekomendasi festival mana yang sebaiknya dikunjungi di 2018 oleh tipe orang kelas menengah dan menyukai budaya.
Dari samping seorang laki-laki ditodong untuk maju menjawab pertanyaan tesebut. Dayu yang ayu memperkenalkannya sebagai @kartuposinsta. Dia pun, Ken, memberikan sebuah cerita yang tak pernah saya sangka: jadilah relawan!
Foto dari  IWasHere
Tahun lalu dia menjadi relawan di Toronto International Film Festival dan New York Film Festival karena kecintaannya pada film. Meski tidak dibayar, dengan menjadi volunteer kita akan memiliki akses untuk menonton film-film bagus, bertemu dengan artis-artis dunia, dan punya kesempatan mengeksplor kota yang didatangi. “Sebaiknya, jika ingin merencanakan liburan, ada baiknya mencari kegiatan yang membutuhkan relawan,” tutup Ken yang tahun lalu berswafoto dengan Angelina Jolie di Toronto International Film Festival.
Eh, atau jadi relawan di festival film di luar negeri agak berat ya?

Menurut Kelik, kamu saja kok main ke festival film dalam negeri, Festival Film Purbalingga (FFP) salah satunya. Selama tiga minggu, FFP punya program Layar Tanjleb yang akan berkeliling ke desa-desa (ingat jangan gengsi dengan kata desa, ini bukan tentang kemana loh ya) di 4 kabupaten di Banyumas; Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, dan Cilacap. Menariknya, sebelum menonton di tiap desa yang disinggahi, kita akan disajikan ritual desa setempat.

Jadi kemana destinasi wisata 2018-mu?

Windy Ariestanty yang tampil diakhir memberikan satu alternatif; Ipoh di Malaysia yang letaknya berada di antara Kuala Lumpur dan Penang. Sekira 10 menit, saya larut dalam cerita Mbak W, ternyata selain bahasa tulisannya yang bagus, bahasa lisan salah satu penggagas IWasHere ini juga tak kalah menarik. Saya tidak akan melanjutkan cerita tentang Ipoh karena keseluruhan ceritanya telah dituliskan di IWasHere, unduh aja!

Oiya, dari total 100% kehidupan saya di 2018 mendatang, saya terpikir untuk menghabiskan 55 persen di jalanan, 35 persen di warung kopi, dan 10 persennya di kasur. Kamu?

Toraja Sapan, the taste afterward

Foto: Jumardan Muhammad
Well, I do grateful as I had a chance to drink a real coffee that I made by myself. In some years, I used to enjoy a cup of Kopi Kapal Api in my daily activities (shame on me). A good friend of mine and I went to a small coffee shop two last week ago at Jalan Bali—Double Shot. This place produces many great baristas in Makassar, by the way.

“I need some coffee,”
“How much? We just have Sapan today”
“Hm.. merely 100gr it is okay”
“Do you need to be ground?”
“Yeah”

It did not take too much time and my coffee was ready to pick up. I paid Rp 28.000 for the coffee and thanked her. At once, I bought 100gr Toraja Sapan and smell it at home. The smell was totally fragrant. It was a real coffee I thought.

Before the age of modern coffee, I grew up with a coffee farmer grandmother because she has a coffee garden at Buntu Pema, Enrekang. Unfortunately, I never paid attention to it. You know, several years ago, a modern coffee did not exist. Inhabitants just drunk coffee like usual—boiled water, poured and stirred it, and it was ready to deserve. But in today’s world, there are many ways to drink a cup of coffee, everyone seems like a coffee expert and many coffee shops open then.

Foto: Jumardan Muhammad

Getting two benefits from a cup of black coffee:

Sleepless:
A year ago I had a bad habit to sleep in the morning after taking a bath. It was extremely annoying for me since I will be able to do anything in the morning due to feeling sleepy I passed many activities. As I started having a cup coffee in the early morning, I have lost that feeling until afternoon.

