Essay

Toa di Persimpangan Jalan

December 09, 2015

ilustrasi oleh : Herman Pawellangi
Salam satu hati! Bla bla bla dan.. Hompimpa!

Lampu merah kemudian menghijau bersamaan dengan bunyi klakson kendaraan dan motor berknalpot racing yang digas-gas seolah sedang start di sirkuit MotoGP. Brumm.. Brumm.. Pip..pip.. Piiiip.. Bruummm…

Cafe Reviews

Food Photography : CSPOT ICE CREAM

December 08, 2015










Hai! Dua bulan lalu tempat makan es krim teman saya buka. Ini adalah cabang keduanya setelah enam bulan sebelumnya buka di Palopo, salah satu kotamadya di Sulawesi Selatan, jaraknya sekira 372 kilometer dari Makassar. Butuh sebulan untuk merapikan segala isi tempat makan ini. Termasuk buku menunya. Ada 15 macam menu. 11 menu di antaranya berbahan dasar es krim. 3 di antaranya adalah minuman tanpa es krim. 1 lagi adalah burger, jelas, menu ini tidak berbahan dasar es krim.






Sesekali, mampirlah ke tempat ini. Alamatnya di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 172. Jika kamu dari arah Tamalanrea, letaknya sebelah kiri jembatan layang, setelah Universitas Bosowa. Jika dari arah jalan Pettarani, letaknya sebelah kanan jembatan layang. Tempatnya nyaman, serasa berada di rumah. Oiya, jika takut manis, tenang, menu yang ditawarkan memiliki kadar kemanisan yang rendah. Maksud saya, kamu tidak akan menghentikan makananmu karena kemanisan, tapi kamu akan melahapnya sampai habis dan setelah itu akan (minta tambah) kekenyangan. Percaya saya, sebab saya pun tidak terlalu suka dengan makanan manis. Bukankah yang manis-manis dapat menyebabkan diabetes? Lagian wajah kita sudah cukup manis, kan?

Akun Official :
Facebook : https://www.facebook.com/cspotice/
Twitter : https://twitter.com/cspotice
Instagram : https://www.instagram.com/cspotice/



Essay

Makassar Mencakar Langit

September 26, 2015

Salah dua jalanan Makassar yang saya lalui ke kampus yang menurut saya tidak cukup memanusiakan manusia adalah Jalan Rappocini Raya dan Jalan Manuruki Raya, selain Jalan Pettarani (karena di ujung menuju Jalan Alauddin bertebaran penjual es kelapa, bikin adem). Penandanya begini :

Art and Design

Catatan Pertemuan II : Workshop Penulisan Kritik Seni Rupa Makassar Biennale 2015

September 07, 2015


Suasana pertemuan II workshop penulisan kritik seni rupa Makassar Biennale 2015. Foto : @jumardanm
Nostalgia tentang kain hitam yang menjuntai di pinggir mulut ember yang diletakkan di atas meja di tengah-tengah lingkaran para siswa kembali hadir, hal ini terjadi ketika saya masih duduk di kelas dua bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sengkang, Wajo. Dalam seminggu kami mempelajari teknik menggambar selama dua jam pelajaran (2x45menit) pada mata pelajaran Kesenian. Kadang kami harus keluar kelas untuk menggambar objek apa saja. Pada 3 bulan pertama kami akan dijejali dengan teknik arsir menggunakan pensil 2B, setelah ujian tengah semester, kami akan  diwajibkan menggunakan pastel dan cat air.

Exhibition Reviews

Belajar, Bermain Bersama Benang Baja

August 15, 2015

Foto: Jumardan Muhammad
“Dang, sini dulu, liat ini!”
“Apa? Mana?”
“Perhatikan hidungnya, berhidung babi, badannya bersayap. Yang ini lagi, tungkai bawah manusia yang tengah berlutut, muncul pucuk daun. Lucu-lucu.”


Baca Buku

Menjadi Kekinian di Novel Akhir Abad 19

July 29, 2015

Remy Sylado

Kenapa banyak judul foto pakai bahasa Inggris?” kekasih saya menceritakan pertanyaan seorang kurator dalam pameran foto yang dia ikuti. Kiranya pertanyaan ini menohok, sebab, apa iya kosakata bahasa Indonesia terbatas?

Essay

Sehat di Usia Lanjut

May 24, 2015



“Gila-gila itu, jangan mako bati-bati (tidak usah pedulikan),” seorang lansia sontak menegur Ade, mahasiswi keperawatan, ketika meneriaki Abang.
“Gila-gila kenapai, Nek?” tanya Ade sambil tertawa.
“Meninggal anaknya, anaknya yang satu tinggal di Antang, jarang datang. Berdua mami (saja) istrinya di rumahnya,” jawab lansia lain.

Essay

Tidur dan Pertanyaan Berulang

May 16, 2015



Mama sedang dalam perjalanan pulang pagi ini. Menuju kota tempat ia mengajar. Di angka yang melingkar di pergelangan tangan kananku saya melihat angka sepuluh. Kali ini ia tidak sendiri. Ada bapak yang menemaninya. Ini adalah kali kedelapan kedatangannya menemui dua orang anaknya yang sedang kuliah di kota lain selama lima bulan terakhir dan ini adalah rentang waktu paling intensif mama berkunjung.

