Kesasar di Pasar-Pasar Jakarta

By Ardan - July 11, 2019

pasar-pasar-di-jakarta

Kota terbentuk atas dasar adanya cikal bakal pasar dan pasar mendorong terbentuknya kota. Pasar adalah diorama sebuah kota," begitu kira-kira cuplikan Marco Kusumawijaya menuliskan tentang pasar di blognya.

Di pasar setidaknya kita bisa ditunjukkan bagaimana sebuah kota dihidupi atau dibentuk. Bahkan, menurut peneliti perkotaan ini, pasar bisa memperlihatkan masa depan. Pasar adalah cerminan dari yang terjadi di sebuah kota.

Saya mengingat satu pasar di Jalan Pettarani, Makassar. Satu-satunya pasar tradisional yang ada di pinggir jalan: Pasar Tamamaung. Lokasinya tidak jauh dari perempatan Jalan Urip Sumaharjo dan pintu tol yang menghubungkan Kota Makassar dan Bandar Udara Sultan Hasanuddin.

pasar-pasar-di-makassar

Pasar Tamamaung sudah ada sejak sebelum 1980. Beberapa cerita menyebut kalau pasar ini terbentuk oleh pagandeng: para penjual ikan dan sayur yang bersepeda dari berbagai kota di sekitar Makassar seperti Takalar dan Jeneponto.

Hari ini Pasar Tamamaung semakin mengecil. Dihimpit oleh berbagai bangunan megah dan digeser oleh proyek jalan layang yang melintas di hadapannya. Begitulah, orang-orang berlomba menghancurkan apa yang telah mereka buat sendiri.

Sejak pindah ke Jakarta, saya menyiapkan waktu di akhir pekan untuk menyambangi pasar-pasar yang ada di ibu kota negara Indonesia ini. Dari pasar tradisional hingga ke pasar modern. Menyenangkan untuk melihat bagaimana transaksi yang terjadi di pasar-pasar ini.

Saya mengurut pasar-pasar ini mulai dari yang paling aneh hingga yang paling menarik perhatian saya.

Pasar Jatinegara

pasar-jatinegara

Dalam banyak literatur Pasar Jatinegara yang berada di Jakarta Timur ini merupakan salah satu pasar yang bersejarah. Soalnya, beberapa menyebut bahwa kawasan pasar ini adalah bekas Benteng Meester Cornelis di zaman pemerintahan Belanda.

Saya mendatangi pasar ini pertama kalinya di sebuah hari Sabtu menumpang Transjakarta. Di sana ada banyak pedagang binatang mulai dari kelinci, burung, ular, hingga kelelawar. Saya sempat memotret binatang-binatang ini, mereka terlihat tersiksa di dalam kandang.

Namun, seseorang menegur saya untuk tidak memotret binatang-binatang tersebut. Saya juga melihat beberapa binatang yang dilindungi. Pasar ini liar sekali.

pasar-jatinegara

Selain itu, ada banyak penjual obat tradisional, peramal masa depan, serta berbagai hal berbau klenik. Jika bergeser ke arah barat tepatnya di kawasan jembatan hitam, ada banyak pedagang loak. Bahkan ada satu area yang dibentuk sebagai penjual barang-barang seni, baik patung maupun lukisan.

Oiya, jika kamu sedang mencari suvenir pernikahan murah dan percetakan undangan, maka Pasar Jatinegara adalah tempat yang tepat.

Pasar Modern BSD & Pluit

pasar-modern-bsd

Saya berkunjung ke Pasar Modern (Pasmod) BSD, Tangerang Selatan tiga kali dan baru sekali ke Pasar Modern (Pasmod) Pluit, Jakarta Utara. Sekilas dagangan keduanya tampak sama, hanya saja bangunan Pasmod Pluit lebih besar karena mempunyai tingkat lantai.

Lantai 1 untuk penjual ikan dan seafood, lantai 2 untuk bahan-bahan dapur dan perlengkapan rumah tangga, dan lantai 3 untuk foodcourt.

Ketika ke Pasmod BSD ada dua makanan yang tidak akan saya lewatkan adalah Bakmie Prima dan Roti Nogat. Saya sampai mengosongkan perut sebelum ke BSD. Di pasar ini juga terdapat penjual kopi beragam rupa, mulai dari yang modern hingga tradisional.

Seseorang yang pernah mampir ke blog ini bahkan bilang kalau Pasmod BSD itu surganya makanan. Iya, mulai dari Chinese Food, makanan Aceh, hingga kuliner Jawa sangat mudah ditemukan di pasar ini.

Baca juga: Roti Nogat Pasmod BSD

pasar-modern-pluit

Sementara di Pasmod Pluit didominasi oleh Chinese Food dan kuliner Medan. Pasar ini luas sekali, beberapa kios bahkan kosong saat saya ke sana. Oiya, Pasmod Pluit juga menjadi satu-satunya pasar yang sambangi di mana setiap pengunjungnya dilarang memotret atau merekam video.

