Program Langit Biru untuk Indonesia yang Lebih Bersih

program-langit-biru

Kapan terakhir kali kamu melihat langit biru untuk waktu yang lama?

Sebelum menjawabnya, saya ingin mengajak kamu untuk melihat data dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 berikut ini.

Terdapat 2.805.989 unit mobil penumpang, bus 295.370, truk 543.972, dan sepeda motor 8.194.590 unit. Total jumlah kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta mencapai 11.839.921 unit.

Dibandingkan jumlah kendaraan bermotor pada tahun sebelumnya, tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,7% atau setidaknya 77.5158 kendaraan.

Tren kenaikan ini tentu bukan tanpa sebab. Kendaraan bermotor punya peran penting untuk memfasilitasi mobilitas seseorang dan sudah dianggap sebagai kebutuhan primer. Meski moda transportasi umum sudah banyak tersedia, kendaraan pribadi jauh lebih efektif untuk menunjang mobilitas setiap hari.

Sialnya, penggunaan bahan bakar untuk setiap kendaraan bermotor masih didominasi oleh BBM yang tidak ramah lingkungan. Sekarang muncul pertanyaan. BBM yang tidak ramah lingkungan itu seperti apa sih?

Baca juga: Berhentilah Merokok, Apalagi Saat Covid-19

Definisi BBM Tidak Ramah Lingkungan

kemacetan-jakarta

Secara umum, BBM yang punya oktan rendah dinyatakan sebagai bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.

Research Octane Number (RON) adalah ukuran tingkat ketahanan bahan bakar jenis bensin dalam menerima kompresi. Nah, PT Pertamina dalam hal ini memproduksi beragam jenis bahan bakar minyak berdasarkan RON atau nilai oktan, antara lain:

  • Pertamax Turbo dengan nilai oktan (RON) 98
  • Pertamax Plus dengan nilai oktan (RON) 95
  • Pertamax dengan nilai oktan (RON) 92
  • Pertalite dengan nilai otan (RON) 90
  • Premium dengan nilai oktan (RON) 88

Semakin tinggi nilai oktan (RON) satu jenis BBM, semakin rendah emisi gas buang dari sebuah kendaraan bermotor. Emisi gas buang ini akan menyebabkan kualitas udara menurun, sehingga secara tidak langsung bakal berdampak pada manusia itu sendiri.

Dampak BBM Tidak Ramah Lingkungan

dampak-buruk-bbm-tidak-ramah-lingkungan

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri telah menyebutkan bahwa polusi udara adalah persoalan lingkungan terbesar yang punya dampak signifikan terhadap kesehatan seseorang.

Bayangkan ketika emisi gas buang kendaraan yang menggunakan BBM tidak ramah lingkungan itu masuk ke dalam paru-paru kita. Risiko penyakit jantung, strok, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga kanker paru-paru menjadi masalah kesehatan yang tidak bisa dihindari.

Baca juga: Kenaikan Cukai Cokok & Kesehatan 268 Juta Penduduk Indonesia

Padahal, mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan bersih adalah hak asasi warga negara yang sudah dijamin oleh konstitusi dan undang-undang. Untuk mengatasi hal ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan pemerintah dan kementerian terkait telah mengadakan program bernama Langit Biru.

Sialnya lagi, Program Langit Biru ini dinyatakan gagal karena beberapa hal seperti inkonsistensi pemerintah, tidak sinergis antara kementerian dan lembaga terkait, masih dominannya penggunaan energi fosil, serta minimnya edukasi masyarakat terkait dampak penggunaan energi fosil.

Untuk bagian terakhir ini, saya iseng bertanya, "Berapa orang dari penggunaan kendaraan bermotor yang tahu bahwa BBM yang mereka pakai sehari-hari adalah hasil dari energi fosil?"

Saya sebagai pemilik 1 mobil dan 1 motor pribadi bahkan tidak tahu tentang hal ini.

Seorang teman pernah berkelar terkait hal ini, "Asal murah dan motor bisa jalan sih, ga masalah harusnya pake BBM apa aja."

Program Langit Biru Emangnya Bisa?

program-langit-biru

Di webinar bersama KBR dan YLKI (3/3) kemarin bertajuk Penggunaan BBM Ramah Lingkungan, saya mendapati fakta-fakta dari Pemerintah Provinsi Riau yang secara konsisten melalukan hal ini. Rencana umum daerah provinsi ini terbilang menarik: Menjemput Harapan Energi.

Lalu, apa yang bisa kita pelajari? 😕

Oh, sebelum itu, kamu mungkin bertanya, "Kenapa Riau?"

Soalnya, daerah ini menjadi salah satu provinsi pilot untuk perencanaan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Untuk implementasi Program Langit Biru terbilang sederhana, menurut Rudy Hartono, AMD dari Dinas ESDM Provinsi Riau, yakni hapus premium, lalu pertalite dan pertamax disubsidi. Menurutnya, pihak pemerintah provinsi tengah mengajukan riset pemerintah pusat untuk melakukan uji coba agar premium bisa dihapuskan.

Pada prakiraan penggunaan energi final per jenis 2015-2050, Provinsi Riau telah mengembangkan bahan bakar terbarukan berupa biogas, biomasa tradisional, biomasa komersial, biosolar, biopremium, dan bioavtur.

Selain itu, target bauran energi dalam RUED-P Riau menjelaskan bahwa kondisi penggunaan minyak bumi pada 2015 mencapai 31%. Diharapkan pada 2025 angka ini akan mengecilkan hingga 20% dan 2050 mendatang bisa berada di angka 7%.

program-langit-biru

Citra Dyah Prastuti, jurnalis KBR, dalam paparannya mengenai Mengawal Langit Biru Kita menyebutkan bahwa meski pemerintah telah menetapkan program langit biru melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup, setiap dari kita perlu bersuara terhadap hal ini.

"Ketika kebutuhannya sudah mendesak, mungkin ini saatnya mengajak publik untuk bersuara. Melihat pengalaman sebelumnya, semakin ramai suatu isu, semakin cepat ada pergerakan," tegas Citra.

Baca juga: Lebih Baik Tidak Makan Daripada Tidak Merokok

Langkah Kecil Demi Langit Biru

Apa yang bisa kita lakukan sebagai individu? 😐

Langkah pertama yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti bahan bakar kita dan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi. 

Kedua, kamu bisa mencoba jalan kaki atau bersepeda. Aktivitas fisik sudah dikenal di mana-mana bahwa mampu membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Tingkat stres pun bisa menurun karena berjalan kaki atau bersepeda. Coba saja!

Terakhir, barangkali yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat taman di halaman rumah. Beragam penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seperti ini akan membuat udara di sekitar rumah terasa lebih segar.

Meski terdengar sepele, langkah-langkah tersebut di atas tidak ada salahnya untuk dicoba sambil terus menyuarakan bahwa udara kita sedang tidak baik-baik saja dan Program Langit Biru ini perlu benar-benar diwujudkan.

Siap ambil bagian? 😎

***