Staycation di Hotel di Rancamaya: Amanuba Hotel
Awal Desember 2025 kemarin kami ke salah satu hotel terbaik di Rancamaya, Bogor, yaitu Amanuba Hotel & Resort. Sejam dari Margonda, Depok, dan jalanannya juga tidak ribet. Kami masuk tol Juanda dan keluar di tol Ciawi. Dari pintu tol Ciawi cuma kurang dari 10 menit.
Oke, saya cerita ya.
Saya masih ingat betul momen ketika mobil kami memasuki area Rancamaya. Jalanan yang mulai menciut dari hiruk-pikuk kota perlahan berubah menjadi pepohonan lebat, angin yang lebih lembut, dan udara yang terasa bersih. Rasanya seperti tubuh ikut menurunkan bahunya setelah lama menahan napas. Huh.
First Impression
Kami tiba di Amanuba sekira pukul 10.00 pagi.
Begitu turun di area lobi, suasananya terasa sangat berbeda dari hotel-hotel perkotaan. Bukan bangunan kaca modern yang menyambut saya, melainkan pendopo bergaya Jawa–Sunda dengan sentuhan tropis ala villa Bali.
Banyak tanaman hijau menjuntai, beberapa patung kecil berdiri di sela pohon, dan angin jelang siang yang membawa aroma kayu basah.
Tidak ada musik keras. Tidak ada keramaian. Hanya suara burung dan dedaunan yang bergesekan.
Meja check-in sederhana sebelah kiri saat kami masuk, dan petugas hotel menyapa kami dengan ramah, meminta kami duduk dulu sambil menunggu prosesnya.
Anak-anak langsung disuguhi buku gambar dan pensil warna. Hal sepele yang membuat saya langsung merasa “Oh, hotel ini ramah anak.”
Welcome drink? Memang tidak ada. Tapi pelayanan mereka sangat sat set koper langsung dikumpulkan, dan kami diberi waktu untuk bersantai di lobby sampai kamar siap.
Sambil menunggu, saya melihat sekeliling. Ada interior lobi didominasi kayu dan batu alam. Banyak spot yang sebenarnya Instagrammable bukan karena dibuat-buat, tetapi karena suasana hijau di belakangnya sangat mendukung.
Saya suka hotel yang membuat saya langsung ingin duduk dan tidak buru-buru ke kamar. Dan Amanuba memberi kesan itu sejak menit-menit pertama.
Fasilitas Kamar Suite Room Garden View
Kamar kami berada di area bangunan yang dipisahkan dari lobi. Posisinya agak ke atas menyerupai bukit. Kami menginap di lantai 3 kamar 318.
Kami diantar menggunakan shuttle car kecil, mirip mobil golf. Anak-anak senang sekali.
Begitu masuk kamar, saya langsung menangkap dua hal, yaitu ruangan ini luas dan pencahayaannya enak banget, bikin betah.
Suite Room ini berukuran 44 meter persegi, dengan desain kontemporer yang menyatu dengan unsur alam. Kayu, warna netral, dan pencahayaan lembut membuat ruangan terasa tenang.
Benar-benar mirip villa di Bali, tapi tetap membawa rasa kearifan lokal Sunda.
1. Ruang Keluarga
Satu sofa L besar menunggu di sisi kanan pas untuk kami berempat selonjoran dan nonton Netflix.
Ada meja kerja panjang dengan cermin besar di depannya. Trus di pojok ada kulkas kecil, electric kettle, dan dua botol air mineral.
Lantainya vinyl kayu gelap, membuat ruangan terasa lebih cozy.
2. Ruang Tidur
Ruang tidur terasa lebih privat karena ada dinding pembatas yang terdiri dari bilah-bilah kayu.
Kasurnya king size, tidak terlalu empuk seperti King Koil, tapi nyaman dan tidak bikin punggung sakit. Karena saya sensitif banget saya kasur. Maklum, di umur segini punggung emang suka rewel. Bantalnya standar hotel lah ya. Tidak terlalu padat, tidak terlalu lembek.
Nah, ini tadi. TV ada dua; satu di ruang keluarga, satu di kamar tidur. TV-nya adalah Smart TV, ada Vidio, Netflix, Prime, Disney+, dan OTT lainnya. Tapi yang langganan cuma Netflix. Hehe
3. Kebersihan
Saya sempat mengecek beberapa sudut:
- Spreinya bersih kok
- Tidak ada debu menempel di meja
- Kamar mandi bersih, rapi, putih
Untuk hotel di Rancamaya harga 1jutaan per malam, kebersihannya berada di level dewa.
4. Kamar Mandi
Toilet dan shower terpisah. Air panas menyala dan stabil. Anak-anak kaget banget pas main air tiba-tiba airnya panas. Tekanan air showernya juga kencang. Jadi enak banget setelah main seharian.
Oiya, amenitiesnya standar hotel berbintang empat kayaknya karena ada sabun cair, sampo, sikat gigi, shower cap, cutton buds, alat cukur, hairdryer, tisu toilet, sama handuknya yang banyak banget.
Jadi, kalau mau menginap di hotel ini kamu tidak perlu bawa handuk.
5. View dari Kamar
Dari jendela dan balkon kecilnya, yang saya lihat bukan gedung, bukan parkiran mobil tapi pepohonan tinggi, daun-daun hijau, sawah, langit biru, dan jalan setapak berbatu yang mengarah ke area resort.
Pemandangan hijau seperti ini sulit ditemukan kalau menginap di pusat Bogor, apalagi di Margonda.
Kamar Suite Room Garden View di Amanuba ini mewah, tapi dia tidak menampakkan kemewahannya secara terang-terangan, tapi orang yang menginap di situ bisa merasakan kemewahannya.