Art and Design

Jangan Buang Screen Sablonmu!

February 27, 2015

"Saya adalah tipe manusia yang tidak bisa fokus. Mengerjakan sesuatu suka setengah-setengah; kadang terhenti di tengah jalan (tanpa ada niat melanjutkannya karna menemukan pekerjaan lain yang nampaknya jauh lebih asyik), kadang terhenti beberapa waktu dan lanjut lagi, namun ada juga yang terselesaikan tanpa menunggu waktu yang lama."

Sengkang

Panjang Umur, Mama!

February 08, 2015

Foto ini diambil di perwakilan mobil ketika kami akan berangkat ke Makassar.

"Tuhan sedang membersihkan saya dari dosa-dosa. Ini adalah cobaan yang memberi banyak saya pelajaran," mama.

Art and Design

Semester Tujuh, Semester Penghabisan

January 22, 2015


Kerja-kerja akademik enam bulan terakhir ini saya habiskan dengan tiga orang teman, kami tergabung dalam agensi periklanan (baca: kelompok kerja) yang diberi nama JHEM. Dibentuk akhir November 2014, berempat, kami harus menyelesaikan dua dari empat mata kuliah yang diprogramkan di semester tujuh. Berikut hasilnya :

1.Periklanan II
Mata kuliah Periklanan I yang diprogramkan di semester lalu telah menempa kami menjadi pribadi yang kuat, kuat brainstorming sendiri, kuat mengongkosi tugas sendiri. Haha. Di Periklanan II kami dibentuk menjadi agensi periklanan, yang terdiri dari creative director, art director, copywriter, & team player. Sebuah proses belajar yang sangat menantang! Big applause untuk dosennya, Irfan Arifin. Berikut uraian tugasnya :

Seorang klien dari sebuah fakultas di perguruan tinggi yang sedang berkembang ingin dibuatkan iklan menarik mengenai tiap jurusan yang ada di fakultasnya. Jenis media yang diinginkan adalah media cetak (teknik fotografi yang diejawantahkan melalui ruang tak terpakai yang tersedia di fakultas) dan media videografi. Klien membuka kesempatan kepada biro iklan yang ada untuk mengadakan audiensi untuk membicarakan project iklan tersebut. 

JHEM kemudian mendapati tugas untuk mengiklankan jurusan seni tari di Fakultas Seni & Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar. Ide yang kami tawarkan sederhana, konsep fotografi  pemotretan indoor dengan objek seorang penari yang mengenakan kostum tari kreasi. Prosesnya telah saya post di produksi fotografi iklan. Hasil foto kemudian diejawantahkan di tembok fakultas yang tidak dimanfaatkan dan untuk pemasangannya kami tetap menghindari untuk merusak tembok yang ada. Di samping tembok kami menyediakan bangku. Konsep bangku dibuat menyerupai tungkai bawah penari kontemporer.




Proyek (baca: tugas) ini dikerjakan selama enam bulan, menghabiskan biaya kurang lebih 4jt dan melibat beberapa orang profesional dengan latar belakang keahlian berbeda untuk eksekusinya. Dari sini, mahasiswa yang memrogramkan mata kuliah ini makin fasih mengatakan bahwa kuliah di DKV mahal. Mahal ide, mahal ongkos eksekusi tugas. Haha. Oiya, berikut video iklan yang kami buat :


"Kerjakan tugas kuliahmu semaksimal mungkin untuk dijadikan portofolio yang akan diajukan ke klien!" M. Arief Budiman. 

2. DKV V
Melanjutkan kelompok kerja JHEM kami kemudian ditugasi untuk mengerjakan website FSD UNM secara penuh di mata kuliah DKV V. Dan ini memaksa kami untuk belajar bahasa pemrograman. Haha.



Teman saya Handi, melontarkan ide penerapan teori golden ratio dalam pembuatan website. Setidaknya, ini menjadi pembeda dari kelompok lain yang ditugasi website yang sama. Warna merah yang kami pilih setidaknya mampu membangkitkan emosi positif dan menimbulkan kegembiraan, merunut dari psikologi warna merah.

Ketika mengerjakan tugas yang sama, bukankah kita harus berbeda agar mampu terlihat?







Beberapa comtoh tampilan grafis laman web FSD UNM.

Kedua mata kuliah ini telah menyita pikiran dan uang lebih dari mata kuliah yang lain. Namun, semuanya impas ketika laporan telah dijilid rapi dan diserahkan ke dosen pengampuh mata kuliah. Semester ini tidak hanya melulu melontarkan sebuah ide, tapi juga mengeksekusi hingga mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah karya, yang kemudian dipertanggungjawabkan. Semester ini, semeter tujuh, memang menjadi semester penghabisan, penghabisan materi, penghabisan belajar dalam kelas. Sebab, separuh dari teman se-angkatan saya yang jumlahnya hanya 30-an orang akan menghabiskan semester delapan mereka dengan tugas akhir.