WFC di Smiljan Emhallway Blok M

WFC di Smiljan Emhallway Blok M

Pernah nggak kamu janjian meeting tapi malah ujung-ujungnya kayak lagi main petak umpet sama coffee shopnya?

Ceritanya minggu lalu (Kamis, 5 Februari 2026) pagi sekitar jam 9.30, saya ada janji meeting sama Nimas; bos saya di kantor. Karena tahu daerah Melawai itu parkirnya agak tricky, saya putuskan parkir motor aman di area Bank BNI samping Menara Sentraya. Dari sana, saya jalan kaki santai sekitar 5 menitan. Harusnya gampang dong?

Ternyata realitanya saya malah mondar-mandir bingung di antara Jiroku Ramen dan Hotel Dharmein. Cek map berkali-kali, titiknya di sini, tapi kok nggak kelihatan? Pas nengok lebih jeli, ternyata saya sudah berdiri tepat di depannya!

Wait, ini tempat ngopi? Selebar 2 meter doang? Yes, kamu nggak salah baca. 

Smiljan Emhallway di Blok M ini memang sering disebut hidden gem, dan kali ini definisinya harfiah banget karena posisinya yang dihimpit bangunan lain bikin dia nggak kelihatan.

Begitu masuk, impresi pertamanya unik banget. Kita langsung disambut area kasir dan lorong memanjang yang juga berfungsi sebagai seating area. Walaupun lebarnya cuma sejangkauan tangan, vibesnya hangat banget karena dominasi elemen kayu dan pencahayaan yang dim alias nggak terlalu terang.

Buat yang suka suasana tenang atau mau WFC fokus, ini tempat yang pas banget sih. Ada area mezzanine juga di belakang kalau mau posisi yang lebih privat.

Dirty Latte Smiljan

WFC di Smiljan Emhallway Blok M

Karena dari rumah saya belum ngopi dan memang saya niatkan ke sini buat nyobain Dirty Latte, jadi saya pesan Dirty Latte, sementara Nimas pesan Sourdough. Nah, ini yang menarik. Pas saya pesan, baristanya bilang kalau Dirty Latte di sini alirannya Thai Style, bukan Japanese Style.

Buat kamu yang belum tahu, bedanya cukup signifikan lho. Baristanya menjelaskan dengan sabar seperti ini:

  • Japanese Dirty Latte

Biasanya fokus pada purity. Espresso panas dituang pelan di atas susu dingin atau biasanya susu distilasi atau ultra-cold milk. Rasanya lebih clean dan menonjolkan kontras suhu panas-dingin di mulut.
  • Thai Dirty Latte

Ini yang saya minum di Smiljan. Karakternya lebih playful di tekstur. Susunya sudah dicampur krim atau special milk blend jadi rasanya jauh lebih creamy, oily, dan rich.

Benar saja, pas dicoba, teksturnya creamy banget di mulut tapi kick kopinya tetap berasa. Buat pecinta kopi yang bold kayak saya, ini juara. Sourdough-nya Nimas juga pas banget buat jadi teman ngopi, crunchy tapi lembut di dalam.

Menu Smiljan Blok M

Buat kamu yang mau ke sini dan penasaran siapin budget berapa, ini bocoran menu dan harganya (belum termasuk pajak ya):

White Coffee (34.5k - 37.5k)

  • Cappuccino, Latte, Flat White: 34.5k
  • Piccolo, Smiljan Magic: 34.5k
  • Caramel Macchiato: 37.5k
  • Palm Sugar Coffee Milk: 34.5k

Black Coffee (25k - 37k)

  • Espresso: 25k
  • Long Black: 30k
  • Pour-Over Coffee: 37k

🍵 Non-Coffee (27k - 43.5k)

  • Matcha Latte: 34.5k
  • Aromatic Milk Tea: 34.5k
  • TEMA Tea Series: 27k

🍽️ Makanan Berat (30k - 44k)

  • Bakmi Emhallway: 38.5k (Wajib coba next time!)
  • Nasi Balado: 44k
  • Smiljan Bahn Mi: 44k
  • Sunmori Potato: 30k

🥐 Pastry & Snacks (19k - 34k)

  • Sourdough / Roti Hesaid: 34k
  • Pain au Chocolat: 34k
  • Original Soft Cookies: 19k
  • Dimsum: 30k

Buku di Smiljan Emhallway

WFC di Smiljan Emhallway Blok M

Sambil ngopi, mata saya tertuju ke rak buku di dinding. Ternyata buku-buku di sini dikurasi langsung oleh Toko Buku Akik pasti anak buku tahu dong legendanya toko buku ini di Jogja. Bukunya ada yang bisa dibaca di tempat, ada juga yang bisa dibeli.

Baca juga: Book Coffee di Depok

Overall, tempatnya memang mungil, sepertinya nggak muat lebih dari 20 orang. Ada meja panjang, meja kecil, dan rak buku yang bikin suasana makin homey. Kalau kamu cari tempat buat deep talk atau kerja yang butuh ketenangan tanpa distraksi, coba deh melipir ke lorong kecil ini.

Nih buat jajan