5 Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Ali and Ratu Ratu Queens

ali-and-ratu-ratu-queens-netflix

Sebelum kamu lanjut membaca review Ali and Ratu Ratu Queens, ada baiknya jika saya memberitahumu bahwa tulisan ini akan berisi Spoiler. Close Tab sekarang atau kamu akan marah-marah ke saya.

Kesan Pertama Ibarat Pacaran

Pertama, saya harus mengakui bahwa film terbaru Netflix ini mengingatkan saya saat pertama kali pacaran. Melakukan hal-hal di luar akal sehat.

Cerita Ali and Ratu Ratu Queens bermula dari obrolan di tempat tidur Mia yang dimainkan Marissa Anita dengan anak lima tahunnya yang kelak bakal jadi Ali yang diperankan oleh si cakep Iqbaal Ramadhan.

Marissa mengobrolkan impiannya ke New York, mengejar cita-cita untuk jadi orang sukses. Kalau mengikuti ceritanya sih, dia bermimpi jadi penyanyi.

Sebagai seorang yang sudah punya anak, bagian ini menohok saya kalau boleh jujur. Anakmu masih kecil dan kamu harus meninggalkannya.

Setelah drama hujan-hujanan diantar naik taksi oleh sang suami, Ibnu Jamil, Mia pun berangkat. Rinai hujan dan alunan backsound mengantarkan kepergiannya. Beh, bahkan langit menangis mengiri kepergiannya.

Sebelum Ali berubah jadi Iqbaal, terjadi drama-drama Mia dan sang suami yang, "Oh, kamu lebih mementingkan diri sendiri, Mia."

"Kamu yang tidak pernah mengerti aku, mas!"

Begitu kira-kira 😅

Baca Juga: Review Film A Quite Place

Singkat cerita, Ali yang sudah tamat SMA dan ditinggal bapaknya untuk selamanya; tengah membereskan barang-barang di rumahnya. Dia secara tidak sengaja menemukan surat-surat mamanya serta tiket pesawat untuk Ali dan bapaknya ke New York. Sakit hati dipenuhi tanda tanya dong.

Di hadapan keluarga besarnya ia menyampaikan niatnya untuk menyusul mamanya ke New York. Setelah berhadapan dengan anggota keluarga yang khas Indonesia banget; religius dan konservatif-suka-ngejudge, jadilah Ali berangkat dengan mengontrakkan rumah orang tuanya terlebih dahulu.

Drama Komedi yang Pas

review-ali-and-ratu-ratu-queens

Kedua, Ali and Ratu Ratu Queens menyebut dirinya drama komedi. Drama tercipta antara Mia dan Ali. Sementara komedi hadir melalui Ratu Ratu Quens. Pemerannya adalah 4 orang legenda yang sudah tidak asing lagi di industri hiburan tanah air.

Nirina Zubir sebagai Party, Asri Welas sebagai Biyah, Tika Panggabean sebagai Ance, dan Happy Salma sebagai Chinta. Kamu tentu sudah tau 'kan siapa mereka dan bagaimana karakter-karakter yang dimainkan di film-film mereka sebelumnya.

Keempatnya adalah orang Indonesia yang juga mengadu nasib di New York, ya samalah dengan Mia di awal-awal kedatangannya. Bahkan Party pernah tinggal bareng Mia. Kalau tidak salah, ya! Ali bertemu Ratu Ratu Queens dan diperbolehkan tinggal di apartemen mereka dan dijanji bakal dibantu untuk mencari mamanya.

Itulah makanya film ini dijuduli Ali and Ratu Ratu Queens.

Baca Juga: Review Film Stranger Things

Klimaks dan Anti Klimaks yang Menghangatkan

Ketiga, film mencapai klimaks tepat di tengah. Ali bertemu mamanya setelah mendapatkan informasi dari teman Ratu Ratu Quens. Tatapan Mia; Marissa Anita luar biasa. Aktingnya bagus dan ngepas sekali!

Saya tidak bisa membayangkan karakter ini diperankan oleh orang lain. Adu aktingnya dengan Iqbaal Ramadhan bakal bikin kamu geleng-geleng kepala. Saya melihat keduanya seperti orang yang sedang pacaran.

Ali mengunjungi mantannya, tetapi sang mantan menolak untuk balikan karena sudah punya kekasih yang lain. Aish!

