Circular Economy dan #BijakBerplastik, Langkah Danone-AQUA Kurangi Plastik

By Ardan - June 07, 2019

pengertian-circular-economy

Meningkatnya pertumbuhan penduduk di banyak negara termasuk di Indonesia dengan beragam pola hidup masyarakat memicu tingginya timbunan sampah. Data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) mencatat bahwa ada sekitar 65 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia setiap hari.

Ada 24% sampah di Indonesia yang belum dikelola dengan baik sehingga ada sekitar 15 ton juta sampah yang mengotori ekosistem dan lingkungan kita. Sementara itu, hanya 69% yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 7% sisanya didaur ulang.

Masih dari laporan SWI, jenis sampah yang paling banyak dihasilkan yakni sampah organik 60%, plastik 14%, kertas 9%, metal 4,3%, kayu dan bahan lainnya 2,7%. Khusus untuk sampah plastik, setidaknya ada 1,3 juta sampah plastik per tahun yang tidak dikelola dengan baik.

circular-economy-adalah

Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik ini? Dalam ilmu ekonomi dikenal konsep ekonomi Circular Economy dan Linear Economy. Di Indonesia, istilah Linear Economy atau ekonomi linear telah digunakan selama bertahun-tahun oleh banyak industri.

Untuk membuat sebuah produk perusahaan akan memesan bahan-bahan mentah serta material pendukung untuk diolah. Setelah itu, produk yang telah jadi akan dikemas dan dikirim ke konsumen. Ketika tidak lagi digunakan, maka produk tersebut akan dibuang sehingga hanya berakhir sebagai sampah.

Sebaliknya, Circular Economy tidak membuang produk yang telah digunakan, tapi mendaur ulangnya untuk digunakan kembali. Jika dibandingkan, Circular Economy jauh lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan masalah apapun.

Konsep Dasar Circular Economy

konsep-circular-economy

Bagi kamu yang belum tahu, Circular Economy atau ekonomi sirkular adalah sebuah sistem ekonomi yang membangun dengan memanfaatkan kembali apa yang telah digunakan di awal. Hasilnya, tidak ada bagian yang terputus dalam manajemen rantai pasokan.

Adapun tujuan dari ekonomi sirkular yakni mempertahankan nilai sebuah produk agar bisa digunakan berulang-ulang tanpa menghasilkan sampah. Pasalnya, permasalahan sampah memang sangat kompleks.

Hal ini akan sulit jika hanya diselesaikan dengan satu solusi. Konsep ekonomi sirkular pun bisa menjadi salah satu alternatif pendekatan yang baik dalam mengatasi permasalahan sampah plastik yang ada.

Setidaknya ada tiga bagian penting yang terlibat pada ekonomi sirkular, yakni produsen sebagai penghasil produk, konsumen yang menggunakan produk-produk, serta pengelola sampah dalam hal ini individu, pemerintah, dan industri.

Di dalam ekonomi sirkular ketiganya wajib untuk berkolaborasi antara satu dengan yang lainnya sehingga proses konsumsi produk yang terjadi tidak menghasilkan sampah yang terbuang begitu saja di lingkungan. Selain itu, proses bisnis dapat bersifat jangka panjang bahkan membuka banyak lapangan kerja.

Circular Economy Danone-AQUA

langkah-circular-economy

Di Indonesia, salah satu perusahaan terkemuka yang menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam proses bisnisnya adalah Danone-AQUA. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan (AMDK) pertama di Indonesa, Danone-AQUA telah berdiri sejak 1973 dengan mengerjakan bisnis yang lebih ramah lingkungan.

Setidaknya ada 3 proses penting yang dilakukan oleh Danone-AQUA dalam menjalankan konsep ekonomi sirkular. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

1. Komitmen #BijakBerplastik

Pada pertengahan 2018 lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Lingkungan Hidup, Danone-AQUA meluncurkan sebuah gerakan bernama #BijakBerplastik. Langkah ini digagas atas dasar komitmen untuk mengatasi masalah sampah plastik yang ada di Indonesia.

Gerakan #BijakBerplastik sendiri mengusung tiga pilar untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia, yakni pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi konsumen, serta inovasi produk.

Pasalnya, kemasan plastik telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat saat ini. Plastik-plastik yang digunakan dan dihasilkan setiap harinya akan membawa dampak negatif jika setiap orang tidak memperlakukan plastik tersebut dengan benar.

