Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan pada Anak?

penyakit-jantung-bawaan-pada-anak

Seorang kawan sering kali memulai cerita hidupnya dengan masalah jantung yang pernah ia alami semasa kecil saat kenalan dengan seseorang.

Berbeda dengan kebanyakan anak lainnya yang menghabiskan masa kecilnya dengan berlari, bermain bola, atau mengejar layanan di terik matahari, ia menghabiskan masa kecilnya hanya dengan membaca di rumah.

Bertahun-tahun kemudian ia tumbuh menjadi seorang penulis dan belakangan baru ia paham bahwa waktu itu ia mengalami penyakit jantung bawaan.

Cerita ini ternyata hanya satu dari sekian banyak masalah jantung yang dialami oleh anak-anak di Indonesia.

***

Ibarat aplikasi pesan antar makanan, jantung berfungsi memompa darah agar bisa mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Kalau kamu melihat foto rontgen dada, maka jantung bisa terlihat di kiri depan.

Baca Juga: Mengenal Alergi Pada Anak 

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

penyakit-jantung-bawaan-adalah

Pada anak atau bayi tidak jarang yang mengalami sakit jantung menurut dr. Rahmat Budi Kuswiyanto, Sp.A(K), M.Kes, dokter spesialis anak dan konsultan kardiologi, di Webinar: Pentingnya Dukungan Nutrisi Optimal pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan yang dilaksanakan oleh Nutrisi Bangsa sebagai bagian Danone Specialized Nutrition.

Secara garis besar ada 2 penyakit jantung yang sering dialami oleh anak atau bayi, yakni penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung didapat.

Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease adalah kelainan struktur anatomi, letak, atau fungsi jantung akibat gangguan pembentukan organ jantung pada trimester awal kehamilan yang terbawa hingga lahir.

Beda halnya dengan penyakit jantung yang didapat atau acquired heart disease yang merupakan penyakit jantung yang terjadi akibat proses kelainan atau penyakit lain yang didapat.

Perlu dipahami bahwa jantung anak berbeda dengan jantung orang dewasa.

Pada anak jantung mengalami pertumbuhan dan perkembangan, sedangkan pada orang dewasa jantung tumbuh dan berkembung.

Perbedaan jantung anak dan orang dewasa lainnya, yaitu:

  • Rentang usia anak 0-18 tahun.
  • Rentang ukuran kurang dari 1 kg hingga ukurannya mencapai jantung dewasa.
  • Jenis penyakit jantung pada anak juga berbeda dengan penyakit jantung pada orang dewasa
  • Tidak jarang disertai kelainan di luar organ jantung

Baca Juga: Penyebab Kanker Hati dan Gejalanya

Secara spesifik, kasus penyakit jantung bawaan pada anak mencapai 1 di antara 100 kelahiran hidup bayi. Diperkirakan ada 40-50.000 kasus per tahun yang terjadi.

Penyakit jantung bawaan lalu dibagi dua macam, yaitu non-kritis dengan kasus 37.500 per tahun dan PJB kritis 17.500 kasus per tahun. Bayi PJB kritis merupakan kelainan jantung bawaan yang memerlukan pengobatan sesegera mungkin di tahun pertamanya.

Masalah ini pun disebut-sebut seoarang kontributor abadi kematian bayi di Indonesia.

Kelainannya bisa bermacam-macam, mulai dari jantung bocor, katup sempit atau tidak lengkap atau buntu, pembuluh darah terbalik atau salah masuk, hingga jantung yang hanya punya bilik tunggal.

Faktor Risiko Penyakit Jantung Bawaan

penyakit-jantung-bawaan

Lalu, apa sih faktor risiko penyakit jantung bawaan? Menurut dr. Budi, setidaknya ada 5 hal yang jadi faktor risiko:

  • Infeksi kehamilan: Torch
  • Penyakit ibu: Diabetes, lupus, dan hipertensi
  • Konsumsi obat, rokok, dan alkohol
  • Nutrisi tidak seimbang
  • Kelainan genetik janin
  • Riwayat keluarga dengan kelainan jantung

Gejala dan Tanda Penyakit Jantung Bawaan

Trus, apa yang menjadi gelaja dan tanda-tanda penyakit jantung bawaan pada anak? Beberapa di antaranya, yakni:

  • Kebiruan atau sianosis
  • Nafas cepat atau sesak nafas
  • Kelelahan saat beraktivitas atau menyusui
  • Pertumbuhan terhambat atau berat badan susah naik
  • Perubahan bunyi atau letak jantung
  • Infeksi paru berulang
  • Kelainan bawaan lain atau sindrom
  • Pingsan, berdebar, nyeri dada
  • Kurus stunting
  • Kelihatan 'sehat'

Cara Mengatasi Penyakit Jantung Bawaan

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara mengobati anak dengan penyakit jantung bawaan? Masih menurut dr. Budi bahwa secara garis besar ada 4 pemeriksaan rutin yang harus dilakukan, yaitu:

  • Konsultasi langsung ke dokter anak atau konsultan kardiologi
  • Pemeriksaan rutin melakukan EKG dan rontgen dada
  • Pemeriksaan khusus berupa echocardiography dan kateterisasi
  • Pemeriksaan lanjutan berupa CT Scan dan MRI
Adapun tata laksana pengobatan penyakit jantung bawaan pada anak, antara lain:
  • Paliatif bersifat sementara biasanya dilakukan secara bertahap
  • Definitif bersifat tetap, misalnya jantung bocor yang ditutup
  • Pemberiaan obat-obatan dan nutrisi

Baca Juga: Pedoman Gizi Seimbang Anak

Untuk masalah nutrisi ini ternyata tidak boleh dianggap sepele. Soalnya, status nutrisi yang tidak optimal akan berdampak pada luaran penyakit jantung bawaan. Sebagai contoh:

Pada pre-operasi:

  • Mortalitas dan morbiditas meningkat
  • Penundaan tindakan
  • Infeksi
  • Mengalami lama rawat

Pada pasca-operasi:

  • Mortalitas dan morbiditas meningkat
  • Gagal organ
  • Infeksi
  • Mengalami lama rawat ICU

Pada kontrol:

  • Mortalitas dan komplikasi
  • Gangguan tumbuh kembang
  • Neurodevelopmental

Menangani Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

penyakit-jantung-bawaan.jpg

Yang menarik, perjalanan anak dengan penyakit jantung bawaan terbilang panjang. Mulai dia lahir, menjalani diagnosis, melalui kateterisasi dan pembedahan, hingga dia bisa tumbuh kembang optimal.

Sayangnya, semua hal ini akan sia-sia tanpa adanya perjuangan orang tua dan keluarga. Adapun peran orang tua yang perlu dioptimalkan menurut dr. Budi, yaitu:

  • Membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat tanda dan gejala penyakit jantung bawaan
  • Konsultasi ke dokter anak atau konsultan kardiologi
  • Asuhan nutrisi
  • Memantau tumbuh kembang
  • Vaksinasi rutin
  • Menjaga kesehatan gigi da mulut
  • Mengobati infeksi hingga tuntas, misalnya ISPA dan radang telinga
  • Menyesuaikan aktivitas anak dengan kemampuannya
  • Tidak panik dan tetap mengikuti saran dokter
  • Ikhlas, ikhtiar, sabar, dan tawakal

penyakit-jantung-bawaan-pada-anak

Jika orang tua mau mengusahakan dan memperjuangkan anak dengan penyakit jantung bawaan, maka kasus ini, menurut dr. Budi, bisa disembuhkan dan seorang anak bisa menjalani kehidupan yang normal. 

Bukan tidak mungkin, sang anak dengan penyakit jantung bawaan bisa menjadi Habibie berikutnya atau apapun cita-citanya.

Beberapa tambahan tips untuk orang tua dari Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, yaitu:

  • Anak dengan PJB perlu perhatian khusus dari orang tua terutama pemberian nutrisi yang telaten karena berisiko tinggi mengalami malnutrisi dengan berbagai dampak negatifnya, bahkan dampak ini bisa terjadi sejak masa bayi.
  • Pada usia 6 bulan pertama berikan ASI dalam keadaan tenang, hindari bayi sering menangis karena saat aktif kebutuhan kalori meningkat.
  • Pada usia lebih besar pertimbangkan pemberian formula khusus dengan densitas kalori lebih tinggi sesuai petunjuk dokter anak.
  • Bila ada tanda gagal tumbuh berupa kenaikan berat badan di bawah persentil-5 sesuai tabel WHO, maka segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Baca Juga: Fungsi Zat Besi

Sebagai pesan, dr. Lanang mewanti-wanti orang tua dengan beberapa 2 hal utama:

  1. Merawat anak dengan PJB tidak sama dengan merawat anak normal. Perlu ketelatenan dan kewaspadaan dini.
  2. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis anak konsultan jantung dan konsultan nutrisi sesegera dan sesering mungkin.

***

Saya kembali membayangkan masa kecil seorang kawan saya tadi. Betapa luar biasa perjuangan orang tuanya, sehingga anaknya tetap bisa menjadi orang dewasa normal yang beraktivitas seperti orang sehat pada umumnya.

Mengutip ucapan Puri Anindita selaku moderator di webinar tadi, "Peluk erat saya untuk para orang tua!"

***