More Concentrated:
Lately, I love to get up at 3 AM, writing, reading, and daydream. Thanks to a cup coffee I have a more concentrated brain. I do not know why it happens but for sure there is a distinction when drinking other watery drinks rather than drinking black coffee. In addition, there is a similar way between getting concentrated and bursting adrenaline after having a cup of coffee. It encourages new ideas well.

Although I spent much money to pay a great cup of coffee at a coffee shop I never made it by myself. After buying Toraja Sapan, I did by myself and found the taste was totally different. In an early morning, I made Toraja Sapan for myself for the first time. Opening its packaging the smell was so tasty and it was continuing after pouring, string, and deserving it. What is more, when drinking it I felt like the taste was bold and it was totally different with Kopi Kapal Api (I look like a coffee expert now). There are two kinds of coffee—arabica and robusta. I won’t explain it as you can easily find a ton of information about it on the internet.  Toraja Sapan which I had was arabica and the place where they were coming was a small village Sapan, North Toraja South Sulawesi.

If you type Toraja Sapan on google you will find that this is the one of the greatest coffee over the world. I do not mind why this coffee which comes from a small village has a prominent name. Oh, my water boiled and I have to make my own coffee now. I’ll catch you on another coffee!

Banyak Cara Menuju Kampung Inggris

kampung kediri

“Ada sebuah desa dimana seluruh orang-orang yang ada di dalamnya berbahasa Inggris. Bahkan penjual bakso atau penjaga warung. Jika kamu ingin memesan makanan dan tidak dalam bahasa Inggris, maka kamu tidak akan dilayani. No English, No Service!”

Belajar Bahasa Inggris

Adagium ini telah mendengung di telinga saya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kamu tahu? Hal membanggakan di dunia ini pada masa-masa itu adalah kamu bisa berbahasa Inggris.
Pencapaian tertinggi selanjutnya adalah bisa berpidato dalam bahasa Inggris. Mulai dari wali kelas hingga para orang tua menuntut kami untuk bisa berbicara dalam bahasa internasional tersebut.
Saat duduk di bangku kuliah, sekira akhir semester lima—Mayang, teman sekelas saya mengajak ke kampung Inggris. “Sebelum lulus kuliah kita harus bisa berbahasa Inggris, Ayomi!” katanya. Saya bergeming, tidak tertarik.

Di April 2016 saya akhirnya di wisuda. Seminggu setelahnya saya mengambil kelas TOEFL Preparation di Pusat Bahasa Universitas Hasanuddin. Saya menghabiskan sebulan belajar di sana, namun hasilnya mengecewakan. Skor saya hanya berkutat di 450.

Akhirnya, saya tiba pada pada kesimpulan, “Saya salah langkah!” Jadi begini, sebelum memasuki kelas persiapan TOEFL ada baiknya kamu mengambil kelas Grammar mulai dari nol, iya, mulai dari nol seperti mas-mas pom bensin bilang.

Karena seperti yang saya alami, jika tidak dimulai dari dasar kita akan kebingungan. Ibaratnya, kamu akan kewalahan berlari jika tidak bisa berjalan. Iya gak sih?

Nah, bagaimana cara ke Kampung Inggris?

Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai kursusan bahasa Inggris di Makassar, saya memantapkan jiwa untuk ke Kampung Inggris. Bukannya apa, rata-rata harga kursusan di Makassar mencapai 3 juta dalam 16 kali pertemuan, pertemuan hanya tiga kali seminggu. Artinya tidak intens.

Saya sebagai orang yang tidak bisa fokus pada satu hal dan memiliki ketertarikan besar pada hal-hal lain yakin bahwa uang sebanyak itu akan terbuang percuma jika saya tidak fokus dan intens belajar. “Dibandingkan dengan belajar Kampung Inggris, kamu bisa menang banyak,” rayu Ammar, seorang teman yang saat itu sedang belajar di sana.

Baca juga: Ada Car Free Day di Kampung Inggris

Nah, awal Juni 2016, untuk pertama kalinya saya tiba di Kampung Inggris. Menjelang pukul 4 sore saya tiba di Bandara Juanda Surabaya. Saya mendapat nomor telepon mobil jemputan untuk ke Kampung Inggris dari Ammar. Sudah saya pesan sehari sebelum keberangkatan.

