Kenali Penyebab Kanker Hati dan Gejalanya

penyebab-kanker-hati

Apa yang kamu pikirkan jika mendengar istilah kanker hati? 🤔

Bagi banyak orang masalah kesehatan ini memang adalah hal yang terdengar jauh. Kita barangkali lebih akrab dengan hepatitis atau penyakit kuning. Faktanya, kanker hati adalah silent killer.

Merujuk data dari WHO: Globocan 2018 – Liver Cancer Factsheet, disebutkan bahwa kanker hati adalah jenis kanker keenam yang paling umum ditemukan di dunia.

Setidaknya ada 750.000 orang per tahun yang didiagnosis karsinoma sel hati dan umumnya sudah berada pada stadium lanjut.

Masih dari data yang sama; di Indonesia kanker hati adalah salah satu kanker yang paling tinggi menyebabkan kematian. Kanker hati juga merupakan penyebab kematian karena kanker peringkat keempat di Indonesia dengan angka prevalensi 5 tahun sebesar 22.530 kasus.

Seluruh informasi ini didiskusikan di Forum Edukasi Media Pemeriksaan dini dan Pengobatan Inovatif Kanker Hati untuk Meningkatkan Harapan Hidup bersama Roche Indonesia pada Selasa, 28 September 2021.

Sebelum lebih lanjut, mungkin kamu bertanya-tanya, apa sih kanker hati itu? 🤔

Definisi Kanker Hati

kanker-hati-adalah

Kanker hati adalah masalah kesehatan yang berawal di organ hati dan mampu menyebar ke organ lainnya. Masalah kesehatan ini terjadi di sel-sel hati, lalu membelah diri secara tak terkendali, dan berakhir pada pembentukan tumor.

Kanker hati juga sering disebut sebagai kanker liver.

Di antara Januari 2015 hingga November 2017 tercatat tingkat kematian pasien kanker hati sebesar 48,2% di mana di antaranya terdapat 23,4% pasien meninggal dalam rentang waktu 6 bulan setelah terdiagnosis.

Data ini bersumber dari publikasi penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Nasional Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Nasional Kanker Dharmais.

Penyebab Kanker Hati

DR. Dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM menyebutkan bahwa bisa jadi kanker hati disebabkan oleh faktor genetik.

Jika salah satu anggota keluarga mengalami hepatitis, maka risiko terkena kanker hati adalah 3 kali lipat. Sementara jika salah satu keluarga mengidap kanker hati, maka risikonya bisa meningkat 7 kali lipat.

Dr. dr. Agus Susanto Kosasih, Sp.PK(K), MARS di dalam diskusi yang sama juga menyebutkan bahwa persentase berbagai penyebab kanker hati di Asia Tenggara, yaitu:

  1. 31 persen kanker hati  disebabkan oleh penyakit hati alkoholik
  2. 26 persen kanker hati  disebabkan oleh hepatitis B
  3. 22 persen kanker hati disebabkan oleh hepatitis C
  4. 21 persen kanker hati disebabkan oleh penyebab lain seperti Aflatoxin atau jamur karsinogenik yang umumnya ditemukan pada makanan yang terkontaminasi

Gejala Kanker Hati

Pada dasarnya, kanker hati tidak menunjukkan gejala hingga stadium lanjut dari penyakit tersebut, tetapi ada beberapa orang yang biasanya menunjukkan gejala kanker hati, seperti:

  1. Nyeri pada perut
  2. Mudah memar dan perdarahan
  3. Perut membesar
  4. Penurunan berat badan yang tidak beralasan
  5. Kulit dan mata menguning

Makanya, saat ciri-ciri kanker hati ini muncul, ada baiknya untuk segera melakukan skrining. Apalagi bagi mereka yang berisiko tinggi mengalami kanker hati, biasanya akan menjalani pemeriksaan USG, sebagai pemeriksaan yang lebih sensitif untuk mendeteksi massa yang kecil di hati atau wajib melalui pemeriksaan darah.

