ISI BUMI CUKUP UNTUK KESEJAHTERAAN MANUSIA, TAPI TAK PERNAH CUKUP UNTUK KESERAKAHAN MANUSIA—GANDHI.

Monday, 9 April 2012

Senin

Senin minggu lalu harus kecewa, persiapan sudah matang tapi rencana gagal. Senin ini, rencana juga sudah matang tapi lagi-lagi, harus gagal. Nampaknya, saya tidak berjodoh dengan senin! Oh, maaf. Saya tidak boleh men-judge begitu saja (ada hikmah dibalik gagalnya rencana-rencana senin).
Saat tulisan ini saya ketik, hari masih sore tapi udara panas bikin berkeringat. Kurasa, saya tidak akan menemukan apa-apa hari ini, tapi duduk sambil minum kopi susu kesukaanku membuat saya menemukan tulisan ini dan penulisnya, hebat! Lagi-lagi saya kalah dalam menuliskan sesuatu yang benar.

"Belajarlah pada sudut-sudut pasar tradisional, pada lengangnya tengah malam, pada teduhnya cahaya rembulan atau pada goyangan dedaunan ketika ditiup angin. Bukalah hatimu, kau akan banyak belajar dari itu semua. Orang-orang sukses banyak menemukan kesuksesannya dari sejumput hal-hal kecil yang mampu ia rangkaikan menjadi hal-hal besar."
(saya menyukai angle ini)

Kompasiana, inspiratif! Baca tulisan lengkapnya disini.

1 comment: