Seperti Rindu, Plastik Tak Boleh Dimusuhi

October 20, 2018

plastik

Seumpama rindu yang tak berujung, seperti itulah permasalahan plastik yang kita hadapi hingga hari ini. Bukan untuk memusuhi, tapi untuk mencoba bijak terhadap plastik.

Tahukah kamu apa penemuan terbesar manusia sepanjang sejarah? Yap, bola lampu.

Eh, salah ding! Penemuan tersebut adalah plastik. Pasalnya, jika kamu memerhatikan sebuah bola lampu, maka pada bagian luar insulation dan screw thread contact terbungkus oleh plastik.

Oh, ini masalah berat. Kamu tidak paham? Oke, bagaimana kalau kita ganti menjadi tupperware mama?

Tahukah kamu tupperware terbuat dari plastik low-density polyethylene (LDPE atau plastik tipe 4) dan polipropilene (PP atau plastik tipe5)?

Kedua bahan plastik ini aman untuk digunakan secara berulang-ulang sebagai wadah makanan. Itu hanya dua contoh kecil penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari 😉

Apa itu plastik?

Bagi kamu yang sering bertanya, plastik adalah senyawa polimer di mana kata polimer terbagi ke dalam dua kata, yakni poly yang berarti banyak dan meros yang berarti bagian. Secara umum, plastik terdiri dari polimer karbon atau terdiri dari oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang.

Apa kelebihan plastik?

Setidaknya, ada beberapa sifat yang merupakan kelebihan plastik sehingga akrab dengan kehidupan kita hari-hari. Beberapa di antaranya, yakni:
  1. Bisa dibentuk sesuai keinginan
  2. Tahan terhadap kotoran
  3. Tahan terhadap perubahan
  4. Daya tahan yang kuat
  5. Persisten dan resistan terhadap korosif
  6. Konduktivitas listik dan panas yang rendah

Apa jenis dan manfaat plastik?


Plastik bukan hanya kantong kresek dan sedotan yang kita gunakan saat minum-minum cantik di kafe. Plastik terdiri dari beberapa jenis sehingga kita pun kadang samar dengan kebedaraannya.

Nah, apa saja jenis-jenis plastik dan bagaimana penggunannya? Berikut daftarnya:

  1. PETE (Polyethylene Tetrapthalate) digunakan pada botol minuman soft drink, minyak goreng, bungkus kecap, dan obat.
  2. HDPE (High Density Polyethylene) dipakai untuk botol susu, cairan, botol air kemasan, kantong belanja, dan tutup plastik.
  3. PVC (Polyvinyl Chloride) dimanfaatkan pada bahan baku pipa, mainan, ember, dan mainan anak-anak.
  4. LDPE (Low Density Polyethylene) digunakan pada botol madu, wadah yogurt, kantong kresek, serta plastik tipis.
  5. PP (Polyprophylene) dipakai untuk cangkang baterai dan tutup botol.
  6. PS (Polystyrene) dimanfaatkan pada komponen listrik atau elektronik serta wadah makanan siap saji.

Masalah plastik

plastik

Permasalahannya sebenarnya tidak terletak pada si plastik. Hal ini terkait dengan pengelolaan sampah plastik yang tidak tepat. Pengertian sampah sendiri menurut Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 menerangkan bahwa sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.

Jadi, jika kamu menyalahkan keberadaan plastik, itu sama saja dengan kamu menyalahkan perasaan rindu yang muncul. Maksudnya? Iya, siapa yang bisa mencegah rindu? 😥
"Plastik merupakan material yang tidak lepas dari kehidupan kita. Di balik manfaatnya, plastik dapat mengakibatkan ancaman polusi apabila tidak dikelola dan dibiarkan terbuang ke lingkungan," Emenda Sembiring, Enviromental Engineering & Quantitative Social Research ITB.
Sejak kita bangun di pagi hari, mandi, menggosok gigi, di sekolah atau di kantor, hingga sebelum tidur lagi, kita selalu bersentuhan dengan plastik. Bahkan saking banyaknya, sangat sulit untuk  meninggalkan minimarket tanpa setidaknya membawa satu jenis barang tanpa bungkusan plastik.

