Based in Makassar-Indonesia

Based in Makassar-Indonesia

Jumat, 27 Februari 2015

Jangan Buang Screen Sablonmu!

"Saya adalah tipe manusia yang tidak bisa fokus. Mengerjakan sesuatu suka setengah-setengah; kadang terhenti di tengah jalan (tanpa ada niat melanjutkannya karna menemukan pekerjaan lain yang nampaknya jauh lebih asyik), kadang terhenti beberapa waktu dan lanjut lagi, namun ada juga yang terselesaikan tanpa menunggu waktu yang lama."
Sekira awal tahun lalu, saya dan kekasih iseng memproduksi totebag sendiri. Proyek senang-senang yang mandek. Blognya disini. Haha! Kainnya kami hunting di pasar sentral, kemudian saya sablon, dan dijahit oleh kekasih. Kegiatan ini hanya berlangsung beberapa bulan.

Awal tahun ini, tepat ketika liburan semester dimulai, saya kemudian membersihkan rumah. Berniat membuang semua barang-barang tak terpakai. Namun di sebuah sudut, saya menemukan perlengkapan alat sablon yang tertutupi oleh kertas-kertas, termasuk screen sablon. Jika tinta-tinta sablon yang telah mengeras rela saya buang, lain halnya dengan screen sablon, terlalu sayang jika dibuang.

Mengingat tembok-tembok di dalam rumah kosong melompong, kenapa tidak screen sablon yang menumpuk itu saya jadikan wall decoration? Toh, sudah berbentuk bingkai?



Mengubah screen sablon menjadi bingkai membutuhkan hanya membutuhkan sedikit kesabaran. Sebab, setelah mencabuti kain screen dari baloknya, hal membosankan selanjutnya adalah mencabuti satu per satu anak hekter dari balok. Ini sebenarnya bagian penting, agar tak terlihat seperti jerawat di wajahmu yang putih.



Oiya, akan ada banyak  serabut kayu yang muncul akibat mencabuti anak hekter tadi, tapi tenang, kita hanya butuh dua tiga lembar amplas untuk menghaluskannya. Setelah diamplas, barulah kita bisa mengecatnya dengan warna sesuka hati. 


Cetak foto terbaik yang akan dipajang, bisa juga cetak quote dari film-film inspiratif yang pernah dinonton atau quote dari buku-buku kesukaanmu, terserah. Oiya, untuk tali penggantungnya saya menggunakan benang rajut yang ditempel menggunakan lem lilin. Sementara penjepitnya saya gunakan wooden clip. Alternatif dari penjepit kayu adalah penjepit kertas. Tapi eh, terserah mau dijepit pakai apa.


Sekali lagi, mengubah screen sablon menjadi dekorasi dinding ini hanya butuh kesebaran dan konsistensi. Jika diseriusi, mungkin dapat selesai dalam dua atau tiga hari, namun saya menghabiskan hampir dua puluh delapan hari untuk melihat barang yang hampir dibuang ini menjadi barang yang memanjakan mata.