Memahami Metode Lahiran Caesar dan Tes Potensi Caesar

tes-potensi-caesar

Di kampung saya, seorang ibu yang melahirkan dengan cara Caesar sering kali dianggap belum menjadi ibu yang sempurna. Mereka ini juga lumrah dibanding-dibandingkan dengan mereka yang melahirkan normal.

"Ih, anaknya si ibu Tati kemarin normal. Masa' si Yani nggak ya."

Seperti itu kalimat yang biasanya dilemparkan seorang ibu kepada tetangganya yang baru saja lahiran. Padahal kalau dicek, dia pun belum punya anak sama sekali.

tes-potensi-caesar

Dalam webinar Bicara Gizi dengan tema "Rencanakan Persalinan secara Matang dengan Potensi Caesar" yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia, saya, yang sebagai bapak-bapak beranak satu yang 'dihasilkan' dari persalinan normal menemukan pandangan lain tentang melahirkan Caesar ini.

Oleh Dr. dr. Rima Irwinda, SPOG (K) dijelaskan bahwa ada 2 persalinan aman yang bisa memberikan kebahagiaan pada kehidupan ibu dan keluarganya.

Natural Delivery atau persalinan pervaginam biasa disebut sebagai persalinan tanpa intervensi medis, khususnya anestesi.

C-Section atau Caesar atau Seksio sesarea adalah metode kelahiran bayi melalui insisi atau sayatan di perut ibu.

Data dari WHO menunjukkan bahwa 1 dari 5 wanita di seluruh dunia melahirkan Caesar, sedangkan Riskesdas 2018 Kemenkes RI menyebutkan bahwa 1 dari 3 wanita hamil di Indonesia melahirkan Caesar.

Baca Juga: Pedoman Gizi Seimbang Anak Selama di Rumah

Proses Melahirkan Caesar

Sekilas sudah disebutkan bahwa metode melahirkan Caesar akan membuat ibu melalui proses sayatan. Namun sebelumnya akan dilakukan pembiusan (epidural atau spinal).

Lalu akan dilakukan sayatan di kulit dan perut dengan panjang sekitar 10 cm. Jika sudah bayi akan dikeluarkan secara perlahan, lalu dilanjutkan dengan pengeluaran plasenta. Jika sudah, barulah rahim, perut, dan lapisan perut yang lain.

Adapun lama prosedur lahiran Caesar memakan waktu 40-50 menit, tergantung kondisi ibunya. Misalnya, kalau lahiran pertamanya melalui proses Caesar, maka dibutuhkan waktu yang lebih lama pula karena adanya bekas jahitan di lahiran sebelumnya.

Kasus Apa yang Membutuhkan Caesar?

Menurut dr. Rima, ada banyak faktor mengapa seorang ibu harus melalui proses kelahiran Caesar. 

  • Berhubungan dengan kondisi ibu:
    • Disproporsi panggul dan kepala janin
    • Hipertensi dalam kehamilan/preeklamsia
    • Infeksi akut genital atau herpes atau HIV
    • Adanya bekas sesar pada kelahiran sebelumnya
    • Persalinan macet
    • Kehamilan kembar
    • Gagak induksi persalinan
    • Ruptur uteri atau rahim yang robek saat melahirkan
  • Sesar atas keinginan sendiri:
    • Riwayat persalinan pervaginam dengan komplikasi, biasanya ada trauma
    • Anggapan kelahiran sesar lebih aman
    • Cemas menghadapi persalinan pervaginam untuk pertama kalinya
    • Jadwal persalinan bisa diketahui pada kelahiran sesar, bisa saja karena permintaan cuti kerja suami yang harus ditentukan segera
  • Kondisi janin:
    • Gawat janin, misalnya denyut jantung tidak normal saat bersalin
    • Bayi yang kebesaran, berat bayi >4000 g
    • Presentasi bokong atau letak lintang, biasa disebut sungsang
  • Kondisi tali pusat dan plasenta:
    • Kelainan tali pusat atau prolaps
    • Kelainan plasenta atau plasenta yang menutupi jalan lahir

Bagi ibu hamil yang merencanakan kelahirannya dengan baik memanfaatkan kelahiran Caesar berencana biasanya akan mengalami penyembuhan dengan baik dan punya bayi sehat.