Namun sialnya si mas sopir itu mengoper saya ke sopir lain yang sedang mangkal di parkiran bandara. Jadilah saya lama menghabiskan waktu di bandara Surabaya. Dibandingkan dengan Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Juanda ini boleh dibilang jauh tidak rapi.

Bagaimana mungkin sebagian parkiran bandara dipenuhi oleh mobil penumpang berplat hitam? Jatuh-jatuhnya terlihat seperti terminal gelap. Saya harus menunggu hingga pukul 8 untuk berangkat ke Kampung Inggris karena si sopir harus menunggu mobilnya penuh oleh penumpang. Dan di awal, hanya ada saya berdua dengan mas-mas yang katanya tinggal tidak jauh dari Kampung Inggris.

Oke, cukup curhatnya. 
belajar bahasa inggris
Menumpangi mobil yang ada di parkiran Bandara Juanda Surabaya merupakan salah satu cara menuju Kampung Inggris jika kamu tidak menelpon mobil jemputan.

Saat keluar dari pintu kedatangan, yang perlu kamu lakukan adalah berjalan ke arah jam sepuluhmu, menuju parkiran sebelah barat. Di sana kamu akan menjumpai mobil yang mangkal. Tanyakan saja kepada orang-orang yang berada di situ, mana mobil yang lewat Pare Kampung Inggris.  Biayanya Rp. 90.000,-

Alamat Kampung Inggris

Oiya, Pare itu adalah sebuah nama kecamatan di Kabupaten Kediri. Sedangkan Kampung Inggris berada di Kecamatan Pare—tepatnya Desa Tulungrejo. Waktu tempuh dari Bandara Juanda Surabaya ke Kampung Inggris 4-5 jam jika tidak macet.

Di akhir November 2016 saya sempat main ke Jakarta dan kembali ke Kampung Inggris dengan menempuh cara kedua—menelpon mobil jemputan. Eh, mobil jemputan akan terdengar aneh karena orang-orang menyebutnya travel. Saya masih menyimpan nomor travel yang saya gunakan saat itu, ini Doping Travel 081333109300 dan Nassai Travel 082337700079.

Saya merekomendasikan dua travel ini karena kamu tidak akan ditelantarkan seperti yang saya alami saat menggunakan travel lain. Ongkosnya Rp. 100.000,-. Jika kamu rempong gara-gara barang bawaan dan tidak mau repot, ada baiknya menggunakan cara ini.

Kamu cukup menelpon nomor tersebut dan kemudian akan disuruh mengirim sms berupa nama, asal, dan jam kedatangan kamu. Pastikan kamu mengirimnya sehari sebelum kamu tiba di bandara Juanda agar mereka mereka bisa mengatur penjemputanmu.

Nah, cara ketiga yang pernah saya tempuh adalah memperpanjang perjalanan. Jika sedang tidak buru-buru dan ingin jalan-jalan, kamu bisa menggunakan Patas Rukun Jaya. Caranya, keluar dari pintu kedatangan bandara, berjalanlah ke depan hingga menemukan shuttle bus Damri. Naik dan duduk manislah di Damri hingga busnya singgah di Terminal Bungurasih.

Biaya naik Damri adalah Rp. 30.000,- Butuh sekira 20 menitan untuk sampai di terminal tersebut, jika tidak macet. Sampai di sana, yang kamu perlu lakukan adalah berjalan mengikuti orang-orang untuk masuk ke ruang tunggu terminal. Dari situ kamu akan bisa melihat bus Patas Rukun Jaya.

Jika kamu bingung, bertanya saja dengan petugas terminal yang berseragam dinas perhubungan. Oiya, saat turun dari Damri berhati-hatilah dan jadilah cuek karena kamu akan menemui banyak mas-mas yang menyambut kedatanganmu bak selebriti yang ditodong oleh para penggemarnya. Abaikan saja mereka karena tujuanmu adalah menemukan Patas Rukun Jaya.

