Essay

Perjalanan Pulang

May 30, 2013



Akhir 2012 saya bertemu dengan penulisnya. Pertengahan 2013 baru kemudian membaca buku Baju Bulan-nya yang merupakan kumpulan puisi pilihannya. Malam ini, saya bertemu sebuah naskah puisi yang dia tulis dan terbitkan di tahun 1991 di majalah Horison. Saya kelahiran 1992. Oh! Betapa karya-karya memang adalah pelampaun batas dan pembuktian eksistensi seorang manusia.

Semoga akhir bulan depan saya masih bisa bertemu dengannya, Joko Pinurbo di Makassar International Writers Festival 2013.

"Selamat Menunaikan Ibadah Puisi!" Joko Pinurbo.

Graphic Design

Modernitas dan Postmodernitas

May 17, 2013





Modernitas adalah sebuah upaya terbaru, mutakhir; sikap dan cara berpikir serta bertindak seesuai tuntutan zaman.  Sedangkan postmodernitas adalah gerakan kebudayaan yang berusaha mengingkari modernitas. Dan ketika diterjemahkan secara harfiah, psotmodernitas berarti setelah modernitas.

Menjawab pertanyaan bahwa apakah setelah di era postmodernitas segala segala jejak-jejak modernitas ini lenyap sama sekali tanpa bekas? Atau modernitas kehilangan kemampuan kritisnya? Sehingga ia tidak mampu lagi menemukan tujuan teologis dan utopis.

Menurut saya ketika berada di era postmodernitas jejak-jejak modernitas tidak akan menghilang. Postmodernitas adalah kelanjutan dari modernitas sekaligus melampaui dan mengingkari modernitas. Bahkan justru modernitas inilah yang dijadikan sebagai bahan acuan dalam pengisian era postmodernitas. Contoh konkret yang bisa kita lihat adalah iklan shampoo merk Dove. Selama ini iklan shampoo yang telah ada sebelumnya hanya menggunakan perempuan berambut hitam dan panjang. Namun sekarang, perempuan berambut pendek pun dijadikan sebagai model iklan shampoo Dove. Begitu pula iklan rokok, kadang tema yang diangkat dari iklan rokok tidak menggambarkan iklan rokok tersebut melainkan tema politik dan sosial.





Salah satu ciri utama postmodernitas adalah pluralism. Perbedaan sangat dijunjung tinggi dan persamarataan sangat diharamkan karena akan menghasilkan kemonotonan. Lepas estetika, dari persepsi tentang keindahan menuju pluralisme makna. (Widagdo, 2005)

Lantas, apakah di era postmodernitas tidak lagi ditemukan tujuan teologis dan utopis? Jawabannya tidak. Sebab, dasar dari sebuah postmodernitas adalah percampuran antara macam-macam tradisi dan masa lalu.

Essay

ORANGEFEST, sebuah perayaan kreatifitas.

May 10, 2013


"Loh, emangnya di Makassar ada desain grafis juga?”

Adalah sebuah “tamparan” ketika bulan lalu mendapati  balasan via bbm dari panitia Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia ke 10 yang juga berstatus sebagai mahasiswa desain komunikasi visual Institut Kesenian Jakarta. Mereka membalas pesan ketika saya menanyakan prosedur keikutsertaan dalam KMDGI X yang berlangsung di Galeri Nasional, April lalu.

Blog Archive

Be with us on Facebook

We are part of

Lisensi Creative Commons
This blog is licensed under a Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional License For commercial purposes, Let us know 😊