Tapi tentu saja, hal ini bukan tanpa risiko, ya!

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan pada Anak?

Bisakah Kelahiran Caesar Diprediksi?

Lah, iya! Kelahiran Caesar memangnya bisa diprediksi?

Jawabannya jelas. Bisa kok...

Sebenarnya beberapa negara, seperti Spanyol, Bangladesh, dan India sudah membuat tools untuk memprediksi kelahiran Caesar.

Di Indonesia sendiri, sudah punya Tes Potensi Caesar 2.0 by Nutriclub yang bisa kamu akses di https://www.nutriclub.co.id/siap-lewati-caesar/tes-potensi-caesar.

tes-potensi-caesar

Saat mengakses tool ini, kamu hanya perlu menjawab beberapa pertanyaan. Nah, pertanyaan ini beberapa ada yang bisa dijawab pada trimester 1, 2, dan 3. Ada juga beberapa pertanyaan yang baru bisa dijawab saat trimester 3 ke atas.

Kenapa pertanyaannya beragam? Soalnya, Tes Potensi Caesar 2.0 by Nutriclub memang dirancang agar secara berkala, bumil bisa menyiapkan persalinannya secara matang.

Contoh pertanyaannya: Apakah Mama punya status gizi kurang atau underweight saat trimester 1?

Bagaimana melihat underweight? Kamu bisa mengeceknya di Kalkulator IMT di Nutriclub.

Hasilnya nanti akan menunjukkan presentase potensi Caesar, bisa 20%, 50%, atau 80%. Artinya, kalau potensi Caesar berada di angka 20%, kamu tetap masih bisa kontrol di bidan, kalau memang sebelumnya kontrol di bidan.

Sementara jika angkanya 50%, maka sudah saatnya kontrol ke rumah sakit untuk menanyakan, kira-kira masih memungkinkan persalinan pervaginam atau tidak.

tes-potensi-caesar

Baca Juga: Fungsi Zat Besi Terhadap Masa Depan Bangsa Ini

Tapi kan, kalau lahiran Caesar biasanya, sistem imun tubuh anak tidak sebaik anak yang lahir normal?

Tidak selamanya, kok. Soalnya, menurut dr. Molly D. Oktarina, SpA(K), dokter spesialis anak konsultan alergi imunologi, bahwa perkembangan sistem imun itu bisa dioptimalkan ke dalam 4 tahapan, bahkan sejak kehamilan.

Saat hamil, bumil tidak boleh merokok atau terpapar asap rokok, wajib mendapatkan nutrisi yang cukup dan berkualitas, serta meminimalisasi obat-obatan pada ibu hamil.

Saat melahirkan, memilih metode melahirkan secara pervaginam bila memang tidak ada kontradiksi medis. Saat lahir, perlu mendapatkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bila kondisi ibu dan bayi baik.

Nah, setelah melahirkan, si Kecil sangat direkomendasikan mendapatkan ASI ekslusif karena merupakan pilihan nutrisi terbaik dan merupakan intervensi utama pada bayi yang dilahirkan secara Caesar karena komposisinya lengkap, termasuk prebiotik dan probiotik.

Selain itu, si Kecil juga perlu mendapatkan nutrisi yang baik dan seimbang, imunisasi, meminimalisasi penggunaan antibiotik, dan menghindari asap rokok.

Kesimpulannya, dengan mengetahui kelahiran Caesar secara lebih dalam dan melakukan Tes Potensi Caesar, seorang ibu hamil bisa melakukan deteksi dini terhadap kehamilan berisiko tinggi dan mulai sekarang mulai melakukan persiapan persalinan.

Sebab pada dasarnya, metode lahiran Caesar dan lahir normal  sama-sama aman. Tinggal disesuaikan dengan kondisi ibu hamil dan janinnya.

Makanya, seorang ibu hamil sebaiknya mengecek dulu di Tes Potensi Caesar 2.0 by Nutriclub agar diperoleh metode kelahiran yang tepat dan aman untuk ibu hamil dan si Kecil.

***