Nah, jika seseorang sudah menunjukkan gejala kanker tersebut di atas ada beberapa metode pemeriksaan tambahan yang biasanya dilakukan untuk mendukung diagnosis. Metode tersebut, antara lain:

  • CT-scan abdomen
  • MRI abdomen
  • Biopsi hati

Pengobatan Kanker Hati

obat-kanker-hati
Pada dasarnya, saat ini masih terdapat keterbatasan pengobatan kanker hati untuk semua stadium. Bahkan pengobatan kanker hati jadi lebih sedikit saat seseorang sudah didiagnosis stadium lanjut.

Beberapa langkah pengobatan kanker hati yang biasanya akan dilakukan, yaitu:

  1. Pembedahan
  2. Radioterapi
  3. Transplantasi hati
  4. Kemoembolisasi transarteri
  5. Kemoterapi
  6. Tyrosine kinase inhibitor

Baca Juga: Atezolizumab Obat Kanker Termutakhir

Perlu dicatat bahwa kurang dari 50% pasien yang didiagnosis dengan kanker hati punya angka harapan hidup lebih dari setahun setelah didiagnosis.

Namun, baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan untuk obat imunoterapi atezolizumab sebagai salah satu pilihan terapi sistemik untuk pasien kanker hati.

Imunoterapi atezolizumab digunakan bersama dengan obat antikanker bevacizumab pada pasien kanker hati tipe karsinoma hepatoselular stadium lanjut atau mereka yang tidak bisa dioperasi dan belum pernah mendapatkan pengobatan sebelumnya.

Sebagai obat imunoterapi kanker, atezolizumab bekerja dengan cara menempel di protein spesifik dalam tubuh yang disebut PD-L1.

Lalu, protein ini akan menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa melindungi sel-sel kanker dari penyerangan oleh sel-sel kekebalan tubuh. Dengan menempel pada protein ini, atezolizumab membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Baca Juga: Pengalaman Vaksin Sinovac di Puskesmas

Pencegahan Kanker Hati

kanker-hati-adalah

Sebelum melangkah lebih jauh ke proses pengobatan kanker hati yang tidak mudah dan murah, setiap orang sebenarnya bisa melakukan pencegahan. 

Soalnya menurut dr. Irsan, selama ini kita hanya berkutat di hilir, padahal kanker hati bisa diatasi di hulu. Pencegahan yang paling penting bisa dimulai dari gaya hidup yang sehat, menghindari obesitas, memperbanyak aktivitas fisik, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Selain itu, proses skrining secara berkala pada kelompok risiko tinggi seperti pengidap hepatitis, sirosis, serta keluarga ynag menderita kanker hati jadi hal yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga: Suplemen Kesehatan untuk Jaga Stamina

Hal ini diperjelas oleh dr. Agus bahwa semakin cepat dideteksi, maka akan semakin cepat mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga prognosa kanker hati juga akan semakin baik. Sebagian besar pengidap kanker hati di Indonesia datang ketika sudah masuk stadium lanjut, sedangkan pilihan pengobatan yang ada sangat terbatas.

Makanya; selain skrining, mereka yang berisiko harus rutin melakukan tes atau yang disebut surveilans untuk mendeteksi kanker hati. Surveilans kanker hati ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini dalam perkembangannya.

Dengan demikian, setiap orang bisa mengurangi morbiditas, mortalitas, serta beban keuangan secara keseluruhan pada sistem perawatan kesehatan. Tau sendiri 'kan kalau pengobatan kanker itu tidak murah?

Nah, yang tidak kalah penting ungkap dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed selaku moderator diskusi adalah langsung konsul ke dokter hepatolog saat mengalami gejala kanker hati tadi.

Baca Juga: Hidup Sehat Itu Mudah

Mengulang apa yang sudah saya jabarkan di atas bahwa sebagian besar kanker hati terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga program skrining wajib dijalankan.

Sampai di sini, kamu sudah paham 'kan berbagai hal mengenai penyebab dan cara mengatasi si silent killer ini? 🤔

***