5 Cara Saya & Pasangan Atur Keuangan dengan Jenius

By Ardan - March 08, 2019

jenius-btpn

"De, kalau sudah pulang kita duduk bareng ya," Whatsapp saya ke istri sebelum jam kantor usai.

Blok M ke arah patung pemuda Senayan macet seperti biasanya. Puluhan kendaraan bermotor antre menunggu antrian melintas lampu merah.

Dari arah Senayan City kendaraan tampak berhenti. Beberapa Metro Mini saling salip dengan Kopaja.

Perlahan gerimis turun. Pengguna kendaraan roda dua berlomba menggunakan jas hujan. Beberapa melipir, sisanya berhenti di tempat.

Saya seperti biasa menumpang ojek daring dari Blok M ke Halte Senayan JCC. Hal ini untuk menghindari penuh sesak Halte Bundaran Senayan dan Halte GBK dan memperpendek waktu.

Jika harus ikut kerumunan di halte tersebut, maka saya akan menghabiskan minimal dua jam untuk perjalanan dari Blok M ke Slipi. Sementara jika saya menumpang Transjakarta di Halte Senayan JCC, maka hanya butuh kurang lebih sejam.

jenius-btpn

Sesampai di kosan saya menemukan Ade sedang menyendok nasi dari rice cooker dan meletakkannya di meja makan bersama sayur dan beberapa potong ikan.

"Gimana perjalanan?"

"Bagian mana sih dari Jakarta yang tidak macet di hari kerja?"



"Yuk, makan!"

"Jadi begini, saya kepikiran untuk membagi-bagi seluruh uang kita ke posnya masing-masing," saya membuka percakapan.

"Hmm.. Terus?" tanyanya penasaran.

"Bagaimana kalau tabungan kamu yang sekarang digabung dengan punyaku? Trus, gaji kita dibagi ke tabungan, pembayaran kosan, uang makan, uang transportasi, dan uang hiburan," papar saya.

"Iya sih, harus begitu. Kalau tidak, bisa habis begitu saja uangnya."

"Jadi bagaimana?" tanyanya lagi.

Saya tidak langsung menjawab. Saya meraih mangkuk sayur, mencabik ikan, dan memindahkannya ke piring.

"Tadi di kantor saya sudah bikin beberapa rinciannya. Nanti saja sehabis makan."

Ade dan saya baru saja menikah 6 bulan lalu di Makassar. Hari itu merupakan hari pertama kami masuk kerja setelah cuti selama dua minggu.
Menikah tidak hanya mengikat dua pribadi, tapi menyatukan keduanya.
Termasuk urusan keuangan, menurut kami.

Ade dan saya memiliki tabungan masing-masing. Dan malam itu menjadi waktu diskusi yang panjang tentang bagaimana cara kami mengelola keuangan sehari-hari dan tujuan apa yang ingin kami capai.

Sebagai pasangan muda, kami memang masih belajar.

kelebihan-jenius-btpn
Oiya, malam itu juga mengingatkan saya terhadap sebuah rekening bank yang setahun lalu dibuka tapi tidak pernah digunakan.

Rekening ini dulunya saya buka untuk tujuan iklan bisnis di media sosial, atas saran seorang teman.

"Tidak usah mengajukan kartu kredit, pakai Jenius saja. Tidak perlu ke bank, download aplikasinya, isi data, trus tinggal tunggu orangnya untuk verifikasi."

jenius-btpn-adalah

Sekadar informasi, Jenius adalah produk perbankan dari Bank BTPN bukan pihak non-bank sehingga kamu tidak perlu ragu dengan keamanannya. Produk ini merupakan aplikasi digital perbankan di mana seluruh aktivitas keuangan yang dulunya dilakukan secara manual, kini bisa dikerjakan dari smartphone.

Kamu cukup download di Playstore atau Appstore.

jenius-btpn-adalah

Bayangkan, untuk membuka satu rekening bank kita harus ke bank dan mengantre terlebih dahulu. Pun dengan menabung, deposito berjangka, transfer uang, cetak buku, dan segala aktivitas yang terkait dengan bank.

Dengan Jenius, semuanya bisa kamu lakukan di genggamanmu.

Trus buku tabungannya? Jangan panik, buku tabungannya tidak lagi berbentuk fisik, tapi digital. Aplikasi yang kamu download itu.

Bagaimana dengan biaya-biaya admin dan bunga-bunganya? Tenang, Jenius paling rendah (bahkan tidak ada sama sekali) untuk biaya admin dan kasih bunga paling tinggi 😗

Seluruh bukti-bukti aktivitas keuangan kita terekam dengan baik dan tersedia dalam bentuk e-Statement. Jadi, untuk yang sering butuh rekening koran dan sebagainya, kamu tidak perlu lagi buang-buang waktu antre di bank.

kelebihan-jenius-btpn

Hal inilah yang menyebabkan saya punya Jenius. Namun ujung-ujungnya tidak terpakai juga karena bisnis tersebut harus batal.

