IWasHere

IWasHere: Tutorial Menjawab Main ke Mana 2018

05:37

Kantorkuu tepat di belakangku.
Dari total 100% kehidupan saya di 2017 ini, 55 persennya dihabiskan di kasur, 35 persennya di warung kopi, dan 10 persennya di jalanan. Meskipun saya mengunjungi banyak tempat, tetapkasur saya berikan porsi lebih besar. Karena selain untuk tidur dan membaca, kasur menjadi tempat terbaik bagi saya untuk mengkhayal dan berpikir untuk mengubah dunia.

Bandung

One of the places you could find happiness

19:56

The place where I visited a few weeks ago was Bandung. A good friend of mine, Zaldi, came to Jakarta for looking inspiration for his current project—making a park in the central city of Soppeng region. He is an emerging architect at Makassar, I think. For the first, his planning was Kalijodo.

Biennale Jogja

Citra dan Pemantapan Jiwa di Jakarta Biennale 2017

15:28

Salah satu lokasi Jakarta Biennale 2017, Gudang Sarinah Ekosistem
Hari meremang, halte disesaki para pekerja dari berbagai kelas yang berlari kecil menuju antrian yang mengular dimana bus akan mengantar mereka pulang ke rumah. Derap langkah, bunyi klakson, dan suara mesin kendaraan bermotor bersahut-sahutan. Peluh di dahi diusap dengan punggung tangan. Beberapa dari mereka bermasker, mengenakan earphone, dan tentu saja barang bawaan yang membuat pergerakan mereka menjadi tak mudah.

Jakarta Jakarta

Jokowi tidak sedang bercanda dalam meningkatkan budaya baca

07:45


Ini serius! Saya telah membuktikannya. Seminggu kemarin saya gatal. Lini masa media sosial beberapa kali memunculkan foto perpustakaan dengan menyebutnya sebagai yang terbesar di Indonesia, sementara di channel Youtube Paguyuban Pamitnya Meeting menyebut kalau Jokowi telah membangun perpustakaan 24 lantai tanpa lift—orang terpaksa harus menggunakan tangga! Karena gatal akan nikmat jika digaruk, maka berangkatlah saya ke perpustakaan tersebut pada hari Sabtu.

Jakarta Jakarta

A Modern Market, Santa

17:34

Last week was my second visit with Ade to Santa Modern Market after the end of 2016. We did not have much time at once, so we were straight on the upper floor in which many hippie shops were selling.

Black Coffee

Dua Warung Kopi di Dua Kota Berbeda

15:39

Lalu lintas terlihat padat dari arah timur saat saya tiba di perempatan Jalan Gading Raya dan Jalan Kopyor Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sementara matahari belum tampak padahal jarum jam telah menunjukkan angka 7. Saya menghabiskan 45 menit jalan kaki dari kosan ke perempatan yang ramai oleh kendaraan pribadi itu. Sebelumnya saya harus berterima kasih ke Google Map yang telah menuntun saya ke tempat ini, Kedai Kopi dan Bakpao Kwang Koan.

Black Coffee

Toraja Sapan, the taste afterward

17:39

Foto: Jumardan Muhammad
Well, I do grateful as I had a chance to drink a real coffee that I made by myself. In some years, I used to enjoy a cup of Kopi Kapal Api in my daily activities (shame on me). A good friend of mine and I went to a small coffee shop two last week ago at Jalan Bali—Double Shot. This place produces many great baristas in Makassar, by the way.

Diet Sehat

Makanan dan Masa Depan Kita

15:50

Gambar: The Daily Dot
Terlepas dari jaring laba-laba di sudut kamar, dia terbang perlahan naik turun membawa tubuhnya yang berat. Bisa dibayangkan betapa besar usaha yang dikerahkan sehingga bisa keluar dari perangkap laba-laba dengan tubuh seberat itu. Sebaliknya, tidak butuh tenaga lebih untuk mematikannya. Plak! 

