Bersama Sahabat – UMi Bangkit untuk Pelaku Usaha Ultra Mikro

kampanye-bersama-sahabat-umi-bangkit
Ibu Nonoy Nurhasanah (45 tahun) dan suami, pelaku usaha kuliner Sorabi Jaya di Banjaran, Majalengka. Kuliner menjadi salah satu sektor yang banyak dilakukan oleh para debitur UMi.

“Sudah satu setengah tahun ini sepi, bang. Itu orang-orang kantoran ‘kan ga seramai dulu.”

“Selama ini emang habis berapa?”

“Kalo normal mah, ini sepanci bisa habis kalau udah maghrib. Sekarang sampai belum habis separuhnya.”

“Gitu ya?”

“Iya, pokoknya semua yang dagang di sini pada ngeluh. Yang penjual gorengan itu malah udah ga jualan lagi sejak awal tahun. Balik kampung katanya. Ga tau mau usaha apaan di kampungnya.”

Begitu kira-kira obrolan yang terjadi dengan Pak Mamat dan saya di satu sore beberapa bulan lalu. Pak Mamat adalah salah satu pedagang kaki lima yang berjualan di belakang Melawai Plaza. Jualannya batagor dan siomay.

Saya, dalam seminggu kadang bisa 3-4 kali, makan batagor atau siomay-nya. Selain murah, juga rasanya boleh diadu dengan batagor dan siomay di tempat lain. Kalau sudah lapar sore-sore biasanya langsung cus ke sini.

***

kampanye-bersama-sahabat-umi-bangkit
Debitur UMi asal Telaga - Majalengka, Ibu Nonoh Ukinah (60 tahun) sedang menggoreng tahu yang akan dijual.

Tahukah kamu bahwa selama pandemi ada kurang lebih 50% pelaku usaha UMKM yang terpaksa menutup usaha karena tergerusnya modal usaha yang tidak dibarengi dengan kenaikan permintaan? 

Sebelumnya, berbahagialah mereka para pelaku usaha UMKM yang sampai hari ini masih sanggup bertahan.

Tapi, apa kabar dengan pelaku usaha Ultra Mikro (UMi), ya?

Apa yang mereka bisa lakukan untuk terus bertahan di tengah modal usaha yang mulai habis, namun tidak diimbangi oleh jumlah permintaan yang tinggi? Sebenarnya ada skema pinjaman yang disediakan oleh Pusat Investasi Pemerintah yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga: UMKM Jualan Online

Inisiasi Kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit”

infografis-kampanye-bersama-sahabat-umi-bangkit

Demi mendorong terjadinya peningkatan ekosistem pinjaman oleh para pelaku usaha di segmen usaha Ultra Mikro (UMi), Pusat Investasi Pemerintah meluncurkan kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit”.

Perlu kamu ketahui bahwa selama ini Pusat Investasi Pemerintah sebenarnya sudah banyak membantu usaha Ultra MIkro di seluruh Indonesia dengan memberikan.

Tujuannya tidak lain agar pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) dapat terus menjalankan usahanya. Menarik ‘kan? 😉

Ludiro, Direktur Sistem Manajemen Investasi, yang menyampaikan pesan Direktur Jenderal Perbendaharaan Hadiyanto di peluncuran kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” menyebutkan bahwa berbagai program yang dijalankan oleh Pusat Investasi Pemerintah diharapkan berdaya guna serta mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 23/2020.

Ririn Kadariyah, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah Kemenkeu RI, juga menyebutkan bahwa tujuan kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” adalah untuk menguatkan ekosistem UMi di Jawa dan Maluku Utara sebagai percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

Berbagai pihak dari lingkungan Kementerian Keuangan, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain juga dilibatkan demi membantu penguatan ekosistem ini.

Baca Juga: Seorang Teman Bertanya Mengenai Green Jobs

Program Penguatan Ekosistem UMi dalam  Kampanye Bersama Sahabat – UMi Bangkit

infografis-kampanye-bersama-sahabat-umi-bangkit

Kalau tadi sudah disebutkan bahwa penguatan ekosistem UMi ini berlangsung di Jawa dan Maluku Utara sebagai percontohan.

Selain itu, ada daerah lain yang menjadi tempat pelaksanaan Kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” ini.

Inkubasi UMi di Jawa Barat, misalnya, dilakukan atas kolaborasi dengan Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap 35 debitur UMi di Kabupatan Bandung Barat dan Majalengka.

Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, serta peningkatan pengetahuan digital yang sekarang ini sudah tidak bisa lagi ditawar.

Di Jawa Timur, program ini dijalankan sesuai kerja sama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB). Mengambil lokasi di Kota Malang, pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB ini fokus pada dua hal, yakni pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan.

Selain di Pulau Jawa, terbentuk pula wadah usaha untuk para pelaku usaha Ultra Mikro (UMi) di Ternate. Programnya berupa pendampingan dan pelatihan bagi 13 debitur UMi Ternate terkait nama produk, manajemen, pinjaman, serta pemasaran.

Baca juga: Kesasar di Pasar-Pasar Jakarta

Lelang Bersama Sahabat – UMi Bangkit

infografis-kampanye-bersama-sahabat-umi-bangkit
Suami dari Ibu Dedoh (46 tahun), debitur UMi asal Banjaran, Majalengka sebagai pengusaha retail barang bekas sedang memilah barang untuk diolah kembali.

Tidak hanya pendampingan dan pelatihan, kampanye “Bersama Sahabat – UMi Bangkit” sebenarnya juga memperkenalkan Program Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021.

Program lelang ini juga merupakan wujud sinergi antar lembaga seperti Kementerian Keuangan seperti Koperasi Pegawai Kantor Pusat Perbendaharaan (Koppbn) – Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Lelang – Ditjen Kekayaan Negara, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) – 1 Jakarta.

Tujuan Program Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021 adalah untuk membantu memasarkan produk dari debitur UMi, mendukung penguatan Ekosistem UMi, serta menambah saluran penjualan produk UMi.

Untuk seluruh hasil diskusi mengenai program ini akan diajukan ke Lelang Indonesia www.lelang.go.id untuk permohonan lelang.

“Program Lelang Produk UMi Unggulan Tahun 2021 oleh Pusat Investasi Pemerintah dilakukan pada hari Senin (30/08) kemarin dengan sistem lelang terbuka ataupun tertutup. Ada 76 paket/lot dari 15 debitur yang ditawarkan kepada masyarakat yang terdiri dari berbagai produk seperti makanan dan minuman, kerajinan tangan seperti kain batik, hasil rotan, pakaian, kerajinan kayu, dan masih banyak lagi,” ungkap Ririn.

***

Dengan adanya pendampingan, pelatihan, serta program lelang, maka boleh dibilang bahwa ini semua merupakan wujud nyata dukungan yang dilakukan Pusat Investasi Pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di tingkat mikro dan Ultra Mikro (UMi). Iya 'kan?

Baca Juga: Industri Kecil & Menengah di Era 4.0

***