Kenapa Saya & Barangkali Juga Kamu Butuh Printer Multifungsi di Kala Pandemi?

printer-multifungsi

"Ada printer ga di sini?"

"Tidak ada, om?"

"Wah, harusnya ada!"

Percakapan ini terjadi seminggu lalu antara saya dan om. Dia datang jauh-jauh dari Polewali, Sulawesi Barat ke Makassar, Sulawesi Selatan dan menghabiskan kurang lebih 6 jam perjalanan untuk menyetorkan langsung 3 lembar kertas di dalam 1 map ke kantor pusat di mana ia bekerja.

Nah, dokumen yang bakal disetornya ini ternyata belum diprint karena masih ada beberapa bagian yang perlu diedit.

Om saya pun harus menghadapi kenyataan bahwa dia harus ke tempat print abang-abangan.

printer-multifungsi-murah

Saya menceritakan hal ini kepada Ade; istri saya.

Alih-alih mendapatkan pembelaan terhadap percakapan tentang printer ini, Ade justru menekankan pentingnya kami punya peralatan cetak ini di rumah.

Setelah dipikir-pikir, hal ini ada benarnya juga 😕

Sejak Maret 2020, saya bekerja dari rumah. Seluruh urusan perkantoran diselesaikan dari rumah.

Kamu perlu tahu bahwa 5 tahun belakangan saya bekerja sebagai Content Writer. Secara profesional saya dibayar untuk memproduksi konten-konten tulisan di situs web organisasi atau brand.

Selain sebagai pekerjaan utama, beberapa kali saya menerima pekerjaan sampingan untuk menulis artikel dan membuat strategi konten digital untuk dijalankan di situs web.

Singkatnya, saya menjalankan bisnis online dari rumah.

Dari beragam organisasi atau brand yang bekerja sama, ternyata tidak sedikit dari mereka yang masih menggunakan cara-cara lama dalam menyelesaikan pembayaran.

Kisah Selembar Invoice

printer-awet-untuk-kantor

Dua hari sebelum om saya datang, saya harus bergulat dengan urusan cetak mencetak selembar invoice atau tagihan pembayaran untuk diajukan ke brand.

Mereka meminta saya untuk mengirimkan invoice tersebut dalam bentuk hard copy ke kantor mereka yang berada di bilangan Jakarta Selatan.

Jadilah saya harus ke luar rumah demi mencetak selembar kertas tersebut 😓

Hal ini jelas bukanlah sebuah masalah jika kondisi sedang normal. Sialnya, selama hampir satu tahun kita hidup berdampingan dengan pandemi virus Covid-19 di mana pembatasan aktivitas di luar rumah diterapkan.

Sebisa mungkin jika tidak ada urusan mendesak; setiap orang tidak usah ke luar rumah. Bukannya apa, hingga blog post ini dibuat, virus Covid-19 belum punya obat khusus; hanya mengandalkan vaksin yang juga belum punya hasil jelas di Indonesia.

Kan tidak lucu, misalnya (amit-amit nih ya); saya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi positif virus Covid-19 dan ditanya oleh perawat, "Kira-kira kena virusnya di mana, mas?"

"Di tempat print, sus. Dari flash disk yang dipegang oleh abang-abangnya."

Balik lagi ke urusan cetak mencetak invoice tadi, saya tidak hanya mencetak invoice tersebut, tapi juga harus menempelinya materai 6000, lalu membubuhkan tanda tangan, terakhir memindainya.

Soalnya, selain punya hard copy, saya juga perlu punya file digital invoice tersebut, sekadar berjaga-jaga jika ada masalah di kemudian hari.

Kisah Aplikasi Beasiswa

printer-bagus-untuk-kantor

Maju tiga hari setelah saya ke luar rumah untuk urusan ngeprint dan ngescan selembar invoice, Ade ternyata juga harus ke luar rumah untuk urusan yang sama.

Oh, tidak. Ade harus keluar rumah untuk keperluan print, scan, dan pas foto.

Saat saya menuliskan blog post ini, dia tengah berhadapan dengan deadline beasiswa yang menyaratkan hard copy seluruh dokumen agar dikirimkan ke kantor pemberi beasiswa tersebut di daerah Jakarta Pusat.

"Mahal banget sih tadi. Total tuh keluar 45 ribu hanya untuk 15 lembar," keluhnya.

"Oh ya?" saya penasaran.

"Iya, belum lagi yang cetak pas foto tadi."