Nah, setahun berlalu saya kembali mencari-cari kartu Jenius saya yang berada di halaman salah satu buku yang bertumpuk.

Dengan berbagai pertimbangan, kami sepakat untuk menggunakan Jenius sebagai rekening bank utama—hingga sekarang.

Saya merangkum 5 aktivitas keuangan yang saya lakukan setiap hari dan bulannya bersama Jenius. Dan kalau kamu belum menggunakannya, ini bisa jadi alasan kamu untuk mendatangi booth Jenius di mall-mall atau mendaftar langsung di aplikasinya melalui smartphonemu.

kelebihan-jenius-btpn

Setelah menghitung-hitung jumlah tabungan kami berdua, maka kami memutuskan untuk mendepositokan saja tabungan tersebut.

Toh, kami belum punya rencana untuk menggunakan uang dalam jumlah besar.

"Tapi kalau ada sesuatu yang tiba-tiba gimana?"

Ade tampak ragu. Sementara saya mantap. Begini, di Jenius terdapat 3 fitur untuk menabung yang setara dengan deposito, yakni Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver.

flexi-saver-jenius-btpn

Kami memilih Flexi Saver karena bunga yang didapatkan akan tetap diberikan sementara  kamu tetap dapat menarik uang deposito tersebut. Lah?

Iya, setiap kami gajian, saldo bank yang digunakan untuk menerima gaji langsung kami transfer ke Jenius dan masukkan ke Flexi Saver.

Manfaatnya, kami mendapatkan bunga dalam jumlah besar dan ketika butuh uang lebih secara mendadak saya bisa memakai tabungan di Flexi Saver tanpa kena biaya denda.

kelebihan-jenius-btpn

"Mbak ditransfer ya," WhatsApp bapak kos.

Setiap tanggal 10 pagi pesan seperti itu akan masuk di handphone Ade. Tidak butuh waktu lama untuk melihat pesan tersebut hilang dari handphonenya.

"Apa-apaan sih! Kita seperti punya utang," ungkap Ade gusar.

Siapa pun boleh jengkel dengan keadaan ini.

Bapak kos kami tinggal jauh dari kosan yang kami tempati. Dia hanya datang sekali seminggu. Hal ini pun menjadi alasan kenapa dia menolak menerima pembayaran kosan secara tunai.

Beberapa orang barangkali akan berpikir jika akan melakukan transfer uang beda bank. Soalnya, ada biaya administrasi Rp 6.500 yang harus dibayarkan. Sebagai anak kos, angka tersebut jelas berarti.



Omong-omong, di samping kosan saya ada warkop yang menjual bubur kacang ijo seharga Rp 6.000 dan rasanya akan membuatmu minta tambah.

Menariknya, transfer ke bank lain menggunakan Jenius tidak dikenakan biaya. Memang sih dibatasi 25 kali, tapi apa iya kamu akan melakukan aktivitas kirim-kirim uang ke bank lain sebanyak 25 kali dalam sebulan?

Oh, satu lagi! Mengambil uang tunai di ATM bank lain juga tidak akan dikenakan biaya jika kamu memakai Jenius.

Jadi, tidak perlu repot-repot mencari ATM bank sejenis kan?

kelebihan-jenius-btpn

Kita semua tentu sepakat bahwa isi ulang Gopay atau Ovo akan lebih baik jika dilakukan langsung di driver; cara ini akan memberikan poin tambahan bagi sang driver.

Ya, hitung-hitung berbagi ☺

Lantas, bagaimana jika kita tidak sedang menumpang ojek daring sementara uang tunai tidak ada dan kita harus membayar belanjaan yang prosesnya bisa dilakukan dengan dompet digital?

Jenius, lagi-lagi jadi jawaban.

kelebihan-jenius-btpn

Aplikasi inilah yang menjadi andalan bagi kami karena di dalamnya sudah terdapat fitur e-Wallet. Kamu hanya perlu memilih e-Wallet apa yang akan diisi, sertakan nomor handphone yang terdaftar, dan masukkan nominal yang saldo yang dibutuhkan.

kelebihan-jenius-btpn

"Tidak usah transfer uang. Tabung saja, siapa tahu tiba-tiba butuh," suara mama di balik telepon.

"Jangan transfer lagi, simpan saja uangnya," WhatsApp ibu mertua.

Ade dan saya akhirnya bersepakat untuk tidak lagi mentransferkan orang tua kami uang setiap kali gajian.

Orang tua kami lebih fasih menelpon daripada Video Call dan lebih membutuhkan pulsa dibanding paket data.

Adanya fitur Send It di Jenius jelas merupakan langkah jenius.

Bayangkan, kami tidak perlu lagi repot-repot mencari penjual pulsa di tengah terik matahari Jakarta.  Sambil melakukan pekerjaan lain di tanggal 25, saya bisa langsung mengirimkan pulsa ke bapak, mama, dan ibu hanya dengan memijit layar handphone.

send-it-jenius-btpn

Tidak hanya itu, Send It juga kami manfaatkan untuk membeli token listrik.