Oiya, handphone atau laptop yang kamu gunakan untuk membaca tulisan ini pun tidak terpisahkan dari plastik.
plastik di indonesia

Berdasarkan komposisi ini, terlihat bahwa limbah plastik setiap tahunnya tidak dikelola dengan baik, padahal dibutuhkan waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk mengurai sampah plastik. Situasi ini tidak hanya berpotensi merusak ekosistem lingkungan, tapi juga berdampak bagi kesehatan manusia.

Solusi plastik

plastik di indonesia

Lantas, jika semuanya kamu anggap masalah, bagaimana dong solusinya?

Saya teringat perbincangan Dr. Imam Musthofa Zainudin, Director of Marine and Fisheries Program World Wildlife Fund Indonesia dengan seorang podcaster asal Amerika Serikat yang membahas mengenai solusi sampah plastik. 

Untuk menyelesaikan hal ini, dibutuhkan setidaknya peran dari konsumen, pemerintah, dan industri agar mau berkomitmen dan mengimplementasikan program-program penyelesaian masalah yang telah dirancang.


Di Indonesia, salah satu industri yang menggunakan plastik adalah Aqua. Jika kamu tidak tahu, maka kamu kurang minum 😅

Sebagai perusahaan yang memiliki misi untuk membawa kesehatan bagi banyak orang, Aqua di bawah Danone Indonesia telah berupaya untuk berkontribusi mengentaskan masalah sampah.

Langkah ini dimulai sejak 1993 oleh Bapak Tirto Utomo selaku pendiri Aqua dengan menggelar program Aqua Peduli di mana perusahaan akan membeli kembali botol bekas dari konsumen untuk didaur ulang.

plastik di indonesia

Dari #BincangBijakBerplastik yang digelar di Kinosaurus, Kemang (18/10/2018), saya juga baru bahwa Aqua merupakan pelopor aktivitas memulung sampah-sampah plastik.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi sampah di lautan pada tahun 2025 melalui komitmen #BijakBerplastik.
Program ini mengusung 3 pilar utama, yakni pengumpulan sampah plastik, edukasi serta inovasi," Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia.
Tidak hanya itu, sebagai sebuah perusahaan air mineral nomor 1 di Indonesia, Aqua menjalankan beragam kontribusi nyata dengan menginisiasi 6 Recycling Business Unit (RBU) dan berkolaborasi dengan perusahaan fashion H&M Indonesia dalam mengembangkan program #BottleFashion yang mengubah sampah botol plastik dari Kepulauan Seribu menjadi produk fashion.

Seperti Rindu, Plastik Tak Boleh Dimusuhi

plastik di indonesia

Beh, jika Aqua dan pemerintah telah bergerak dalam mengatasi plastik, bagaimana dengan kita?

Sebagai konsumen, apa yang bisa kita lakukan?

Tenang saja, kamu tidak usah sekhawatir itu. Hal ini sangat bisa kita mulai dari lingkungan terkecil seperti rumah tangga. Atau jika kamu belum berumahtangga, kamu juga bisa kok melakukan beberapa langkah kecil.

Sebagai contoh, jika sedang nongkrong cantik, usahakan untuk tidak menyertakan sedotan plastik di minumanmu. Menyeruput langsung minuman tidak akan membuat harga dirimu lantas turun kok.

Atau yang paling mudah deh, kalau memesan kopi-kopi take away, sangat disarankan untuk tidak mengikutkan sedotan plastiknya. Biar lebih keren, kamu bisa membeli sedotan stainless steel yang bisa dipakai berulangkali hingga maut memisahkan kita.

Lagi nih, jika berbelanja di minimarket, tolak kresek plastik yang diberikan. Kamu bisa mengganti kresek tersebut dengan membawa tote bag unyu-unyu sehingga jauh lebih fashionable. Iya gak?

Cara-cara ini sebenarnya terlihat sepele. Tapi masa' iya kamu tidak mau memulainya dari sekarang? Plastik tidak usah dimusuhi, kamu hanya butuh untuk bijak dalam menggunakannya.

Hal ini sama saja dengan rindu, kamu tidak perlu menafikannya, kamu hanya butuh untuk mengakuinya. Kalau orangnya masih bisa kamu hubungi via Whatsapp kenapa tidak mengajaknya ngopi?

***

You Might Also Like

3 komentar

Hi! I'd greatly appreciate it if you kindly give me some thoughts on this post 😊