Dia memang mendatangi tempat print yang juga bisa mencetak pas foto dengan baik. Soalnya, sering kali foto yang dicetak dengan printer biasa hasilnya bakal luntur dalam beberapa minggu.

Lagi-lagi, kan tidak lucu saat dokumen beasiswa yang dilamar Ade dibuka oleh tim penyeleksi dan mereka hanya menemukan kertas foto ukuran 3x4 tanpa wajah 😶

Kapok Ngeprint di Luar

Mengingat ketiga rentetan kejadian di atas saya benar-benar kepikiran untuk membeli sebuah printer multifungsi. 

Terkait hal ini, saya mengingat printer multifungsi merek HP yang pernah saya miliki selama 5 tahun kuliah.

Printer tersebut benar-benar bagus dan awet. Untuk urusan cetak mencetak mulai dari paper tugas kuliah, foto-foto mantan (semoga Ade tidak membaca ini), hingga tumpukan revisi skripsi; saya mengandalkan printer ini.

Kebayang kalau printer tersebut masih saya gunakan untuk urusan kantor, pekerjaan sampingan, dan aplikasi beasiswa. Sayangnya, printer tersebut sudah tidak ada. 

Dia dibawa oleh adik saya ke Jogja saat mengambil S2 dan digunakannya hingga ia menyelesaikan tesisnya. Setelah perjalanan panjang, printer tersebut harus beristirahat selama-lamanya.

Tips Membeli Printer

printer-multifungsi-yang-bagus

Sebagai referensi, setidaknya saya sudah punya pegangan berupa tips untuk memilih printer multifungsi dan awet. Beberapa tips tersebut antara lain:

  1. Membeli printer yang kondisinya baru, meski di luar sana ada banyak printer bekas yang dijual. Ya, kita tidak pernah tahu 'kan kalau tenyata si penjual menyembunyikan kekurangannya.
  2. Menyesuaikan dengan kebutuhan sebab meski membeli printer multifungsi, tetap saja bakal sia-sia jika kamu tidak menggunakan fitur yang sudah disediakan printer tersebut.
  3. Memastikan pula anggaranmu sesuai dengan printer yang diincar. Prinsip saya untuk hal ini adalah tidak masalah agak mahal, yang penting awet dan hemat biaya perawatan.
  4. Mengecek kondisi fisik printer sebelum membeli demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ibarat kata, jangan beli kucing dalam karung untuk perangkat elektronik.
  5. Memilih printer dengan kecepatan mencetak yang tinggi, tapi tetap punya kualitas yang bagus; apalagi untuk cetak foto.
  6. Membeli merek yang benar-benar terpercaya, punya garansi resmi yang jelas, serta layanan servis agar tidak perlu pusing kalau tiba-tiba si printer baru ini bermasalah.

Setelah melalui riset yang panjang di internet, saya pun menemukan printer multifungsi yang juga bisa jadi pertimbangan kamu untuk membeli printer, yakni HP DeskJet Ink Advantage seri 2335, 2336, dan 2337 All-in-One Printer.


HP-DeskJet-Ink-Advantage-2335-All-in-One

Oiya, yang perlu dicatat bahwa seri 2335, 2336, dan 2337 ini adalah seri terbaru dari printer HP sebagai pengganti seri 2135. Jadi, tipe printer HP ini merupakan update dari tipe 2135.

Ketika kamu membeli printer ini, ada beberapa peralatan yang didapatkan dan wajib kamu pastikan terlebih dahulu. Mulai dari kabel power, kabel USB printer, Cartridge 682, CD Driver, buku petunjuk penggunaan, hingga Kartu Garansi dari HP.

Printer Multifungsi

printer-bagus

Karena kemampuannya untuk print, scan, dan copy; tentu saja penggunaan printer ini tidak terbatas bagi kamu yang berada di situasi seperti saya yang menjalankan bisnis secara online dari rumah.

Kamu yang sedang menjalankan perusahaan rintisan atau akrab disebut start up juga bisa mengandalkan printer ini.

Hanya dengan anggaran kurang lebih Rp 675.000 kamu sudah bisa mendapatkan printer multifungsi yang bagus untuk kantor ini di toko elektronik terdekat di tempatmu atau memesannya langsung di Era Supplies Indonesia.

Dengan begini, kamu pun tidak perlu berhadapan dengan situasi yang saya ceritakan di atas. Gimana?

***