Membacakan Buku untuk Anak Ternyata Punya Segudang Manfaat

tips-anak-membaca-buku

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa usia di bawah 6 tahun merupakaan saat tepat orang tua mengajarkan aktivitas membaca pada anak. Lalu, saat anak memasuki usia sekolah 6-7 tahun, anak pun bisa membaca untuk belajar.

Faktanya, proses belajar membaca dan membaca untuk belajar merupakan 2 hal yang berjalan berdampingan. Yang perlu dicatat bahwa perkembangan bahasa serta kemampuan literasi berkembang sejak si Kecil lahir.

Jadi, setiap interaksi bisa menjadi momen orang tua dalam mengasah kemampuan literasi anak 💝

Memasuki tahun kedua pandemi, ada berbagai hal yang mulai dikhawatirkan orang tua terhadap anaknya. Beberapa di antara kekhawatiran tersebut antara lain:

  1. Penggunaan gadget yang berlebihan
  2. Kemampuan bersosialisasi yang tidak terasah
  3. Ketertinggalan dalam edukasi
  4. Kesehatan fisik dan emosional anak

Nah, salah satu jawaban dari kekhawatiran-kekhawatiran tersebut sebenarnya adalah dengan memasukkan kegiatan membaca buku bersama ke dalam aktivitas sehari-hari anak.

Pentingnya Literasi Anak

Kenapa kegiatan membaca ini penting? Berikut manfaat yang bsia diperoleh dari kegiatan membaca buku:

  • Mengasah kemampuan anak untuk mengenak emosi dan mengendalikannya
  • Meningkatkan kemampuan berbahasa anak
  • Menjadi variasi kegiatan anak dalam satu haru antara online dan offline
  • Dasar dari mengasah kemampuan literasi di mana hal ini bagian terpenting dari digital literasi
  • Meningkatkan bagian otak yang berfungsi dalam perkembangan bahasa, perencanaan, dan pembuat keputusan
  • Mengasah keterampilan sosial, salah satunya empati

Manfaat ini bakal sangat terasa jika aktivitas membaca dilakukan bersama dengan orang tua.

Namun, untuk mendapatkan manfaat membaca secara maksimal, setiap orang perlu memahami terlebih dahulu tahapan perkembangan literasi anak. Artinya, tidak semua buku cocok untuk semua anak.

Usia 1-2 tahun, misalnya, baru bisa memegang buku, mengucapkan kata sederhana, dan berinteraksi 2 arah. Makanya, bacaan yang cocok, yaitu Board books, rhyming book, picture books, books that name things.

Sementara usia 2-3 tahun sudah amiliar dengan banyak objek, memahami dan mengucapkan kalimat yang lebih panjang. Bacaan yang cocok, antara lain Rhyming book, search & find book, story books.

Baru di usia 3-4 tahun anak mulai kenal huruf, suka membacakan buku pada boneka, dan mengulang kalimat di buku. Makanya, bacaan yang cocok pun adalah Longer story books with pictures, counting books.

Terakhir, usia 4-6 tahun telah mulai bisa cerita bacaannya, dapat duduk untuk mendengarkan cerita yang lebih panjang. Adapun bacaan yang cocok, yakni Fairy tales & legends, dan longer story books with fewer pictures.

Cara Meningkatkan Minat Membaca Anak

fathya-artha-psikolog-co-founder-tigagenerasi

Lalu, muncul pertanyaan. Mengapa ya membaca merupakan media yang pas untuk mengajarkan kebaikan? 🤔

Fathya Artha, Psikolog dan Co-Founder Tigagenerasi, menjelaskan alasan tersebut, antara lain:

  • Memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku baik
  • Menumbuhkan kebaikan dari rasa aman yang dibangun selama proses membaca dengan orang tua
  • Belajar memahami melalui multisensory
  • Mengembangkan empati
  • Mengenal konteks dari sebuah perilaku baik
  • Meniru apa yang dilakukan tokoh

Tapi, bagaimana sih cara membuat membaca jadi lebih menarik dan menyenangkan bagi anak? Sebagai orang tua, kamu tentu bertanya-tanya juga 'kan? 🤔

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat aktivitas membaca jadi menyenangkan, yakni:

  • Siapkan pojok baca atau spot seru untuk membaca
  • Ajak anak untuk memilih buku
  • Libatkan anak dalam cerita yang dibacakan
  • Berceritalah dengan intonasi suara serta properti yang seru
  • Hubungkan cerita yang dibaca dengan aktivitas sehari-hari
  • Setiap orang tua juga perlu merasa bahwa aktivitas membaca itu adalah seru
  • Jangan dipaksa. Jadikan pergerakan anak sebagai ajang untuk melibatkannya dalam cerita

Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal

Setelah mengetahui semua hal tersebut, kamu juga perlu tahu hal lainnya yang tidak kalah penting, yakni badan anak perlu tetap sehat untuk bisa ikut membaca dan berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya, sehingga proses tumbuh kembang anak optimal.

Bagaimana caranya? 😐

mengajari-anak-membaca-buku

dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, seorang dokter spesialis anak dan juga CEO Tentang Anak berbagi informasi mengenai asupan gizi seimbang dan pola asuh orang tua yang baik.

Baca juga: Catatan Penting Dari Festival Isi Piringku

dokter-mesty-ariotedjo-founder-and-ceo-tentang-anak

Dalam 2 tahun pertama seorang anak bakal mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, mulai dari otak hingga kelima panca inderanya. Pertumbuhan di masa-masa inilah yang menajadi penentu kehidupannya di masa mendatang. Makanya, tidak heran kalau di usia ini orang sering kali menyebutnya dengan istilah Golden Age.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak dibutuhkan asupan gizi seimbang dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Asupan tersebut pun harus punya nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

nutrisi-seimbang-pada-anak

Selain membutuhkan asupan nutrisi seimbang, setiap anak juga perlu asupan air yang mencukupi agar terhindar dari dehidrasi. Cairan diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme, fungsi pencernaan, fungsi sel, pengaturan suhu, pelarutan berbagai reaksi biokimia, pelumas, dan pengaturan komposisi elektrolit.

Cairan ini bisa bersumber dari makanan maupun minuman, misalnya air putih, susu, atau jus buah. Perlu dicatat bahwa anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa.

Dengan asupan gizi seimbang ini, maka setiap orang tua boleh dibilang telah mendukung anak hebat dalam berliterasi, sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak akan berjalan dengan lancar.

launching-project-baca-danone-indonesa

Nah, dalam Talkshow Dan Launching Project BACA, Danone Indonesia bekerja sama dengan Tentang Anak (sebuah wadah edukasi dan informasi tentang kesehatan dan tumbuh kembang) meluncurkan program BACA, sebuah program ajakan untuk mencintai kegiatan membaca dan belajar kebaikan kepada anak-anak melalui sumbangan buku bacaan.

Dalam suasana Ramadan sebagai bulan penuh kebaikan, Danone Indonesia dan Tentang Anak juga akan memperluas manfaat melalui penggalangan Donasi 5.000 Buku Serial “Sikap Baik” untuk anak-anak Indonesia.

Tidak hanya berhenti di situ, Danone Indonesia juga turut mendonasikan buku Sampahku Tanggung Jawabku dan Isi Piringku. Nah, untuk ikutan donasi, kamu juga bisa berdonasi melalui @wecare.id 👌

Jadi, yuk tunjukkan dukungan terhadap literasi anak dan selalu penuhi asupan gizi seimbangnya setiap hari!

***