2. Botol Plastik 100% Daur Ulang Pertama di Indonesia

Salah satu pilar penting #BijakBerplastik yaitu inovasi produk. Jika selama ini air mineral Aqua tersedia dalam botol plastik 50% daur ulang dan galon 70% daur ulang, maka baru-baru ini Danone-AQUA menelurkan botol plastik 100% daur ulang pertama yang ada di Indonesia.

Botol ini dihasilkan dari botol plastik bekas AQUA yang telah dipilah, dibersihkan, dan dicacah untuk kemudian diproses dengan memanfaatkan teknologi tinggi menjadi material pellet atau recycle PET. Olahan inilah yang menjadi bahan baku botol plastik 100% daur ulang.

Hadirnya botol ini pun sebagai upaya pengejawantahan konsep 3R, termasuk gaya hidup minim sampah atau Zero Waste. Botol plastik yang digunakan tidak terbuang percuma di lingkungan karena setiap botol tersebut bisa diubah menjadi sumber daya berharga untuk digunakan kembali.

Sejak 2010, Danone-AQUA memang telah membangun infrastruktur pengumpulan sampah dan bekerja sama dengan pengumpul serta bank-bank sampah yang ada. Setiap tahunnya Danone-AQUA mengumpulkan 12.000 ton sampah plastik untuk didaur ulang menjadi botol melalui enam pusat pengumpul sampah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pada bank sampah inilah botol plastik 100% daur ulang dihasilkan. Selain sebagai upaya konkret dari ekonomi sirkular, botol plastik 100% daur ulang ini akan membantu pemerintah dalam upaya mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70% pada 2025.

3. Smart Drop Box Danone-AQUA

Untuk mendukung gerakan #BijakBerplastik dibutuhkan kolaborasi lintas sektoral sehingga akan menghasilkan solusi berupa penyelesaian sampah di Indonesia. Dalam mewujudkan langkah ini, Danone-AQUA pun berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH), Alfamart, Telkomsel, serta Smash.

Adapun bentuk kolaborasi yang dihasilkan yakni Smart Drop Box yang diluncurkan sejak Mei 2018 lalu. Smart Drop Box sendiri merupakan tempat sampah pintar yang dilengkapi oleh sistem pemindai (barcode) botol plastik.

Tempat sampah pintar ini dihubungkan dengan aplikasi untuk mencatat sampah botol yang dikumpulkan bernama mySmash. Melalui aplikasi ini pula, kamu akan mendapatkan imbalan dalam bentuk poin T-Cash yang dapat digunakan untuk berbelanja di berbagai retail dan gerai di seluruh Indonesia.

Hadirnya Smart Drop Box ini akan melibatkan peran aktif konsumen mulai dari proses awal daur ulang dan mengedukasi konsep ekonomi sirkular sehingga botol plastik yang selesai digunakan tidak lagi terbuang ke lingkungan.

Pasalnya, botol plastik yang terkumpul di Smart Drop Box akan diolah kembali menjadi botol plastik baru. Selain membantu mengurangi sampah, Smart Drop Box pun mampu mendukung aktivitas perekonomian di masyarakat. Smart Drop Box ini sendiri telah tersebar di sekitaran Jakarta dan Bekasi.

Sementara untuk mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah plastik, Danone-AQUA juga telah menempatkan Drop Box ini di beberapa titik di CocoMart Bali, seperti di daerah Ubud, Gianyar, serta Jimbaran.

cara-kerja-circular-economy

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung gerakan #BijakBerplastik? Beberapa langkah kecil yang sebaiknya kita mulai dari diri sendiri yakni dengan membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, serta memberikan sampah ke bank sampah terdekat.

Langkah ini akan membuat sampah plastik jadi lebih bernilai dan bermanfaat bagi orang lain untuk didaur ulang kembali sehingga kita pun dapat terlibat dalam membantu mewujudkan konsep ekonomi sirkular.

Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai ekonomi sirkular dan beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mendukung gerakan #BijakBerplastik untuk Indonesia yang lebih bersih serta bumi yang lebih baik 😊

Yuk, ajak yang lain untuk terlibat!

  • Share:

Baca Post Ini Juga

0 komentar

Saya akan senang jika kamu meninggalkan komentar tanpa tautan hidup 😊