Satu kali di tengah malam dengan hujan deras dan petir yang menyambar-nyambar, Ade menekuri laptop yang sedang memutar serial The Last Empress. Di pertengahan film listrik padam!

Sontak Ade membangunkan saya.

Kamu tahu kan rasanya dibangunkan seperti itu?

Dengan terhuyung-huyung saya turun ke lantai 1 untuk mengecek meteran listrik karena posisi kamar kosan kami berada di lantai 2.

"Oh, nol," ucap saya dalam hati dan kembali naik.

Sesampainya di kamar, saya meraih handphone, memainkan layarnya, dan lampu kembali bersinar.

Saya pun melanjutkan tidur.

Nah, kebayang jika saya tidak punya Jenius atau Jenis tidak punya fitur Send It malam itu.

kelebihan-jenius-btpn

November 2018 lalu Ade hendak mengambil tes TOEFL iBT sebagai persyaratan beasiswa.

Setelah proses registrasi yang panjang, tibalah dia pada proses pembayaran, "Bagaimana nih? Bayarnya dolar, pakai kartu kredit."

Bak pahlawan pembasmi kejahatan, saya datang dan menyodorkan handphone yang telah terbuka aplikasi Jeniusnya serta kartu orange.

"Kamu lupa ini?"

Dia mengulum senyum.

Belum sempat pemanas air di kosan kami berbunyi, dia berbalik dan kembali menyorongkan handphone dan kartu tersebut.

Iya, Jenius memiliki fitur e-Card dengan nomor CVC. Hasilnya, aplikasi ini mampu menjadi pengganti kartu kredit. Jenius bukan?

kelebihan-jenius-btpn

Dalam beberapa waktu kami pun kerap menggunakan Jenius untuk berbelanja online mulai dari tas, sepatu, hingga french press coffee saat Hari Belanja Nasional (Harbolnas). Selain mudah, beberapa merchant tak jarang memberikan potongan harga hingga setengah dari biasanya.

kelebihan-jenius-btpn

Sebenarnya sudah ada 5 poin yang saya jabarkan tentang bagaimana kami mengelola keuangan secara jenius, tapi karena kamu sudah baca sampai di sini, maka saya beri 1 poin bonus 😍

Pengalaman ini sebenarnya terjadi tepat Maret lalu di mana waktu itu kantor saya sedang outing di Bangkok.

kelebihan-jenius-di-luar-negeri

Di hari terakhir, kami menghabiskan siang di Mall Platinum sebelum bertolak ke Jakarta.

Uang tunai saya sudah habis karena memang saya tidak berpikir lagi untuk belanja.

Apa daya, sesampainya di sana saya butuh dana tambahan. Barang pesanan mama terlupakan! Saya baru mengingatnya setelah melihat jejeran manekin menggunakan daster.



Jelas, ini tanda bahaya karena mama sudah mewanti-wanti agar tidak lupa.

Beberapa teman saya mintai pinjaman Baht yang tak terpakai; hasilnya nihil.

Saya lupa jika di tas pakaian terselip Jenius. Saya baru mengingatnya saat melihat sebuah ATM Center berlogo Visa berdiri gagah di pojokan seolah mengedip-ngedipkan mata dengan extension bulu mata. Bok!

Tanpa tedeng aling-aling saya berlari kecil ke bus, merogoh tas pakaian, dan mengambil kartu orange.

Setelahnya, saya berdiri mengantre di ATM. Baht di tangan, hidup saya terselamatkan.

kelebihan-jenius-btpn-di-luar-negeri

Iya, Jenius bukan hanya sekadar teman untuk menaklukkan keuangan harian di Indonesia, tapi juga teman jalan-jalan di luar negeri. Soalnya, produk Bank BTPN ini berlaku di ATM dan merchant negara mana saja—asal ada logo Visa.

Semuanya akan dikonversi ke rupiah.

Memang sih, ada Overseas ATM Fee sebesar Rp 25.000, tapi apa iya saya harus ke Mall Ambasador dulu untuk tukar uang dengan rate terendah? 😒

Tenang saja, Jenius masih terus berusaha meningkatkan kemampuan dan fasilitasnya. Buktinya, baru-baru ini Jenius merilis Jenius Keyboard untuk memudahkan beberapa aktivitas seperti mengecek saldo aktif serta mengakses Send It, Pay Me, dan In & Out tanpa harus pindah aplikasi.

Jadi, kapan kamu mulai mengatur keuanganmu secara jenius dengan Jenius?

***

  • Share:

Baca Post Ini Juga

4 komentar

  1. Thanks for share mas. Wah aku kira dirimu masih single haha..

    Jenius ini enak buat transaksi online apalagi buat yang suka belanja di luar negeri ya untuk metode pembayarannya.


    Btw kolom komentarnya dibuka moderasi untuk name/url dong mas.

    www.deddyhuang.com

    ReplyDelete
  2. Menariqueee. Kebetulan sekali kumau buka rekening baru tapi belum memutuskan bank mana 😅

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Saya akan senang jika kamu meninggalkan komentar tanpa tautan hidup 😊