Fasilitas Hotel Amanuba
1. Kolam Renang
Saya ke area kolam sore hari, waktu itu lagi gerimis tipis. Langit gelap, suasanya adem banget. Alinea minta mau berenang. Kami sempat ke kolam dan berenang barang 30-45 menit gitu.
Pemandangan di kolam tuh luar biasa. Kolam besar dengan air hijau toska yang jernih, dikelilingi pepohonan tropis, dan restoran dua lantai yang terlihat menyala dari kejauhan.
Hotel ini punya dua kolam renang:
- Kolam Anak (0.7 m)
- Kolam Dewasa (1.4 m)
Keduanya bersih, suhu airnya pas, dan yang paling penting tidak bau kaporit.
2. Amphitheater dan Lapangan
Di sebelah kolam ada lapangan rumput luas, lengkap dengan amphitheater bertangga.
Area ini terasa seperti tempat retreat yang adem, sunyi, dan menghadap ke hamparan sawah. Sesuatu yang sangat jarang saya temui ketika menginap di hotel mana pun di Jabodetabek.
3. Kids Corner
Bagi keluarga, fasilitas ini menyalamatkan kita dari anak yang tantrum sih.
Ada prosotan, beanbag, lego, alat gambar, dan papan tulis. Bukan playground besar, tapi cukup untuk membuat anak-anak betah dan memberi orang tua waktu untuk me time.
Sayangnya, waktu kami ke sana, AC-nya mati dan ruangannya terasa berdebu. Mungkin karena jarang yang pakai kali ya.
4. WiFi
Saya tidak menggunakan WiFi secara intens, tetapi koneksinya stabil untuk browsing dan membuka media sosial. Saya sempat update aplikasi App Store dan ngebut.
Tidak ribet harus login berkali-kali karena dia punya password di kartu kamar yang diberikan.
5. Musola
Yang tidak kalah penting adalah hotel ini punya musola khusus yang luas. Tempat salat antara perempuan dan laki-laki juga terpisah.
6. Cafe & Resto
Saya sempat mencoba Iced Americanonya, agak light jadi cocok untuk kamu yang mau ngopi tapi tidak kuat asam. Saya sendiri lebih suka Iced Americano yang bold.
Cafe & Resto Amanuba juga punya banyak menu makanan berat dan camilan. Areanya mantap untuk WFC.
7. Sepeda Listrik
Tapi yang sepeda listrik ini berbayar sih. Bisa banget sebenarnya disewa kalau kamu tidak bawa kendaraan dan mau keluar area hotel untuk beli sesuatu di warung atau minimarket terdekat.
Makanan & Minuman
Sarapan di Amanuba mungkin tidak semewah hotel bintang lima, tetapi justru itu yang membuat saya menyukainya karena hangat, homey, dan penuh sentuhan lokal.
Menu yang tersedia waktu itu:
- Soto ayam
- Sup
- Nasi dan lauk
- Telur
- Sereal
- Buah segar
- Kopi dan teh
Tetapi yang paling menarik adalah meja jamu. Ada temulawak, kencur, dan jahe yang bisa diracik langsung. Saya tidak ingat kapan terakhir kali hotel menyediakan jamu saat sarapan.
Kopinya lumayan, tehnya hangat, dan anak-anak senang dengan pilihan sereal.
Untuk harga kamar sejutaan, sarapannya lebih dari cukup.
Lokasi dan Akses
Dari Margonda, Depok, perjalanan ke Amanuba memakan waktu sekitar 1–2 jam, tergantung jam berangkat. Kami lewat Tol Jagorawi dan keluar di pasar Ciawi. Di perempatan ini agak macet, ya. Jadi siap-siap aja.
Lokasi hotelnya dekat dari:
- Kuntum Farmfield sekitar 4,8 km
- Kebun Raya Bogor sekitar 12 km
- Museum Zoologi sekitar 15 km
Masuk ke kawasan resortnya pun mudah, dan shuttle car siap mengantar tamu dari lobby ke kamar. Parkir luas dan gratis.
Apakah kita bisa ke hotel di Rancamaya ini dengan naik taksi online? Jawabannya bisa banget. Kami sendiri naik Gocar ke sana. Harganya 160ribu-an, di luar tol sekitar 35ribu.
Harga & Value for Money
Saya menginap di harga sekitar Rp1.180.077 (Harga Traveloka per 1 Desember 2025) per malam Suite Room Garden View. Dengan fasilitas:
- Ruangan luas
- Kolam renang aesthetic
- Sarapan dengan jamu
- Suasana villa Bali dan alam Sunda
- Area terbuka super hijau
Menurut saya, value for money banget. Gimana dengan kamar lainnya? Kamar di bawah Suite Room Garden View juga oke banget kok. Mengingat, suasana lokasi hotel ini emang enak banget untuk menghirup udara bersih.
Oiya, menurut saya Amanuba Hotel & Resort Rancamaya cocok untuk:
- Keluarga yang ingin staycation tanpa pergi jauh dari Jakarta
- Pasangan yang ingin suasana tenang dan private
- Retreat kantor, gathering komunitas, atau acara outdoor
- Traveler yang rindu suasana Bali tanpa benar-benar ke Bali
Kalau kamu mencari hotel modern dengan interior fancy dan fasilitas premium, mungkin bukan di sini tempatnya.
Tapi kalau kamu mencari ketenangan, udara bersih, dan suasana alami yang jarang ditemukan di hotel kota, Amanuba bisa jadi pilihan yang sangat menyenangkan.
Rating pribadi: ⭐⭐⭐⭐☆ (4.3/5)
Akan saya datangi lagi?
Ya, terutama kalau ingin melarikan diri sebentar dari hiruk-pikuk Depok dan Jakarta; dan yang paling penting kalau uangnya ada. Haha










Post a Comment