JUMARDAN MUHAMMAD, Makassar-Indonesia

JUMARDAN MUHAMMAD, Makassar-Indonesia

Kamis, 22 Januari 2015

Semester Tujuh, Semester Penghabisan


Kerja-kerja akademik enam bulan terakhir ini saya habiskan dengan tiga orang teman, kami tergabung dalam agensi periklanan (baca: kelompok kerja) yang diberi nama JHEM. Dibentuk akhir November 2014, berempat, kami harus menyelesaikan dua dari empat mata kuliah yang diprogramkan di semester tujuh. Berikut hasilnya :

1.Periklanan II
Mata kuliah Periklanan I yang diprogramkan di semester lalu telah menempa kami menjadi pribadi yang kuat, kuat brainstorming sendiri, kuat mengongkosi tugas sendiri. Haha. Di Periklanan II kami dibentuk menjadi agensi periklanan, yang terdiri dari creative director, art director, copywriter, & team player. Sebuah proses belajar yang sangat menantang! Big applause untuk dosennya, Irfan Arifin. Berikut uraian tugasnya :

Seorang klien dari sebuah fakultas di perguruan tinggi yang sedang berkembang ingin dibuatkan iklan menarik mengenai tiap jurusan yang ada di fakultasnya. Jenis media yang diinginkan adalah media cetak (teknik fotografi yang diejawantahkan melalui ruang tak terpakai yang tersedia di fakultas) dan media videografi. Klien membuka kesempatan kepada biro iklan yang ada untuk mengadakan audiensi untuk membicarakan project iklan tersebut. 

JHEM kemudian mendapati tugas untuk mengiklankan jurusan seni tari di Fakultas Seni & Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar. Ide yang kami tawarkan sederhana, konsep fotografi  pemotretan indoor dengan objek seorang penari yang mengenakan kostum tari kreasi. Prosesnya telah saya post di produksi fotografi iklan. Hasil foto kemudian diejawantahkan di tembok fakultas yang tidak dimanfaatkan dan untuk pemasangannya kami tetap menghindari untuk merusak tembok yang ada. Di samping tembok kami menyediakan bangku. Konsep bangku dibuat menyerupai tungkai bawah penari kontemporer.




Proyek (baca: tugas) ini dikerjakan selama enam bulan, menghabiskan biaya kurang lebih 4jt dan melibat beberapa orang profesional dengan latar belakang keahlian berbeda untuk eksekusinya. Dari sini, mahasiswa yang memrogramkan mata kuliah ini makin fasih mengatakan bahwa kuliah di DKV mahal. Mahal ide, mahal ongkos eksekusi tugas. Haha. Oiya, berikut video iklan yang kami buat :


"Kerjakan tugas kuliahmu semaksimal mungkin untuk dijadikan portofolio yang akan diajukan ke klien!" M. Arief Budiman. 

2. DKV V
Melanjutkan kelompok kerja JHEM kami kemudian ditugasi untuk mengerjakan website FSD UNM secara penuh di mata kuliah DKV V. Dan ini memaksa kami untuk belajar bahasa pemrograman. Haha.



Teman saya Handi, melontarkan ide penerapan teori golden ratio dalam pembuatan website. Setidaknya, ini menjadi pembeda dari kelompok lain yang ditugasi website yang sama. Warna merah yang kami pilih setidaknya mampu membangkitkan emosi positif dan menimbulkan kegembiraan, merunut dari psikologi warna merah.

Ketika mengerjakan tugas yang sama, bukankah kita harus berbeda agar mampu terlihat?







Beberapa comtoh tampilan grafis laman web FSD UNM.

Kedua mata kuliah ini telah menyita pikiran dan uang lebih dari mata kuliah yang lain. Namun, semuanya impas ketika laporan telah dijilid rapi dan diserahkan ke dosen pengampuh mata kuliah. Semester ini tidak hanya melulu melontarkan sebuah ide, tapi juga mengeksekusi hingga mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah karya, yang kemudian dipertanggungjawabkan. Semester ini, semeter tujuh, memang menjadi semester penghabisan, penghabisan materi, penghabisan belajar dalam kelas. Sebab, separuh dari teman se-angkatan saya yang jumlahnya hanya 30-an orang akan menghabiskan semester delapan mereka dengan tugas akhir.