Nostalgia dan obrolan-obrolan di Coffee Shop dekat rumah Mia itu bagus sekali. Keduanya canggung dan sangat berhati-hati dalam berbicara. Setelah ngopi dan seharian mengitari New York—Ali dan Mia berpisah.

Setelahnya muncul lagi drama-drama Mia dan Ratu Ratu Queens yang menyudutkan si ibu yang rela meninggalkan anaknya. Wah, bagian itu juga menyita perhatian saya. Apalagi di adegan perayaan Thanksgiving di rooftop.

Para penonton tentu paham betapa sakit Mia yang tidak ditanggapi surat-suratnya oleh sang suami, termasuk tiket ke New York untuk 2 orang. Mehong, Bo! Harus kerja keras banting tulang, tapi ujung-ujungnya tidak terpakai.

Katanya nih, setelah Mia tidak bisa ngapa-ngapain selama 3 bulan di apartemennya Ratu Ratu Queens saking sedihnya. Namun, dia akhirnya move on dan secara tidak sengaja bertemu dengan suami bulenya yang kemudian hidup dengan dua orang anak. Jadi, dua orang anak ini adalah saudara tirinya Ali.

Nah, bagian ini sempat saya Pause untuk meneguk air putih, sambil bernapas dalam-dalam, lalu berpikir, "Bagaimana kalau ini benar kejadian, ya?"

Hal-hal Lain Ali and Ratu Ratu Queens

Keempat, cerita dibangun dengan sangat baik. Kenapa? Hanya 1 jam 40 menit kamu bisa menyaksikan film sekompleks itu.

Kamu mungkin berpikir bahwa Ali bakal masuk ke keluarga baru Mia dan tinggal di New York untuk selama-lamanya.

Nyatanya, hingga film terbaru Netflix ini selesai, Ali tetap bersama Ratu Ratu Queens. Dia akhirnya mendapatkan beasiswa untuk sekolah seni dan sepupunya, Bayu Skak, ikutan menyusul untuk kuliah di New York.

Baca Juga: Review Emily in Paris

New York Hanya Figuran

Kelima, bagian terahir dari review Ali and Ratu Ratu Queens ini akan membeberkan sudut pandang saya mengenai New York.

Begini, kita tentu sepakat bahwa tidak sedikit film Indonesia yang mengambil latar kota-kota di luar negeri. Nah, pertanyaannya, apakah tanpa berlatar kota-kota tersebut filmnya tetap akan seindah kotanya?

Khusus untuk film Ali and Ratu Ratu Queens ini, saya rasa akan tetap bagus. Ibaratnya, film Indonesia terbaru di Netflix ini hanya menjadikan New York sebagai figuran.

Mari, membayangkan film Ali and Ratu Ratu Queens mengambil latar Jakarta yang juga hingar bingar.

Ali akan numpang di apartemen Ratu Ratu Quuens di Kalibata dan Ali akan mencari mamanya di Kemang.

Oiya, selain New York yang tidak terlalu mencolok di film ini, ada hal lain yang menarik perhatian saya, yaitu penempatan brand-brand yang secara tidak langsung ngiklan. Kamu harus tau bahwa brand-brand yang mendukung film ini punya beauty shot masing-masing.

Saya kaget tiba-tiba Bayu Skak transfer rupiah ke dolar pakai Jenius. Juga, apasih itu, bedak The Body Shop yang dipakai oleh salah satu anggota tante-tante Ratu Queens.

Yeay or Neay

ali-and-ratu-ratu-queens-netflix

Nah, kalau kamu menanyai saya apakah saya akan merekomendasikan film ini atau tidak, jawaban saya tergantung. Kalau kamu penyuka drama dan masih percaya pada film-film Indonesia, maka kamu wajib nonton Ali and Ratu Ratu Queens.

Juga kalau kamu mau nonton film yang ringan-ringan saja, tapi tetap dapat pelajaran yang bisa dipetik, maka Ali dan Ratu Ratu Queens dari Netflix ini bisa jadi pilihan.

Terakhir, ya, pemandangan kota New York yang gemerlap bisa jadi pengobat rasa rindu jalan-jalan di tengah pandemi.

Jadi, kenapa tidak mencoba? 😉

***