Han Kang

The Vegetarian Bukan Untuk Vegan

16:11

Foto: Jumardan Muhammad
Satu lagi perbedaan kecil antara keadaan di 1931 dengan 2006 adalah orang-orang Papua Nugini di 2006 makin terlihat seperti orang-orang kebanyakan di Amerika dengan tubuh kelebihan berat badan dengan ‘perut bir’ menggelambir di atas ikat pinggangnya.

Budaya

Ada CFD di Pare!

00:16

Foto: Jumardan Muhammad
Sayup-sayup musik berdentum tak jauh dari Stadion Canda Bhirawa. Memasuki perempatan Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa dari Jalan Anggrek, saya mendapati tiga orang polisi lalu lintas sedang berdiri di depan plang pemalang jalan. 

Kampung Inggris

Banyak Jalan Menuju Kampung Inggris

21:47


Foto: Jumardan Muhammad
 “Ada sebuah desa dimana seluruh orang-orang yang ada di dalamnya berbahasa Inggris. Bahkan penjual bakso atau penjaga warung. Jika kamu ingin memesan makanan dan tidak dalam bahasa Inggris, maka kamu tidak akan dilayani. No English, No Service!”

DKV

Wajah-wajah di Rumah Ibadah

17:21


Foto: Jumardan Muhammad
Adalah seorang Wahyu yang saat itu mengajari saya mengirim ucapan ke salah satu radio swasta yang terletak di terminal lama Kota Sengkang. Dia teman SMP saya saat masih duduk di kelas VII dan menyambi sebagai penjual kertas ucapan di radio dekat rumahnya. Kertas ini berukuran mungkin 10x6 sentimeter dan dijual seharga Rp. 1500,- per lembar waktu itu. Tiap orang yang membelinya dapat menuliskan ucapan kepada siapapun dan minta untuk diputarkan lagu apapun. Kertas ini akan dibacakan di sore hari keesokan hari setelah ditulisi—kita dapat menyetornya kembali Wahyu atau mengantarkannya langsung ke studio radio tersebut.

China

China’s creativity and its identity as a nation

05:06

Illustration by: Yi Mi Xiaoxin
"Seek knowledge even if you have to go as far as China” hadits moeslem.
The hadist above has been popular since I was in the third grade of elementary school.  My teacher told me, “There is the greatest country in the world where near from Indonesia and we do not have to go to another continent to learn because we are on the same continent, it is China.”

Lomba Blog

Visit Tidore – a whole world on a single island.

22:34

Membincang Tidore serupa mengenang kenangan perihal mantan. Tentu saja, hal ini berlaku bagi mereka yang punya kesan berbunga-bunga tentangnya. Dan mengenang kemudian menjadi pekerjaan paling menyenangkan. Semua bermula ketika guru saya di sekolah dasar menyebut angka 350 tahun—titimangsa dimana Indonesia dijajah oleh bangsa-bangsa asing. Konon, kedatangan mereka ke Indonesia pada awalnya hanya untuk mendapatkan rempah-rempah dengan harga lebih murah sebab selama ini mereka membelinya melalui perdagangan berantai dari pedagang India, Persia, dan Arab. Usai perang salib yang tersoroh itu, bangsa-bangsa dari Barat seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda memulai penjelajahan samudranya di abad ke-5 ke Timur—Indonesia. Daerah sumber utama penghasil rempah-rempah di Indonesia ada di bagian timur.

Photo Essay

Avontur

01:12



Hai!
Euforia perjalanan Pare, Surabaya, Jakarta, dan Makassar belum berakhir dan saya kembali berjalan. Saya menghabiskan seminggu di Sengkang menunggui mama dan bapak pulang umrah, saya tidak bertemu mereka selama kurang lebih tujuh bulan. Menunggui mereka, saya menghabiskan waktu untuk tidur, membersihkan rumah, eh, saya menemukan dua buku harian mama dengan titimangsa 1986 hingga akhir 1989.

Photo Essay

Embracing Thankfulness

22:34


A couple of days ago I arrived home when my parents were performing hajj pilgrimage. My mom asked me to stay at home until they return. I finished studying English at Kampung Inggris, Pare, East Java for about seven months. At the end of studying, I took IELTS test in British Council Surabaya which is located three hours from Pare.

Total Pageviews