Di bus kamu akan didatangi kondektur, bilang saja mau turun di Tulungrejo Kampung Inggris dan kamu akan dimintai bayaran Rp. 15.000,-. Jika sudah sampai kondektur bus akan teriak-teriak Kampung Inggris, kok.

Jangan khawatir, kamu akan diturunkan di perempatan yang ada pos polisinya. Di sana akan ada banyak becak motor yang berjejer menunggumu dan siap mengantarmu ke tempat tujuan. Ongkosnya bisa Rp. 10.000,- jika pandai menawar.

Biaya ke Kampung Inggris

Banyak cara menuju Kampung Inggris dari Bandara Juanda Surabaya,  namun jika dihitung dari segi pengeluaran, tampaknya cara terakhir adaalah cara paling murah. Bonusnya, kamu akan melihat banyak tempat dan bertemu banyak orang. Ada lagi, kamu bisa singgah makan soto ayam di terminal Bungurasih atau apapun yang kamu mau.

Di sana, makanannya murah dan enak. Aduh, membayangkannya saya jadi lapar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

***

Jangan Buang Screen Sablonmu!

“Saya adalah tipe manusia yang tidak bisa fokus. Mengerjakan sesuatu suka setengah-setengah; kadang terhenti di tengah jalan (tanpa ada niat melanjutkannya karna menemukan pekerjaan lain yang nampaknya jauh lebih asyik), kadang terhenti beberapa waktu dan lanjut lagi, namun ada juga yang terselesaikan tanpa menunggu waktu yang lama.”

Sekira awal tahun lalu, saya dan kekasih iseng memproduksi totebag sendiri. Proyek senang-senang yang mandek. Blognya di sini. Haha! Kainnya kami hunting di pasar sentral, kemudian saya sablon, dan dijahit oleh kekasih. Kegiatan ini hanya berlangsung beberapa bulan.

Awal tahun ini, tepat ketika liburan semester dimulai, saya kemudian membersihkan rumah. Berniat membuang semua barang-barang tak terpakai. Namun di sebuah sudut, saya menemukan perlengkapan alat sablon yang tertutupi oleh kertas-kertas, termasuk screen sablon. Jika tinta-tinta sablon yang telah mengeras rela saya buang, lain halnya dengan screen sablon, terlalu sayang jika dibuang.
Mengingat tembok-tembok di dalam rumah kosong melompong, kenapa tidak screen sablon yang menumpuk itu saya jadikan wall decoration? Toh, sudah berbentuk bingkai?

Mengubah screen sablon menjadi bingkai membutuhkan hanya membutuhkan sedikit kesabaran. Sebab, setelah mencabuti kain screen dari baloknya, hal membosankan selanjutnya adalah mencabuti satu per satu anak hekter dari balok. Ini sebenarnya bagian penting, agar tak terlihat seperti jerawat di wajahmu yang putih.

Oiya, akan ada banyak  serabut kayu yang muncul akibat mencabuti anak hekter tadi, tapi tenang, kita hanya butuh dua tiga lembar amplas untuk menghaluskannya. Setelah diamplas, barulah kita bisa mengecatnya dengan warna sesuka hati. 

Cetak foto terbaik yang akan dipajang, bisa juga cetak quote dari film-film inspiratif yang pernah dinonton atau quote dari buku-buku kesukaanmu, terserah. Oiya, untuk tali penggantungnya saya menggunakan benang rajut yang ditempel menggunakan lem lilin. Sementara penjepitnya saya gunakan wooden clip. Alternatif dari penjepit kayu adalah penjepit kertas. Tapi eh, terserah mau dijepit pakai apa.

Sekali lagi, mengubah screen sablon menjadi dekorasi dinding ini hanya butuh kesebaran dan konsistensi. Jika diseriusi, mungkin dapat selesai dalam dua atau tiga hari, namun saya menghabiskan hampir dua puluh delapan hari untuk melihat barang yang hampir dibuang ini menjadi barang yang memanjakan mata.