Ada banyak pamflet larangan yang tersebar di tembok-tembok. Jadi, jika kamu ingin mendokumentasikan pasar ini, maka kamu harus sembunyi-sembunyi.

Oiya, untuk mengetahui menu halal dan tidak halal di tempat ini kamu wajib bertanya ke penjualnya langsung sebelum memesan ya!

Pasar Lama Tangerang

pasar-lama-tangerang

Buset deh, kalau Pasar Lama Tangerang saya tak sanggup berkata-kata. Tapi akan coba saya jelaskan sedikit-sedikit.

Jadi, di kawasan Pasar Lama Tangerang ini tinggal komunitas Cina Benteng. Daerahnya penuh sejarah karena merupakan lokasi Kerajaan Banten zaman dahulu. Disebut sebagai Cina Benteng karena peranakan Tionghoa tinggal di kawasan Benteng Makassar.

pasar-lama-tangerang

Kamu bisa berkunjung ke Pasar Lama Tangerang di pagi dan siang hari karena ada beberapa kuliner yang bisa dicicipi seperti Djajan Seafood dan Kopi Kong Djie.

Tapi jika kamu mau kuliner yang lebih beragam lagi, maka datanglah sesudah matahari terbenam. Tepat di gerbang Kuliner Pasar Lama Tangerang hingga ujung Jalan Kisamaun berjejalan makanan dan minuman enak. Dari yang jajanan legendaris hingga jajanan hits.

Baca juga: Kuliner Pasar Lama Tangerang

Oiya, lokasi Pasar Lama Tangerang ini cukup jauh jika kamu berangkat dari Jakarta Pusat. Butuh sekira sejam untuk sampai di tempat ini dengan menggunakan kereta. Naiklah dari Stasiun Duri dan turun di Stasiun Tangerang, stasiun paling akhir jika kamu mau ke surga kuliner ini.

Baca juga: Kopi Kong Djie

Pasar Glodok Chinatown

glodok-chinatown

Pasar ini merupakan pasar terdekat dari tempat tinggal saya dan menjadi lokasi yang tidak bosan saya kunjungi berkali-kali. Pernah ada satu bulan saya menghabiskan setiap pekannya di tempat ini hanya untuk menonton aktivitas warganya hingga mencicipi makanan-makanannya.

Salah satu sejarah Jakarta pun bermula dari sini karena posisinya yang berada dekat dari Kota Tua, pusat pemerintahan Batavia pada masa penjajahan Belanda.

Buat kamu baru pertama kali ke tempat ini lokasi pasar Pasar Glodok Chinatown berada di belakang pasar modern Glodok. Kamu cukup menjadikan Halte Transjakarta Glodok sebagai patokan.

glodok-chinatown

Setiap hari pasar basah ini selalu ramai karena berbagai kebutuhan dapur bisa didapatkan di tempat ini. Mulai dari ikan, ayam, daging sapi, sayur, dan buah-buahan. Layaknya pasar tradisional pada umumnya.

Yang menarik, di tengah-tengah kerumunan ini ada banyak tempat-tempat makanan legendaris Glodok, misalnya Es Kopi Tak Kie, Laksa Lao Hoe, dan Rujak Shanghai. Ibarat kata, sekali mendayung dua pulau terlampaui jika kamu berkeliling ke kawasan ini. Beberapa vihara pun terlihat jelas sehingga kawasan pasar ini pun menjadi Chinatown Jakarta.

Tips Berkunjung ke Pasar

tips-belanja-di-pasar

Bagi kamu yang terbiasa ke pasar bisa jadi tips ini biasa saja. Namun, bagi mereka yang ingin menjajal wisata Jakarta dengan suasana berbeda yakni pasar, maka tips wajib diperhatikan!

Pertama, jangan banyak gaya ala-ala turis karena orang-orang di pasar akan menganggapmu aneh sehingga akan membuat jarak dan kamu tidak akan bisa berinteraksi dengan mereka. Kedua, pakai baju kaos saja karena pasar panas sehingga akan membuatmu gerah dan tidak bebas melipir-lipir.

Baca juga: Melipir ke Pasar Benhil

Ketiga, kenakan alas kaki yang nyaman untuk memudahkanmu bergerak. Keempat, jangan ragu menawar jika berbelanja karena di pasar orang menawar. Kelima, berlagaklah seperti akamsi walaupun kemungkinan besar kamu bisa kesasar seperti saya yang sering kesasar di pasar-pasar Jakarta.

***

  • Share:

Baca Post Ini Juga

0 komentar

Saya akan senang jika kamu meninggalkan komentar tanpa tautan hidup 😊