Berpikir Kritis Bersama Tular Nalar

tular-nalar

Berapa banyak berita palsu yang kita terima setiap hari?

Di Indonesia, selama 1 Januari hingga 16 November 2020 setidaknya ada 2.024 hoax atau berita palsu yang tersebar di berbagai platform, mulai dari media sosial hingga private messenger seperti WhatsApp.

Data ini dikumpulkan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang bekerja sama dengan cekfakta.com. Angka ini jika dilihat lagi ternyata mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.221 kasus.

Saya mengingat mama yang beberapa hari lalu bercerita mengenai vaksin Covid-19. Dia dan teman-temannya sesama pengajar di sekolah sebenarnya punya kesempatan untuk di vaksin. Namun, memilih untuk tidak divaksin karena termakan berita palsu.

"Di grup WA banyak info kalau vaksin punya efek samping yang buruk."

Terjadinya pandemi ini memang menambah jumlah hoax. Padahal, informasi kesehatan adalah hal yang krusial karena bisa membahayakan diri seseorang. Sayangnya, keberadaan berita palsu ini memang tidak bisa dibendung. Semakin banyak pengguna internet, semakin besar pula berita palsu yang beredar.

Lalu, apa yang bisa kita perbuat? 😕

Jika kita, pengguna internet; tidak melindungi diri dengan kemampuan berpikir kritis, maka besar kemungkinan kita akan termakan oleh berita palsu tersebut di mana bahayanya ternyata tidak main-main.

Tapi, apa sih sebenarnya berpikir kritis itu?

Dari laman criticalthinking.org disebutkan bahwa berpikir kritis adalah proses disiplin intelektual untuk secara aktif dan terampil membuat konsep, menerapkan, menganalisis, dan/atau mengevaluasi informasi yang dikumpulkan dari, atau dihasilkan oleh, observasi, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, sebagai panduan untuk keyakinan dan tindakan.

Ketika dunia dan pengetahuan global didorong oleh informasi dan teknologi, mau tidak mau kemampuan berpikir kritis harus dimiliki.

Beruntungnya di Indonesia baru-baru ini Mafindo, Maarif Institute, dan Love Frankie mendapatkan dukungan dari Google.org untuk menginisiasi Tular Nalar  yang diimpelentasikan ke dalam suatu website tularnalar.id.

Tular Nalar berkomitmen menghadirkan materi pembelajaran yang dikemas dengan metode interaktif untuk melatih kemampuan berpikir kritis yang bisa dengan mudah diakses oleh semua orang. Agar tidak lagi menyebarkan berita palsu dengan mudah, Tular Nalar menghadirkan orang-orang yang memang ahli dalam literasi media dan digital.

Nah, sejak pertengahan tahun 2020 kemarin, Tular Nalar telah melatih dan membekali 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota di Indonesia mengenai cara mengidentifikasi dan memerangi berita palsu, serta membekali mereka keterampilan literasi media yang relevan.

tular-nalar

Di situs tularnalar.id, ada beberapa materi belajar online yang dikemas secara interaktif berupa modul, video, dan kuis yang sumber rujukannya jelas. Mater tersebut antara lain:

  1. Berdaya Internet: Menjelajahi media digital untuk mencari informasi, mampu memahami pesan serta berbagai perlindungan privasi dan data pribadi, hingga berkolaborasi dengan netizen lain melalui teknologi digital.
  2. Internet dan Ruang Kelas: Platform digital untuk mendapatkan informasi, data, dan konten sebagai sumber materi yang mendukung proses belajar berbasis media digital.
  3. Internet dan Kesehatan: Mengasah kreativitas untuk mendesain pesan dengan menggunakan teknologi digital agar mampu menjadi mediator agen edukasi kesadaran kesehatan publik melalui sarana teknologi yang tepat.
  4. Menjadi Warga Digital: Mengeksplorasi media digital agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam interaksi masyarakat digital sekaligus mengasah keterampilan analisis dan berpikir kritis mengenai pertukaran wacana di platform digital.

Untuk poin terakhir saya sempat merasakan apa yang ditawarkan oleh Tular Nalar sebagai salah satu solusi menangkal banyaknya berita palsu yang bertebaran. Acara peluncuran Tular Nalar dikemas dalam media digital dan mengajak orang untuk terlibat secara aktif dalam berinteraksi secara digital.

Peserta diajak masuk ke dalam dunia virtual melalui Cardboard yang dibagikan bersama dengan kaos dan notebook.

Semoga dengan hadirnya Tular Nalar, saya dan kamu dapat belajar berpikir kritis. Yuk, main ke tularnalar.id!

***