Bahu Membahu Atasi Kusta

penyakit-kusta-di-indonesia

Kamu mungkin tidak ingat lagi kapan terakhir kali mendengar penyakit kusta. Atau kamu mungkin belum pernah melihat penyakit ini.

Jika iya, maka kita satu geng.

Percayakah kamu kalau penyakit tertua di dunia ini yang sudah ada sejak tahun 600 sebelum masehi ternyata masih ada di Indonesia?

Jumlah Kasus Kusta di Indonesia

Kementerian Kesehatan bahkan mencatat bahwa ada 14 provinsi di Indonesia yang masih punya beban kusta yang tinggi. Angka penemuan kasus baru lebih dari 10 per 100.000 penduduk atau lebih dari 1.000 kasus per tahun.

Adapun 14 provinsi yang masih menanggung beban kusta, yakni antara lain Aceh, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, bahkan DKI Jakarta.

penyakit-kusta-di-indonesia

Pada Rabu 24 November 2021 lalu, saya berkesempatan ikut Live Talkshow yang diselenggarakan oleh KBR bersama NLR Indonesia dan perusahaan BUMN PT Dahana (Persero) di YouTube Channel KBR Indonesia.

Di sini di bahas secara tuntas mengenai kasus kusta di Indonesia dan betapa peran seluruh pihak untuk bahu membahu mengeliminasi penyakit kusta di Indonesia sangat dibutuhkan.

Dari NLR Indonesia ada dr. Febrina Sugianto selaku Jr. Technical Advisor dan dari PT Dahana (Persero) ada Eman Suherman S.Sos Ketua TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).

Menurut dr. Febrina Sugianto selaku Jr. Technical Advisor NLR Indonesia, sebelum pandemi ada 457 kasus aktif kusta di Subang, tapi di masa pandemi ini terdapat 116 kasus.

Data ini pun bisa menjadi Good News karena mungkin saja memang turun. Tapi, tetap dapat menjadi Bad News sebab di masa ini masih pembatasan mobilitas, sehingga sulit menjangkau kawasan endemik kusta.

Baca juga: Kasus Kusta Meningkat Selama Pandemi

Apa Itu Penyakit Kusta?

Buat kamu yang belum tahu kusta itu biasa juga disebut lepra atau penyakit Hansen atau Morbus Hansen.

Dilansir dari Alodokter, kusta adalah penyakit infeksi bakteri kronis yang menyerang jaringan kulit, saraf tepi, dan saluran pernapasan seseorang.

Penyebaran penyakit kusta bisa melalui percikan ludah (droplet) atau dahak yang keluar saat bersin atau batuk. Seseorang bisa mengifeksi orang lainnya dengan percikan droplet yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Selain penyebab tersebut, ada faktor risiko yang menjadi pemicu terjadinya kusta. Faktor tersebut antara lain:

  • Sentuhan langsung dengan hewan penyebar bakteri kusta, seperti simpanse
  • Berkunjung atau menetap di kawasan endemik kusta
  • Punya gangguan pada sistem imunitas tubuh

Penanganan Kusta di Indonesia

Di Indonesia, selain pemerintah melalui Kemenkes RI, ada juga organisasi non-pemerintah yang turut andil mengentaskan penyakit kusta, salah satunya NLR Indonesia.

NLR sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada 1967 untuk menanggulangi kusta dengan menggunakan pendekatan tiga zero:

  • Zero transmission (nihil penularan)
  • Zero disability (nihil disabilitas)
  • Zero exclusion (nihil eksklusi)

Di tingkat BUMN, ada PT Dahana (Persero) melalui program Corporate Social Responbility (CSR) yang aktif memfasilitasi kesehatan dan pengobatan gratis di wilayah perusahaan berada.

Sejak 2017, PT Dahana (Persero) aktif memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat yang terdampak kusta. Nah, hingga saat ini sudah ada ribuan penderita kusta yang mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.

Makanya tadi, usaha bahu membahu untuk dari berbagai pihak dibutuhkan agar Indonesia bisa sehat dan bebas kusta. Oh, satu lagi! Semoga dengan blog post ini stigma negatif tentang kusta dan diskriminasi terhadap penderita kusta juga dapat segera berakhir.

***